Untuk memudahkan anda mengingat nama blog ini, sekarang anda bisa mengakses blog ini dari http://yppwh.up.to
terima kasih
Jumat, 17 Desember 2010
Senin, 18 Oktober 2010
Guruku
Kau berjuang tanpa henti,
bagai mentari yang tak pernah bosan terbit dari timur.
demi untuk menyinari para muridmu
yang masih gelap akan ilmu
yang masih gelap akan pengetahuan
Guruku,
kami tau hidupmu tak sesejahtera murid-muridmu
Namun senyummu tetap abadi di wajahmu
karena hatimu yang penuh kasih sayang
Guruku,
bekalmu yang kau berikan padaku
kan ku bawa sampai ku mati
bersama cintamu yang abadi
Guruku,
kenakalanku tak membuatmu benci padaku
justeru semakin kau berikan lebih padaku
meski ku tambah-tambah kenakalanku
demi memuaskan hasratku
Guruku,
maafkan sgala salahku
Guruku,
terimakasihku untukmu
oleh : Moh. Nuril hukama' kelas 3 MI WH
bagai mentari yang tak pernah bosan terbit dari timur.
demi untuk menyinari para muridmu
yang masih gelap akan ilmu
yang masih gelap akan pengetahuan
Guruku,
kami tau hidupmu tak sesejahtera murid-muridmu
Namun senyummu tetap abadi di wajahmu
karena hatimu yang penuh kasih sayang
Guruku,
bekalmu yang kau berikan padaku
kan ku bawa sampai ku mati
bersama cintamu yang abadi
Guruku,
kenakalanku tak membuatmu benci padaku
justeru semakin kau berikan lebih padaku
meski ku tambah-tambah kenakalanku
demi memuaskan hasratku
Guruku,
maafkan sgala salahku
Guruku,
terimakasihku untukmu
oleh : Moh. Nuril hukama' kelas 3 MI WH
Tetaplah Bermimpi
Tetaplah Bermimpi
Mimpimu, anganmu, cita-citamu adalah garis jalan hidup yang kau pilih untuk kau tempuh dalam perjalanan hidupmu. dalam perjalanannya banyak aral melintang, menghalangimu untuk terus berjalan. Tetaplah tenang dan jernihkan pikiran, dan yakini pada suatu saat nanti mimpimu akan jadi nyata.
Karena dengan keputusan anda untuk berjalan di jalan itu anda berarti telah mengawali usaha untuk membuat hidup anda lebih berarti. soal tercapai tidaknya itu adalah masalah yang keberapa. karena proses perjalanan itu sendiri pun sudah akan memberikan banyak pelajaran hidup bagi anda. so, still fighting to the dream.
Karena dengan keputusan anda untuk berjalan di jalan itu anda berarti telah mengawali usaha untuk membuat hidup anda lebih berarti. soal tercapai tidaknya itu adalah masalah yang keberapa. karena proses perjalanan itu sendiri pun sudah akan memberikan banyak pelajaran hidup bagi anda. so, still fighting to the dream.
Kamis, 07 Oktober 2010
Tatib PD SMAI
TATA TERTIB PESERTA DIDIK
BAB I
HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA DIDIK
HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA DIDIK
Pasal 1
Hak-hak Peserta Didik :
Hak-hak Peserta Didik :
Peserta Didik SMA Islam Wasilatul Huda Ngasem Bojonegoro mempunyai hak-hak sebagai berikut:
1. Mendapat layanan pembelajaran sesuai dengan standar SMA Islam Wasilatul Huda Ngasem Bojonegoro
2. Mengembangkan kepribadian, minat, dan bakat yang dimiliki melalui kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan sekolah.
3. Mendapatkan bimbingan, perhatian, perlindungan, serta penghargaan dari sekolah melalui wali kelas, guru Bimbingan Konseling (BK), guru pengajar, tim khusus (pemantau prestasi), dan karyawan SMA Islam Wasilatul Huda Ngasem Bojonegoro secara adil.
4. Setiap Peserta Didik berhak menjadi pengurus OSIS melalui seleksi dan secara otomatis menjadi anggota OSIS SMA Islam Wasilatul Huda Ngasem Bojonegoro
5. Memberikan saran dan kritik yang membangun terhadap kebijakan sekolah melalui OSIS dengan cara yang benar.
6. Menggunakan fasilitas sekolah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sekolah
1. Mendapat layanan pembelajaran sesuai dengan standar SMA Islam Wasilatul Huda Ngasem Bojonegoro
2. Mengembangkan kepribadian, minat, dan bakat yang dimiliki melalui kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan sekolah.
3. Mendapatkan bimbingan, perhatian, perlindungan, serta penghargaan dari sekolah melalui wali kelas, guru Bimbingan Konseling (BK), guru pengajar, tim khusus (pemantau prestasi), dan karyawan SMA Islam Wasilatul Huda Ngasem Bojonegoro secara adil.
4. Setiap Peserta Didik berhak menjadi pengurus OSIS melalui seleksi dan secara otomatis menjadi anggota OSIS SMA Islam Wasilatul Huda Ngasem Bojonegoro
5. Memberikan saran dan kritik yang membangun terhadap kebijakan sekolah melalui OSIS dengan cara yang benar.
6. Menggunakan fasilitas sekolah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sekolah
Pasal 2
Kewajiban yang harus dilaksanakan adalah
1. Wajib mentaati semua peraturan Tata Tertib yang berlaku di SMA Islam Wasilatul Huda Ngasem Bojonegoro.
2. Mengikuti program yang diwajibkan sekolah, tertib, dan bertanggungjawab dalam mengikuti Pelajaran.
3. Hadir di kelas paling lambat pukul 07.00 wib, dan meninggalkan lingkungan sekolah paling lambat satu (1) jam sesudah kegiatan sekolah selesai, kecuali ada kegiatan ekstrakurikuler/tugas kelompok yang diikuti sampai dengan pukul 17.00 wib.
4. Berkaitan dengan ketidakhadiran Peserta Didik di kelas:
a. Orang Tua/Wali wajib mengijinkan kepada pihak sekolah apabila Peserta Didik sakit atau ada keperluan lain selama 1 s.d 2 hari.
b. Orang Tua/Wali wajib menunjukkan surat keterangan dokter apabila Peserta Didik sakit lebih dari 2 (dua) hari (disampaikan ke bidang Kesiswaan)
c. Orang tua/Wali wajib datang ke sekolah untuk mengurus perijinan melalui Kepala Sekolah apabila Peserta Didik memiliki keperluan lebih dari 3 hari.
5. Peserta Didik yang meninggalkan Kegiatan Belajar Mengajar:
a. Meminta ijin terlebih dahulu kepada guru yang mengajar dan Bidang Kesiswaan
b. Bagi Orang Tua/Wali yang menjemput, melapor terlebih dahulu kepada Bidang Kesiswaan
6. Berperilaku baik, jujur, dan hormat kepada kepala sekolah, guru, karyawan, dan sesama Peserta Didik
7. Berperan aktif menciptakan suasana yang harmonis di lingkungan sekolah dan sekitarnya
8. Membawa kartu identitas Peserta Didik (Kartu Peserta Didik/Kartu Tanda Penduduk/SIM)
9. Jika mengadakan kegiatan ekstrakurikuler di dalam atau diluar sekolah sampai menginap, harus diketahui orang tua/wali dan ijin Kepala Sekolah serta didampingi oleh pembina ekskul atau pembina yang diberi tugas.
10. Menjaga nama baik sekolah dan berupaya meningkatkan prestasi, baik di bidang intrakurikuler maupun ekstrakurikuler
11. Setiap siswa harus menjaga suasana belajar yang aman, tenang dan tertib baik di kelas, laboratorium dan perpustakaan serta tempat lain di sekolah.
12. Setiap siswa harus bertanggungjawab terhadap peminjaman buku di perpustakaan, penggunaan laboratorium dan sumber belajar lainnya sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Masuk Sekolah/Kelas :
1. Hadir di sekolah sebelum pelajaran dimulai dan pulang setelah pelajaran selesai.
2. Terlambat datang harus mendapatkan ijin masuk dari Bidang Kesiswaan sebelum masuk ke kelas.
Pasal 3
Memulai dan mengakhiri Pelajaran
1. Pembukaan/Penutupan Pelajaran :
a. Pelajaran pertama dimulai dengan membaca do’a Al-Fatihah diteruskan dengan do'a ”Robbisrohlii Sodrii wayassirlii amrii wahlul ‘uqdatam millisaanii yafqohu qoulii Robbi zidnii ’ilmaa warzuqnii fahmaa.” Amiin.
b. Pelajaran terakhir ditutup dengan membaca surat Al-Ashr dilanjutkan membaca “Subhaanakallaahumma wabihamdika asyhadu anllaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi.” Amiin
c. Semua Peserta Didik pada waktu datang / pulang sekolah dianjurkan berjabat tangan dengan Bapak/Ibu guru.
2. Upacara Bendera
a. Setiap Peserta Didik wajib mengikuti upacara bendera di sekolah.
b. Setiap Peserta Didik wajib menjaga agar pelaksanaan Upacara Bendera di sekolah berlangsung dengan tertib, khidmat dan lancar.
c. Setiap Peserta Didik wajib menempatkan diri sesuai dengan tempat barisan yang telah ditetapkan.
3. Apel Pagi
a. Setiap Peserta Didik wajib mengikuti Apel Pagi sebelum masuk kelas di sekolah.
b. Setiap Peserta Didik wajib menjaga agar pelaksanaan Apel Pagi di sekolah berlangsung dengan tertib, khidmat dan lancar.
c. Setiap Peserta Didik wajib menempatkan diri sesuai dengan tempat barisan yang telah ditetapkan.
Pasal 4
Ketentuan Pakaian seragam sekolah ditetapkan sebagai berikut:
1. Pemakaian harian
Hari Seragam Kelengkapan Keterangan
Atas Bawah
Senin-Selasa Hem (putra) Kemeja (Putri) warna putih Celana Ukuran Normal /Rok panjang abu-abu 1. sepatu hitam
2. kaos kaki putih panjang polos
3. topi abu-abu bertuliskan SMA Islam Wasilatul Huda Ngasem Bojonegoro
4. jilbab putih
5. ikat pinggang hitam dari OSIS Kemeja dilengkapi dengan badge SMA Islam Wasilatul Huda, tanda tingkat kelas dan nama Peserta Didik
Rabu-Kamis Hem (putra) Kemeja (Putri) Batik Celana Ukuran Normal /Rok panjang menyesuaikan 1. sepatu hitam
2. kaos kaki putih panjang polos
3. jilbab putih
4. ikat pinggang hitam Kemeja dilengkapi dengan badge OSIS, lokasi, tanda tingkat kelas dan nama Peserta Didik
Jumat-Sabtu Hem (putra) Kemeja (Putri) Pramuka Celana Ukuran Normal /Rok panjang Pramuka 1. sepatu hitam
2. kaos kaki putih panjang polos
3. jilbab putih
4. ikat pinggang hitam Kemeja di luar dengan model yang sudah ditentukan, memakai nama Peserta Didik
2. Pemakaian berdasarkan jenis kegiatan
Kegiatan Pakaian Kelengkapan Keterangan
Atas Bawah
Petugas upacara Kemeja putih lengan panjang Celana/rok panjang putih 1. sepatu hitam
2. kaos kaki putih
3. atribut upacara
4. jilbab putih
5. ikat pinggang hitam Peserta Didik Putri yang tidak mengenakan jilbab, rok di bawah lutut (Sesuai dengan Tata Urutan Upacara/TUP)
Olah Raga Kaos olah Raga beridentitas SMA Islam Wasilatul Huda Ngasem Bojonegoro Putra -Putri
celana panjang 1. sepatu bebas
2. kaos kaki bebas
3. jilbab putih Dipakai saat jam Peserta Didik olahraga saja
Kegiatan di luar sekolah Putra : kemeja/kaos berkerah Putra :
celana panjang 1. sepatu bebas
2. kaos kaki bebas
3. jilbab bebas (bagi pemakai jilbab)
4. ikat pinggang bebas Seragam menyesuaikan dengan kegiatan di luar, misal: PMR beridentikan PMR, Pramuka beridentikan Pamuka, dsb.
Putri :
blus/ kaos (tidak ketat) Putri :
rok/celana panjang (tidak ketat)
Kegiatan Remediasi, tambahan Peserta Didik (di luar jam sekolah) Memakai seragam seperti ketentuan hari-hari biasa 1 sepatu hitam
2 kaos kaki putih panjang polos
3 jilbab putih
4 ikat pinggang hitam Peserta Didik yang tidak memenuhi ketentuan persyaratan atribut, tidak diperkenankan mengikuti tambahan Peserta Didik maupun remediasi
Keagamaan Busana muslim/muslimah Bersepatu/sepatu sandal Pada waktu pengajian antar kelas membawa Al-Qur’an dan Buku Catatan
3. Kelengkapan pakaian lain :
- kaos dalam (baik putra/putri)
- rok dalam (saat memakai rok putih)
- ikat pinggang hitam
Pasal 5
Uang Sekolah :
1. Setiap Peserta Didik diwajibkan membayar uang sekolah, selambat-lambatnya tanggal 10 setiap bulannya. Besarnya uang sekolah ditetapkan dan diatur oleh Kepala Sekolah yang disampaikan kepada orang tua/wali Peserta Didik.
2. Sekolah akan mengambil tindakan seperlunya bagi Peserta Didik yang belum melunasi uang sekolah, jika sampai 2 bulan belum membayar, Peserta Didik tersebut dapat diberi sanksi yang akan ditentukan Kepala Sekolah.
Pasal 6
Pengurus Kelas :
1. Setiap kelas (Kelas Formal, Kelas Diniyah dan Kelas pengembangan diri) dibentuk pengurus kelas yang secara bergiliran bertugas menjaga kebersihan dan ketertiban kelas.
2. Pengurus kelas bertugas menyiapkan segala perangkat kelas yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar seperti penghapus, spidol, penggaris dan taplak meja, bunga, sapu, sulak, dan tempat sampah.
3. Pengurus kelas bertanggung jawab terhadap (mengambil dan mengembalikan) Jurnal Kelas.
4. Pengurus kelas harus membersihkan ruangan kelas, merapikan, merawat dan menjaga alat-alat serta barang-barang yang ada di dalam kelas
5. Pengurus kelas bertanggungjawab terhadap keberadaan ruang kelas sebelum dan sesudah guru mengajar.
6. Semua Peserta Didik di dalam kelas berhak dan wajib melaporkan kepada guru pengajar, wali kelas atau kesiswaan tentang tindakan pelanggaran yang ada di dalam kelas.
7. Setiap Peserta Didik harus membuang sampah di tempat sampah.
Pasal 7
Mutasi Peserta Didik :
1. Seorang Peserta Didik yang oleh sesuatu hal terpaksa keluar, orang tua/wali Peserta Didik tersebut harus mengajukan surat yang menerangkan sebab-sebabnya, untuk selanjutnya dikirim kepada Kepala Sekolah melalui Wali Kelas.
2. Seorang Peserta Didik yang keluar karena orang tua/wali Peserta Didik atau dikeluarkan oleh Kepala Sekolah, yang bersangkutan mendapat surat keterangan keluar setelah menyelesaikan urusan administrasi dengan sekolah.
Pasal 8
Kegiatan Ekstrakurikuler :
Setiap Peserta Didik harus mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat bakat masing-masing yang diselenggarakan oleh Sekolah dengan ketentuan yang diatur oleh sekolah.
1. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan diluar jam pelajaran efektif.
2. Kegiatan ekstrakurikuler dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu bersifat wajib dan pilihan.
3. Kegiatan Praktek Pengembangan Diri Siswa.
B A B II
KETERTIBAN, KEBERSIHAN, DAN KEINDAHAN
Pasal 9
Ketertiban Yang Harus Ditegakkan Adalah :
1. Tertib berpakaian dan bersikap sopan,
2. Tertib upacara,
3. Tertib SKJ,
4. Tertib proses belajar mengajar,
5. Tertib bergaul,
6. Tertib berorganisasi,
7. Tertib Ekstrakurikuler,
8. Tertib berseri,
9. Tertib pengajian,
10. Tertib beribadah,
Pasal 10
Kebersihan Dan Keindahan :
1. Wajib menjaga kebersihan kelas, halaman, kamar kecil, dan lingkungan sekolah.
2. Wajib menjaga keindahan dan keutuhan alat-alat inventaris sekolah ditetapkan dari setiap jenis kegiatan.
B A B III
PELANGGARAN DAN SANKSINYA
Pasal 11
Jenis Pelanggaran dan sanksinya dibagi dalam tiga kelompok:
1. Jenis-jenis pelanggaran kategori ringan sebagai berikut:
a. Masuk kelas tanpa ijin bidang keiswaan bila terlambat pada jam pertama, pada pergantian jam Pelajaran, atau setelah jam istirahat
b. Seragam tidak Lengkap/tidak berseragam sesuai ketentuan
c. Tidak mengikuti Upacara Bendera kecuali sakit, tugas dari sekolah atau ijin dari keluarga
d. Tidak mengikuti apel pagi
e. Perusakan Lingkungan, seperti; membuang sampah tidak pada tempatnya, mengotori/mencoret dinding, meja, kursi, dan tempat-tempat lain di dalam dan di luar lingkungan sekolah, merusak fasilitas sekolah, merusak tanaman yang ada di sekolah, dan sebagainya.
f. Menungggak uang SPP
g. Peserta Didik putra berambut panjang (rambut depan sampai kening, rambut belakang nempel kerah baju, dst)
h. Mewarnai rambut maupun kuku
i. Membawa makanan/minuman atau makan/minum serta meletakkan makanan dan minuman diatas meja pada saat KBM.
j. Jajan pada waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
k. Meningggalkan harta/benda pada waktu meninggalkan Kelas, seperti istirahat, Olah Raga, dst.
l. Memakai jaket/jas/sweater/topi saat masuk halaman sekolah dan pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
m. Memakai accesoris berlebihan
n. Menggunakan HP saat KBM
o. Melakukan hal-hal yang mengganggu terlaksananya upacara bendera
p. Peserta Didik putra memakai kemeja/celana ketat (model pensil), cut bray atau beggy, disobek atau ditambal.
2. Sanksi Pelanggaran Kategori Ringan:
Pelanggaran kategori ringan diadakan pembimbingan yang dilakukan oleh:
a. Guru Piket memberi teguran tercatat
b. Dipulangkan, konferensi Kasus oleh Wali Kelas, BK, Staf Kesiswaan dan Orang Tua/Wali Peserta Didik mengisi surat pernyataan I
c. Konferensi kasus Wali Kelas, BK, Orang Tua/Wali, dan Wakasek Kesiswaan, mengisi surat penyataan II
d. Konferensi Kasus Wali Kelas, BK, Orang Tua/Wali, Wakasek, dan Kepala Sekolah mengisi surat pernyataan III
e. Dirujuk untuk di kembalikan kepada Orang Tua/Wali Peserta Didik.
Keterangan:
Kerapian rambut, setelah teguran tercatat, maka cukur di tempat
Seragam tidak lengkap: diberi teguran tercatat, membeli atribut kemudian dipasang sementara(di Kesiswaan).
3. Jenis-jenis Pelanggaran Kategori Sedang sebagai berikut:
a. Tidak berseragam sesuai dengan ketentuan
b. Merokok di luar lingkungan Sekolah dalam Keadaan Berseragam
c. Menciptakan dan atau melakukan kegaduhan, keributan, keonaran, perkelahian, sehingga mengganggu KBM
d. Tidak masuk tanpa ijin/keterangan
e. Membolos
f. Siswa putra Memakai perhiasan dari emas, perak, kayu, plastik, atau sejenisnya.
g. Memakai acesoris (putra) Memakai perhiasan berlebihan dan berhias/bersolek yang berlebihan
h. Berjudi, minum-minuman beralkohol, berkelahi dan menggunakan narkoba di luar sekolah
i. Melakukan intimidasi terhadap sesama Peserta Didik lain sehingga menimbulkan ketakutan/ rasa tidak nyaman.
j. Peserta didik putra berambut panjang (rambut depan sampai kening, rambut belakang nempel krah baju, dst)
k. Peserta didik putri memakai kemeja atau rok ketat /transparan, rok pendek/di atas lutut
l. Peserta didik memakai sandal di lingkungan sekolah
m. Masuk sekolah tanpa surat keterangan dokter dan atau tidak diijinkan orang tua/wali Pesertadidik jika hari sebelumnya tidak hadir tanpa keterangan
n. Meninggalkan kelas/lingkungan sekolah saat KBM sedang berlangsung tanpa ijin guru pengajar dan guru piket
o. Berbicara kotor, mengumpat, bergunjing, menghina, atau menyapa antar sesama siswa atau warga sekolah dengan kata, sapaan atau panggilan yang tidak senonoh.
p. Membawa Handphone, MP3, MP4, dan sejenisnya ke kelas/lingkungan sekolah.
4. Sanksi Pelanggaran Kategori Sedang yaitu diadakan pembimbingan dengan cara:
1) Konferensi kasus Wali Kelas, BK, Orang Tua/Wali , dan Staf Kesiswaan.
2) Konferensi kasus Wali Kelas, BK, Orang Tua/Wali, dan Wakasek Kesiswaan.
3) Konferensi Kasus Wali Kelas, BK, Orang Tua, Wakasek, dan Kepala Sekolah
4) Dirujuk untuk di kembalikan kepada Orangtua.
Keterangan:
Konferensi kasus yang dilakukan untuk pelanggaran tahap sedang, sertai surat pernyataan bertahap (ke-2/ke-3)
5. Jenis-jenis Pelanggaran Kategori Berat adalah sebagai berikut:
a. Berlaku tidak sopan, menghina, membangkang, melawan terhadap kepala sekolah, guru, dan atau karyawan.
b. Merokok di Lingkungan Sekolah
c. Menggunakan Narkoba, minum minuman keras/beralkohol dan yang sejenisnya di lingkungan Sekolah
d. Pacaran di lingkungan sekolah
e. Berkelahi, dan tindak kriminal lainnya
f. Ikut menjadi anggota geng/perkumpulan yang dilarang pemerintah
g. Hamil dan atau melakukan hubungan layaknya suami istri atau menikah selama menjadi Peserta Didik.
h. Memalsukan identitas atau tanda tangan orang lain (misalnya, kepala sekolah, guru, karyawan, orang tua, teman) untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
i. Melakukan pencurian dan atau menyembunyikan serta memindah tangankan barang milik orang lain atau yang bukan miliknya baik dalam jumlah kecil atau besar.
j. Melakukan perbuatan asusila seperti berperilaku tidak senonoh terhadap lawan jenis di lingkungan sekolah.
k. Membawa, mengedarkan bacaan, gambar, sketsa, audio/video porno, atau menonton film/majalah porno.
l. Membawa atribut yang mengandung unsur SARA, pornografi dan Pornoaksi
m. Melakukan tindak kekerasan fisik terhadap pihak lain baik secara individu maupun kelompok.
n. Membawa, menyimpan, menyembunyikan petasan atau bahan peledak lainnya di lingkungan sekolah sehingga menimbulkan kerusakan dan mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain.
o. Membawa, menyimpan, memakai, dan atau mengedarkan minuman keras, narkoba, dan zat adiktif lainnya.
p. Melakukan atau terlibat dalam tindakan kriminal baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.
q. Bertato
6. Sanksi Pelanggaran Kategori Berat diadakan pembimbingan dengan cara:
a. Konferensi Kasus antara Orang tua/Wali Peserta Didik, Wali Kelas, BK, Wakasek, dan Kepala Sekolah
b. Dirujuk untuk dikembalikan kepada Orang Tua/Wali Peserta Didik
BAB IV
REWARD
(PENGHARGAAN BAGI SISWA BERPRESTASI)
Pasal 12
1. Selama menjadi siswa tidak pernah melanggar tata tertib, disengaja maupun tidak disengaja dan nilai rata-ratanya minimal 80, mendapatkan penghargaan berupa piagam dan bimbingan belajar secara gratis disekolah
2. Anak Yatim yang berasal dari keluarga tidak mampu dan mempunyai prestasi baik dengan rata-rata nilai minimal 75, mendapat keringanan SPP sebesar 30% dari besarnya SPP
3. Siswa yang memperoleh prestasi dan mengharumkan nama sekolah akan mendapatkan penghargaan dari sekolah;
a. Juara tingkat Sekolah mendapat fasilitas biaya satu bulan SPP
b. Juara lomba prestasi tingkat kota mendapat fasilitas biaya tiga bulan SPP
c. Juara lomba prestasi tingkat propinsi mendapat fasilitas biaya enam bulan SPP
d. Juara lomba prestasi tingkat nasional mendapat fasilitas biaya dua belas bulan SPP
B A B V
PENUTUP
Pasal 13
Tata tertib di lingkungan SMA Islam Wasilatul Huda Ngasem Bojonegoro ini mengikat Peserta Didik sejak berangkat dari rumah, di sekolah sampai tiba di rumah kembali.
Pasal 14
Setiap Peserta Didik wajib melaksanakan ketentuan yang tercantum dalam tata tertib secara konsekwen dan penuh kesadaran
Pasal 15
Setiap pelanggaran terhadap tata tertib sekolah berakibat jatuhnya sanksi yang bersifat mendidik kepada yang bersangkutan.
Pasal 23
Peraturan Tata Tertib Sekolah yang belum dimuat dalam lembaran ini, langsung akan disampaikan kepada Peserta Didik oleh Kepala Sekolah pada setiap kesempatan.
Senin, 28 Juni 2010
Sikap Pelajar di Era Modern
”SIKAP PELAJAR ERA MODERN”
Disusun Oleh : Uswatun Nur Juniati, Siti Khumaidah, Sumiatun, Ari Lusiana, M. Taufik
1. Latar Belakang
Dalam menyusun makalah ini kami sengaja menulis mengenai Sikap Pelajar Era Modern“ Dalam hal ini kami ingin melihat seberapa jauh zaman modern ini dapat cara hidup seorang pelajar, karena menurut kami selain membawa dampak positif cara hidup modern juga mempunyai dampak negatif yang justru lebih banyak terlihat dikalangan masyarakat dan meresahkan masyarakat.
Seharusnya kita sebagai pelajar yang mempunyai pegangan hidup yaitu Agama, semestinya kita harus dapat membentengi diri kita agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang negatif. Selain itu kami membuat makalah ini untuk memberi sedikit wawasan kepada para pelajar yang merupakan pemuda penerus bangsa Indonesia.
Agar tercapai pemuda yang aktif, kreatif, inovatif dalam hal yang positif, kami sedikit melakukan upaya yaitu membuat makalah ini. Tetapi tanpa kesadaran diri para pemuda / pelajar semua itu tidak akan terwujud.
2. Ruang Lingkup Masalah
Adapun ruang lingkup masalah yang kami tulis menceritakan tentang “Sikap Pelajar Era Modern“ yang mana semain maju teknologi dan pengetahuan dapat merubah cara hidup ataupun gaya hidup seorang pelajar.
Kami mencoba melakukan pengamatan di sekolah dan mensurvei beberapa pelajar untuk mengetahui sejauh mana pelajar sekarang mengenai dunia luar. Dengan pemgamatan dan survei kami ingin membuat suatu makalah yang mana didalamnya membahas tentang “Sikap Pelajar Era Modern“.
Kami mensurvei dari 100 siswa yang ada di sekolah SMAI Wasilatul Huda.
3. Rumusan Masalah
a. Apakah yang dilakukan siswa di Era Modern ?
b. Mengapa siswa melakukan itu ?
c. Bagaimana siswa terbebas untuk melakukan itu ?
4. Tujuan
a. Agar pembaca lebih tahu sejauh mana perlambangan zaman saat ini yang dapat dengan mudah merubah cara hidup seseorang
b. Untuk menarik peminat pembaca yang mungkin merasa jenuh dengan judul-judul yang sudah sering kali ditulis dalam bentuk makalah pada umumnya
c. Supanya siswa tahu sejauh mana perubahan yang ada dalam diri mereka dengan keadaan seperti saat ini.
d. Agar mereka tahu dampak negatif ataupun positif yang sudah mereka kerjakan atau baru mereka pelajari saat ini tentang hidup dengan cara moderen.
5. Metode penelitian
Didalam menulis makalah ini kami memakai metode dengan menggunakan angket dan sedikit wawancara. Kami menggunakan angket karena cara itu lebih mudah dan lebih simpel. Dengan cara itu kita juga bisa mendapatkan jawaban yang sama dengan jelas dan dapat menguraikan jawaban, Jawaban itu juga jauh lebih mudah.
Selain itu kita juga memakai sedikit wawancara untuk menambah kejelasan dari angket tersebut. Dengan metode-metode diatas kami semua dapat mudah dalam pembuatan makalah. Kami berupaya untuk menyempurnakan makalh yang kami buat sedemikian rupa makalah-makalah pada umumnya.
Diera moderen ini, kita dapat melihat berbagai macam teknologi yang semakin lama semakin canggih. Banyak sekali pelajar maupun orang biasa yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. Hampir % pelajar saat ini memilih merubah cara belajar mereka menggunakan teknologi yang lebih canggih untuk belajar, karena dengan menggunakan teknologi tersebut mereka dapat mendapatkan informasi yang jauh lebih lengkap dan mudah dari pada mereka harus belajar dengan menggunakan cara lama yang lebih ribet, tapi tak jarang dari mereka juga menggunakan cara lama serta menggunakan cara yang moderen, mereka menggabungkan dua cara tersebut untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan mereka dapat memperoleh perbandingan dan informasi yang telah didapatnya.
Untuk memperoleh informasi, pengetahuan dan pengalaman lebih banyak para pelajar dizaman globalisasi ini menggunakan teknologi canggih seperti komputer. Kebanyakan pelajaran dizaman sekarang ini banyak menggunakan komputer untuk masuk dalam fasilitas internet. Dalam internet itulah itulah para pelajar bisa menggali banyak pengetahuan. Disamping para pelajar, Orang biasapun menggunakan internet sebagai ajang hiburan.
Mungkin untuk dijaman dulu belum ada fasilitas-fasilitas semacam itu, yang ada hanyalah satu yaitu BUKU. Buku itulah yang digunakan para pelajar jaman dahulu untuk menambah pengetahuannya. Selain buku mereka juga memakai hasil penelitian secara langsung.
Di era modern seperti ini para pelajar dengan leluasa melakukan apa yang mereka inginkan. Dari segi pergaulan misalnya, seorang siswa kerap melakukan hal-hal yang kurang baik karena untuk mengikuti perkembangan zaman. Di saat-saat seperti para pelajar biasanya gaul baik dari segi penampilan maupun tingkah laku. Gaul sih boleh-boleh saja yang penting jangan sampai kelewat batas. Dalam keadaan seperti ini orang tua harus ikut berperan dalam membimbing dan mengawasi putra-putrinya agar tidak terjerumus dalam dunia yang gelap. Tetapi untuk pelajar sendiri dalam kehidupan Era modern seperti ini mereka harus memiliki bekal yang banyak terutama iman dan taqwanya kepada Allah.
Dalam proses belajar mereka para pelajar harus bisa menyaring mana hal yang positif dan mana yang negatif baik dari segi ilmu pengetahuan maupun tingkah laku. Tetapi para pelajar zaman sekarang sebagian besar mereka tidak sanggup menghadapi kehidupan maya yang ada selama ini.
Penutup
Kami membuat makalah ini karena kami bermaksud agar pelajar saat ini lebih berhati-hati. Karena di Era yang modern ini banyak sekali pengaruh-pengaruh yang negatif yang ada disekeliling kita. Dan banyak sekali pelajar tidak dapat menghindari pengaruh tersebut dan mereka terbawa untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak senonoh (negatif), oleh karena itu dibutuhkan sekali pengawasan dari orang tua atau guru, ataupun pengarahan dari mereka agar mereka dapat belajar dengan benar dan tetap menjadi diri mereka sendiri.
Saran
Agar kita tidak terjerumus kedalam perbuatan yang negatif bekalilah diri kalian dengan pengetahuan agama, paling tidak kalian tau mana yang baik buat kalian. Dan jangan sekali-kali meniru perilaku – perilaku yang menyimpang dari agama, jadilah diri kalian sendiri dan dengan kelebihan maupun kekurangan kalian, karena kita tau di dunia ini tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah semata.
Hasil Angket :
1. Apakah yang dilakukan siswa di era moderen ?
a. Merubah cara belajar dengan media yang lebih canggih saja : 15%
b. Tetap memakai cara lama dengan membaca buku saja : 11 %
c. Memanfaatkan media & buku sebagai alat untuk belajar : 59 %
d. Bermain hp, mereka menganggap teknologi lebih penting dari pada pelajaran : 3%
2. Mengapa siswa melakukan itu ?
a. Karena ingin tahu dunia luar : 8%
b. Karena gengsi : 8%
c. Karena ingin mendapatkan pengetahuan dan pengalaman : 74%
d. Karena sudah zaman : 3% , karena keinginan : 5%
3. Mengapa, siswa terbebas melakukan itu ?
a. Karena memang tidak ada batasan bagi mereka : 23%
b. Karena tidak adanya pengarahan khusus bagi mereka : 26%
c. Kurangnya pengetahuan dari sekolah : 40%
d. Karena dilarang 1, kurangnya pengawasan dari orangtua : 5%
4. Kapan mereka melakukan itu ?
a. Saat di sekolah : 19%
b. Saat dirumah : 8%
c. Dirumah dan di sekolah : 54%
d. Diluar rumah dan di sekolah : 7%, sesukanya : 8%
5. Siapa pengarah siswa untuk melakukan itu ?
a. Orang tua : 4%
b. Guru : 36%
c. Teman : 24%
d. Pacar : 2%, Semua pihak : 4%, pengaruh pergaulan : 1%, diri sendiri : 1%
Disusun Oleh : Uswatun Nur Juniati, Siti Khumaidah, Sumiatun, Ari Lusiana, M. Taufik
1. Latar Belakang
Dalam menyusun makalah ini kami sengaja menulis mengenai Sikap Pelajar Era Modern“ Dalam hal ini kami ingin melihat seberapa jauh zaman modern ini dapat cara hidup seorang pelajar, karena menurut kami selain membawa dampak positif cara hidup modern juga mempunyai dampak negatif yang justru lebih banyak terlihat dikalangan masyarakat dan meresahkan masyarakat.
Seharusnya kita sebagai pelajar yang mempunyai pegangan hidup yaitu Agama, semestinya kita harus dapat membentengi diri kita agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang negatif. Selain itu kami membuat makalah ini untuk memberi sedikit wawasan kepada para pelajar yang merupakan pemuda penerus bangsa Indonesia.
Agar tercapai pemuda yang aktif, kreatif, inovatif dalam hal yang positif, kami sedikit melakukan upaya yaitu membuat makalah ini. Tetapi tanpa kesadaran diri para pemuda / pelajar semua itu tidak akan terwujud.
2. Ruang Lingkup Masalah
Adapun ruang lingkup masalah yang kami tulis menceritakan tentang “Sikap Pelajar Era Modern“ yang mana semain maju teknologi dan pengetahuan dapat merubah cara hidup ataupun gaya hidup seorang pelajar.
Kami mencoba melakukan pengamatan di sekolah dan mensurvei beberapa pelajar untuk mengetahui sejauh mana pelajar sekarang mengenai dunia luar. Dengan pemgamatan dan survei kami ingin membuat suatu makalah yang mana didalamnya membahas tentang “Sikap Pelajar Era Modern“.
Kami mensurvei dari 100 siswa yang ada di sekolah SMAI Wasilatul Huda.
3. Rumusan Masalah
a. Apakah yang dilakukan siswa di Era Modern ?
b. Mengapa siswa melakukan itu ?
c. Bagaimana siswa terbebas untuk melakukan itu ?
4. Tujuan
a. Agar pembaca lebih tahu sejauh mana perlambangan zaman saat ini yang dapat dengan mudah merubah cara hidup seseorang
b. Untuk menarik peminat pembaca yang mungkin merasa jenuh dengan judul-judul yang sudah sering kali ditulis dalam bentuk makalah pada umumnya
c. Supanya siswa tahu sejauh mana perubahan yang ada dalam diri mereka dengan keadaan seperti saat ini.
d. Agar mereka tahu dampak negatif ataupun positif yang sudah mereka kerjakan atau baru mereka pelajari saat ini tentang hidup dengan cara moderen.
5. Metode penelitian
Didalam menulis makalah ini kami memakai metode dengan menggunakan angket dan sedikit wawancara. Kami menggunakan angket karena cara itu lebih mudah dan lebih simpel. Dengan cara itu kita juga bisa mendapatkan jawaban yang sama dengan jelas dan dapat menguraikan jawaban, Jawaban itu juga jauh lebih mudah.
Selain itu kita juga memakai sedikit wawancara untuk menambah kejelasan dari angket tersebut. Dengan metode-metode diatas kami semua dapat mudah dalam pembuatan makalah. Kami berupaya untuk menyempurnakan makalh yang kami buat sedemikian rupa makalah-makalah pada umumnya.
Diera moderen ini, kita dapat melihat berbagai macam teknologi yang semakin lama semakin canggih. Banyak sekali pelajar maupun orang biasa yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. Hampir % pelajar saat ini memilih merubah cara belajar mereka menggunakan teknologi yang lebih canggih untuk belajar, karena dengan menggunakan teknologi tersebut mereka dapat mendapatkan informasi yang jauh lebih lengkap dan mudah dari pada mereka harus belajar dengan menggunakan cara lama yang lebih ribet, tapi tak jarang dari mereka juga menggunakan cara lama serta menggunakan cara yang moderen, mereka menggabungkan dua cara tersebut untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan mereka dapat memperoleh perbandingan dan informasi yang telah didapatnya.
Untuk memperoleh informasi, pengetahuan dan pengalaman lebih banyak para pelajar dizaman globalisasi ini menggunakan teknologi canggih seperti komputer. Kebanyakan pelajaran dizaman sekarang ini banyak menggunakan komputer untuk masuk dalam fasilitas internet. Dalam internet itulah itulah para pelajar bisa menggali banyak pengetahuan. Disamping para pelajar, Orang biasapun menggunakan internet sebagai ajang hiburan.
Mungkin untuk dijaman dulu belum ada fasilitas-fasilitas semacam itu, yang ada hanyalah satu yaitu BUKU. Buku itulah yang digunakan para pelajar jaman dahulu untuk menambah pengetahuannya. Selain buku mereka juga memakai hasil penelitian secara langsung.
Di era modern seperti ini para pelajar dengan leluasa melakukan apa yang mereka inginkan. Dari segi pergaulan misalnya, seorang siswa kerap melakukan hal-hal yang kurang baik karena untuk mengikuti perkembangan zaman. Di saat-saat seperti para pelajar biasanya gaul baik dari segi penampilan maupun tingkah laku. Gaul sih boleh-boleh saja yang penting jangan sampai kelewat batas. Dalam keadaan seperti ini orang tua harus ikut berperan dalam membimbing dan mengawasi putra-putrinya agar tidak terjerumus dalam dunia yang gelap. Tetapi untuk pelajar sendiri dalam kehidupan Era modern seperti ini mereka harus memiliki bekal yang banyak terutama iman dan taqwanya kepada Allah.
Dalam proses belajar mereka para pelajar harus bisa menyaring mana hal yang positif dan mana yang negatif baik dari segi ilmu pengetahuan maupun tingkah laku. Tetapi para pelajar zaman sekarang sebagian besar mereka tidak sanggup menghadapi kehidupan maya yang ada selama ini.
Penutup
Kami membuat makalah ini karena kami bermaksud agar pelajar saat ini lebih berhati-hati. Karena di Era yang modern ini banyak sekali pengaruh-pengaruh yang negatif yang ada disekeliling kita. Dan banyak sekali pelajar tidak dapat menghindari pengaruh tersebut dan mereka terbawa untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak senonoh (negatif), oleh karena itu dibutuhkan sekali pengawasan dari orang tua atau guru, ataupun pengarahan dari mereka agar mereka dapat belajar dengan benar dan tetap menjadi diri mereka sendiri.
Saran
Agar kita tidak terjerumus kedalam perbuatan yang negatif bekalilah diri kalian dengan pengetahuan agama, paling tidak kalian tau mana yang baik buat kalian. Dan jangan sekali-kali meniru perilaku – perilaku yang menyimpang dari agama, jadilah diri kalian sendiri dan dengan kelebihan maupun kekurangan kalian, karena kita tau di dunia ini tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah semata.
Hasil Angket :
1. Apakah yang dilakukan siswa di era moderen ?
a. Merubah cara belajar dengan media yang lebih canggih saja : 15%
b. Tetap memakai cara lama dengan membaca buku saja : 11 %
c. Memanfaatkan media & buku sebagai alat untuk belajar : 59 %
d. Bermain hp, mereka menganggap teknologi lebih penting dari pada pelajaran : 3%
2. Mengapa siswa melakukan itu ?
a. Karena ingin tahu dunia luar : 8%
b. Karena gengsi : 8%
c. Karena ingin mendapatkan pengetahuan dan pengalaman : 74%
d. Karena sudah zaman : 3% , karena keinginan : 5%
3. Mengapa, siswa terbebas melakukan itu ?
a. Karena memang tidak ada batasan bagi mereka : 23%
b. Karena tidak adanya pengarahan khusus bagi mereka : 26%
c. Kurangnya pengetahuan dari sekolah : 40%
d. Karena dilarang 1, kurangnya pengawasan dari orangtua : 5%
4. Kapan mereka melakukan itu ?
a. Saat di sekolah : 19%
b. Saat dirumah : 8%
c. Dirumah dan di sekolah : 54%
d. Diluar rumah dan di sekolah : 7%, sesukanya : 8%
5. Siapa pengarah siswa untuk melakukan itu ?
a. Orang tua : 4%
b. Guru : 36%
c. Teman : 24%
d. Pacar : 2%, Semua pihak : 4%, pengaruh pergaulan : 1%, diri sendiri : 1%
Sabtu, 24 April 2010
EKSPLOITASI MINYAK DI DAERAH BOJONEGORO
EKSPLOITASI MINYAK DI DAERAH
BOJONEGORO
DISUSUN OLEH :
IMA PRIHATAMA,DWI LULUK ATUL AZAH, PUJI ASTUTIK,SITI KHOMARIYAH,IMAM KUSNADI,HAMAM MUNDIR
SMA ISLAM MA’ARIF NU WASILATUL HUDA
Jl.Raya Ngasem-Kalitidu No.231 Dukohkidul Ngasem Bojonegoro
APRIL 2010
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Dalam menyusun makalah ini kami menulis mengenai “ ”Eksploitasi Minyak Di Daerah Bojonegoro”“. Dalam hal ini kami ingin mengetahui tanggapan masyarakat tentang semakin meningkatnya daerah-daerah yang memilki sumber minyak yang dimanfaatkan secara berlebihan.
Sebagi seorang pelajar sekaligus masyarakat Bojonegoro, seharusnya kita bersikap kritis mengenai tindakan tersebut yang tidak hanya berdampak positif tetapi juga negatif. Disamping itu, pembuatan makalah ini untuk memberi wawasan serta motivasi kepada para pelajar sekaligus masyarakat agar ikut memikirkan mengenai hal tersebut. Serta bagimana keadaan masyarakat Bojonegoro untuk kedepannya.
Sebagi salah satu wujud kepedulian kami tentang hal tersebut, ,maka kami membuat makalah berjudul ”Eksploitasi Minyak Di Daerah Bojonegoro” di daerah Bojonegoro. Semoga makalah ini bisa menjadi sedikit renungan bagi semua pihak.
I.2 Ruang Lingkup Masalah
Adapun ruang lingkup masalah yang ada dalam makalah kami yang berjudul ”Eksploitasi Minyak Di Daerah Bojonegoro”. Yakni mengenai pemanfaatan SDA yang berlebihan. Salah satunya adalah minyak. Dalam hal ini kami mencoba melakukan pengamatan dengan mewawancarai masyarakat yang tinggal disekitar daerah lokasi pemanfaatan minyak tersebut. Serta mensurvei 100 pelajar untuk mengetahui tanggapan tentang hal tersebut.
Daru hasil pengamatan tersebut kami buat menjadi sebuah makalah yang berisi sedikit penjelasan mengenai ”Eksploitasi Minyak Di Daerah Bojonegoro”.
I.3 Rumusan Masalah
I.3.1 Bagaimanakah tanggapan masyarakat mengenai Eksploitasi Minyak ?
I.3.2 Mengapa masyarakat berpendapat seperti itu ?
I.3.3 Tindakan apa yang dilakukan masyarakat mengenai hal tersebut ?
1.4 Tujuan
1.4.1. Untuk memberi wawasan serta motivasi bagi pembaca mengenai pemanfaatan minyak yang berlebihan.
1.4.2. Agar pembaca mengetahui apa saja dampak yang akan terjadi dengan adanya tindakan tersebut.
1.4.3. Agar pembaca juga ikut memikirkan bagimana keadaan masyarakat dan bagaimana Bojonegoro kedepannya.
1.5 Metode penelitian
Dalam menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini, kami menggunakan metode angket serta ditambah dengan sedikit wawancara. Kami menggunakan metode tersebut karena lebih efektif dan juga kita bisa memperoleh tanggapan-tanggapan dengan jelas.
Selain itu kita juga bisa mengetahui respon masyarakt maupun pekajar secara langsung. Dengan metode tersebut akan lebih mempermudah kami dalam menyusun makalah ini dan juga sebagi salah satu cara untuk menyempurnakan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Di dalam menaggapi Eksploitasi Minyak di daerah Bojonegoro banyak masyarakat yang memngeluarkan pendapat dengan adanya hal tersebut. Dari beberapa masyarakt yang telah kami survei , ada yang berpendapat setuju dan ada yang tidak setuju.
Bagi masyarakat yang setuju, mereka beranggapan bahwa salah satu cara untuk memajukan daerah Bojonegoro yakni dengan adanya Eksploitasi Minyak. Karena itu juga bisa menjadi sumber penghasilan bagi pemerintah di daerah Bojonegoro.
Tapi lain halnya dengan masyarakat ayng tidak setuju dengan adanya hal tersebut mereka beranggapan bahwa dengan adanya Eksploitasi Minyak hanya akan membuat pemborosan SDA. Selain membuat pemborosan SDA, masyarakat disekitar pengeboran minyak juga sudah merasakan dampak yang ditimbulkan. Seperti bau yang menyengat, munculnya wabah penyakit, serta banyak masyarakat yang masuk rumah sakit akibat keracunan gas yang bercampur dengan Oksigenyang mereka hirup setiap hari.
2.2. Setiap masyarakat memiliki opini masing-masing, begitu puladalam menaggapi masalah Eksploitasi Minyak di wilayah Bojonegoro. Banyak masyarakat menganggap dengan adanya pengeboran minyak di wilayah Bojonegoro bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjadikan wilayhah Bojonegoro lebih maju.
Bertentangan dengan masyarakat yang tidak setuju pada pengeboran minyak di wilayah Bojonegoro. Mereka beranggapan bahwa pengeboran minyak di wilayah Bojonegoro hanya akan membuat masalah bagi masyarakat. Meskipun mereka tidak memungkiri dengan adanya pengeboran minyak bisa memajukan wilayah Bojonegoro dan secara tidak langsung taraf hidup masyarakat menjadi lebih baik. Tapi kemajuan itu tidak akan bertahan lama. Seperti halnya Porong-Sidoarjo yang sekarang menjadi lautan lumpur. Dan semoga saja kita tidak mengalami nasib yang sama.
2.3. Masyrakat yang telah mengetahui dampak dari Eksploitasi Minyak berupa dampak positif dan dampak negatif. Setiap masyarakat pasti ingin yang terbaik buat tempat tinggalnya. Begitu pula masyarakat Bojonegoro, walaupun banyak yang setuju dan tidak setuju, tapi itu semua demi kebaikan daerah Bojonegoro.
Dalam proses pengeboran minyak pasti ada resiko yang ditimbulkan. Untuk meminimalisir resiko yang tidak diinginkan, beberapa saran telah diberikan oleh masyarakat. Diantara saran masyarakat adalah migrsi ketempat yang lebih aman. Karena dengan cara migrasi, masyarakat bisa meminimalisir terjadinya hal-hal yamg bisa menghilangkan nyawa, harta benda, dan penyesalan yang menjadikan bertambahnya kesedihan masyarakat.
Selain usaha lahiriah kita juga harus berusaha secara batiniah. Dengan cara berdo’a kepada Tuhan agar Bojonegoro tetap aman-aman saja.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari beberapa hal yang telah kami jelaskan, dapat kita ketahui bahwa Eksploitasi Minyak di daerah Bojonegoro bisa menimbulkan beberapa hal yang bisa bermanfaat dan juga beberapa hal yang bisa berakibat fatal terhadap masyarakat Bojonegoro itu sendiri.
Banyak masyarakat yang menanggapi etntang hal ini, ada 27% masyarakat yang setuju dan ada 45% masyarakat yang kurang setuju, dari tanggapan masyarakat tersebut dapat kita ketahui bahwa ternyata lebih banyak masyarakat yang kurang setuju dengan adanya “Eksploitasi Minyak Di Bojonegoro“.
3.2 SARAN
.Dengan adanya “Eksploitasi Minyak“ dapat menimbulkan berbagai dampak, salah satunya dampak negatif, untuk mengantisipasi hal tersebut sebaiknya masyarakat Migrasi ketempat yang lebih aman, selain itu juga harus dibekali dengan agama dan iman yang kuat sebagai pertahanan batin apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh masyarakat.
lampiran
1. a. Setuju : 27%
b. Tidak setuju : 26%
c. Kurang setuju : 45%
d. Sangat setuju : 0%
e. Menurut pendapat masing-masing : 2%
2. a. Mengeluarkan bau yang menyengat : 27%
b. Pemborosan SDA : 38%
c. Menjadikan wilayah Bojonegoro lebih maju : 25%
d. Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sementara :5%
e. Menurut pendapat masing-masing : 5%
3. a. Kedudukan antara Desa dan Kota jadi setara : 18%
b. Munculnya wabah penyakit disekitar pengeboran minyak : 30%
c. Pemanasan Global yang semakin meningkat : 42%
d. Meningkatnya taraf hidup masyarakat sementara : 5%
e. Menurut pendapat masing-masing : 5%
4. a. Mempertebal iman : 11%
b. Migrasi ketempat yang lebih aman : 23%
c. Berusaha untuk mengendalikan diri : 50%
d. selalu berfikir positif dalam segala hal : 11%
e. Menurut pendapat masing-masing : 5%
BOJONEGORO
DISUSUN OLEH :
IMA PRIHATAMA,DWI LULUK ATUL AZAH, PUJI ASTUTIK,SITI KHOMARIYAH,IMAM KUSNADI,HAMAM MUNDIR
SMA ISLAM MA’ARIF NU WASILATUL HUDA
Jl.Raya Ngasem-Kalitidu No.231 Dukohkidul Ngasem Bojonegoro
APRIL 2010
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Dalam menyusun makalah ini kami menulis mengenai “ ”Eksploitasi Minyak Di Daerah Bojonegoro”“. Dalam hal ini kami ingin mengetahui tanggapan masyarakat tentang semakin meningkatnya daerah-daerah yang memilki sumber minyak yang dimanfaatkan secara berlebihan.
Sebagi seorang pelajar sekaligus masyarakat Bojonegoro, seharusnya kita bersikap kritis mengenai tindakan tersebut yang tidak hanya berdampak positif tetapi juga negatif. Disamping itu, pembuatan makalah ini untuk memberi wawasan serta motivasi kepada para pelajar sekaligus masyarakat agar ikut memikirkan mengenai hal tersebut. Serta bagimana keadaan masyarakat Bojonegoro untuk kedepannya.
Sebagi salah satu wujud kepedulian kami tentang hal tersebut, ,maka kami membuat makalah berjudul ”Eksploitasi Minyak Di Daerah Bojonegoro” di daerah Bojonegoro. Semoga makalah ini bisa menjadi sedikit renungan bagi semua pihak.
I.2 Ruang Lingkup Masalah
Adapun ruang lingkup masalah yang ada dalam makalah kami yang berjudul ”Eksploitasi Minyak Di Daerah Bojonegoro”. Yakni mengenai pemanfaatan SDA yang berlebihan. Salah satunya adalah minyak. Dalam hal ini kami mencoba melakukan pengamatan dengan mewawancarai masyarakat yang tinggal disekitar daerah lokasi pemanfaatan minyak tersebut. Serta mensurvei 100 pelajar untuk mengetahui tanggapan tentang hal tersebut.
Daru hasil pengamatan tersebut kami buat menjadi sebuah makalah yang berisi sedikit penjelasan mengenai ”Eksploitasi Minyak Di Daerah Bojonegoro”.
I.3 Rumusan Masalah
I.3.1 Bagaimanakah tanggapan masyarakat mengenai Eksploitasi Minyak ?
I.3.2 Mengapa masyarakat berpendapat seperti itu ?
I.3.3 Tindakan apa yang dilakukan masyarakat mengenai hal tersebut ?
1.4 Tujuan
1.4.1. Untuk memberi wawasan serta motivasi bagi pembaca mengenai pemanfaatan minyak yang berlebihan.
1.4.2. Agar pembaca mengetahui apa saja dampak yang akan terjadi dengan adanya tindakan tersebut.
1.4.3. Agar pembaca juga ikut memikirkan bagimana keadaan masyarakat dan bagaimana Bojonegoro kedepannya.
1.5 Metode penelitian
Dalam menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini, kami menggunakan metode angket serta ditambah dengan sedikit wawancara. Kami menggunakan metode tersebut karena lebih efektif dan juga kita bisa memperoleh tanggapan-tanggapan dengan jelas.
Selain itu kita juga bisa mengetahui respon masyarakt maupun pekajar secara langsung. Dengan metode tersebut akan lebih mempermudah kami dalam menyusun makalah ini dan juga sebagi salah satu cara untuk menyempurnakan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Di dalam menaggapi Eksploitasi Minyak di daerah Bojonegoro banyak masyarakat yang memngeluarkan pendapat dengan adanya hal tersebut. Dari beberapa masyarakt yang telah kami survei , ada yang berpendapat setuju dan ada yang tidak setuju.
Bagi masyarakat yang setuju, mereka beranggapan bahwa salah satu cara untuk memajukan daerah Bojonegoro yakni dengan adanya Eksploitasi Minyak. Karena itu juga bisa menjadi sumber penghasilan bagi pemerintah di daerah Bojonegoro.
Tapi lain halnya dengan masyarakat ayng tidak setuju dengan adanya hal tersebut mereka beranggapan bahwa dengan adanya Eksploitasi Minyak hanya akan membuat pemborosan SDA. Selain membuat pemborosan SDA, masyarakat disekitar pengeboran minyak juga sudah merasakan dampak yang ditimbulkan. Seperti bau yang menyengat, munculnya wabah penyakit, serta banyak masyarakat yang masuk rumah sakit akibat keracunan gas yang bercampur dengan Oksigenyang mereka hirup setiap hari.
2.2. Setiap masyarakat memiliki opini masing-masing, begitu puladalam menaggapi masalah Eksploitasi Minyak di wilayah Bojonegoro. Banyak masyarakat menganggap dengan adanya pengeboran minyak di wilayah Bojonegoro bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjadikan wilayhah Bojonegoro lebih maju.
Bertentangan dengan masyarakat yang tidak setuju pada pengeboran minyak di wilayah Bojonegoro. Mereka beranggapan bahwa pengeboran minyak di wilayah Bojonegoro hanya akan membuat masalah bagi masyarakat. Meskipun mereka tidak memungkiri dengan adanya pengeboran minyak bisa memajukan wilayah Bojonegoro dan secara tidak langsung taraf hidup masyarakat menjadi lebih baik. Tapi kemajuan itu tidak akan bertahan lama. Seperti halnya Porong-Sidoarjo yang sekarang menjadi lautan lumpur. Dan semoga saja kita tidak mengalami nasib yang sama.
2.3. Masyrakat yang telah mengetahui dampak dari Eksploitasi Minyak berupa dampak positif dan dampak negatif. Setiap masyarakat pasti ingin yang terbaik buat tempat tinggalnya. Begitu pula masyarakat Bojonegoro, walaupun banyak yang setuju dan tidak setuju, tapi itu semua demi kebaikan daerah Bojonegoro.
Dalam proses pengeboran minyak pasti ada resiko yang ditimbulkan. Untuk meminimalisir resiko yang tidak diinginkan, beberapa saran telah diberikan oleh masyarakat. Diantara saran masyarakat adalah migrsi ketempat yang lebih aman. Karena dengan cara migrasi, masyarakat bisa meminimalisir terjadinya hal-hal yamg bisa menghilangkan nyawa, harta benda, dan penyesalan yang menjadikan bertambahnya kesedihan masyarakat.
Selain usaha lahiriah kita juga harus berusaha secara batiniah. Dengan cara berdo’a kepada Tuhan agar Bojonegoro tetap aman-aman saja.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari beberapa hal yang telah kami jelaskan, dapat kita ketahui bahwa Eksploitasi Minyak di daerah Bojonegoro bisa menimbulkan beberapa hal yang bisa bermanfaat dan juga beberapa hal yang bisa berakibat fatal terhadap masyarakat Bojonegoro itu sendiri.
Banyak masyarakat yang menanggapi etntang hal ini, ada 27% masyarakat yang setuju dan ada 45% masyarakat yang kurang setuju, dari tanggapan masyarakat tersebut dapat kita ketahui bahwa ternyata lebih banyak masyarakat yang kurang setuju dengan adanya “Eksploitasi Minyak Di Bojonegoro“.
3.2 SARAN
.Dengan adanya “Eksploitasi Minyak“ dapat menimbulkan berbagai dampak, salah satunya dampak negatif, untuk mengantisipasi hal tersebut sebaiknya masyarakat Migrasi ketempat yang lebih aman, selain itu juga harus dibekali dengan agama dan iman yang kuat sebagai pertahanan batin apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh masyarakat.
lampiran
1. a. Setuju : 27%
b. Tidak setuju : 26%
c. Kurang setuju : 45%
d. Sangat setuju : 0%
e. Menurut pendapat masing-masing : 2%
2. a. Mengeluarkan bau yang menyengat : 27%
b. Pemborosan SDA : 38%
c. Menjadikan wilayah Bojonegoro lebih maju : 25%
d. Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sementara :5%
e. Menurut pendapat masing-masing : 5%
3. a. Kedudukan antara Desa dan Kota jadi setara : 18%
b. Munculnya wabah penyakit disekitar pengeboran minyak : 30%
c. Pemanasan Global yang semakin meningkat : 42%
d. Meningkatnya taraf hidup masyarakat sementara : 5%
e. Menurut pendapat masing-masing : 5%
4. a. Mempertebal iman : 11%
b. Migrasi ketempat yang lebih aman : 23%
c. Berusaha untuk mengendalikan diri : 50%
d. selalu berfikir positif dalam segala hal : 11%
e. Menurut pendapat masing-masing : 5%
Panen Raya
Melalui panen raya itu, SMAI memperoleh laba bersih kurang lebih Rp. 1.500.000,- dan tentunya ini merupakan sebuah hal yang patut untuk ditindaklanjuti lebih serius lagi untuk mengatasi persoalan finansial yang ada di YPPWH dan khususnya SMAI yang selama ini dirasa kurang mendapatkan perhatian dari pihak yayasan sendiri.
Jumat, 15 Januari 2010
Langganan:
Komentar (Atom)