Selasa, 26 April 2011

MITOS - MITOS TOP TEN RANGKING DI GOOGLE DAN YAHOO

Top Ten Ranking Google
Mitos seputaran SEO dari tahun ke tahun semakin menggila. Ada yang mendasarkan pada realitas di lapangan, ada juga yang mendasarkan pada perkiraan perkiraan, dikarenakan sangat sulit untuk di buktikan action SEO tertentu seperti apakah yang dapat membuat search engine bereaksi .Ini dia rahasia rangking google

Ambil contoh, ketika kita melakukan suatu perubahan pada satu halaman site, kemudian dalam beberapa hari anda akan menemukan posisi rangking untuk kata kunci tertentu di Google yang telah mengalami perubahan. Anda akan mengasumsikan bahwa perubahan rangking di mitos Google di sebabkan oleh adanya perubahan halaman tadi. Sebenarnya alasan perubahan tersebut bukanlah 100% seperti itu. Ada banyak alasan mengapa rangking anda berubah, dalam banyak kasus sebenarnya perubahan ini tidak berkaitan dengan apa yang telah anda lakukan.

Mencampur adukan antara sebab dan akibat adalah hal umum yang paling sering dilakukan para pelaku SEO baru. Jika hal seperti ini hanya diterapkan dan efeknya pada pekerjaannya sendiri tidak menjadi masalah, akan tetapi informasi tidak berdasar ini kemudian tersebar di kalangan pendatang baru (newbies) melalui forum-forum dan blog-blog, yang kemudian memunculkan mitos-mitos baru.

top ten rangking google, SEO Google,Kompilasi Pena

Berikut ini adalah 10 hal yang terkait dengan mitos organic SEO:

  • Mitos 1 : Anda harus mensubmit URL ke search engine. Hal ini mungkin saja dapat membantu sekali waktu, tapi trik ini sudah terlalu usang dan tidak efektif lagi, 5 atau 6 tahun lalu melakukan hal ini masih biasa dilakukan.
  • Mitos 2 : Anda perlu sebuah Google Sitemap. Jika sebuah website telah terbangun dengan benar atau crawler friendly, Google sitemap sangat tidak di butuhkan lagi. Akan lebih baik jika memanfaatkan Webmaster Centre Tool yang lain milik Google, dengan memiliki Google sitemap tidak akan memperbaiki posisi rangking.
  • Mitos 3 : Anda perlu untuk lebih sering mengupdate website. Update website yang rutin dilakukan memang dapat meningkatkan search engine crawl rate, tapi tidak akan meningkatkan/memperbaiki rangking. Jika memang website tidak perlu untuk selalu di rubah, janganlah sering-sering merubahnya hanya karena menurut anda search engine akan lebih menyukainya. Kenyataannya search engine belum tentu menyukainya, banyak website dengan rangking tinggi di Google sudah lama tidak dirubah.
  • Mitos 4: Beriklan dengan PPC akan membantu atau menurunkan rangking. Sangat menggelikan mengetahui banyak orang yang tidak mau menggunakan Google AdWords karena takut akan menurunkan posisi rangking organic di Google, ada juga yang yakin jika pasang PPC dapat menaikkan rangking. Semua itu tidak ada hubungannya antara PPC dengan organic rangking.
  • Mitos 5 : Website anda akan di ban oleh Google jika tidak mematuhi Google guidline. Semua yang tercantum dalam Google guideline tidak satupun yang menyiratkan rahasia, semuanya informasi umum. Jika mau silahkan baca, tapi bukan berarti dengan membacanya kemudian membuat kita langsung menjadi seorang SEO enginer. Google guideline menyediakan saran-saran yang bagus.
  • Mitos 6 : Website anda akan di ban jika membeli link. Mitos ini tidak memiliki dasar realitas, seperti Google (terutama Matt Cutts) suka menakut-nakuti orang mengenai hal ini. Mereka tidak ingin mengikutsertakan link berbayar dalam memilih suatu page jika mereka mengetahuinya, tapi lebih seringnya mereka tidak dapat mengetahui hal ini. Jikapun hal ini diketahui mereka, mereka tidak akan diperhatikan. Sangat tidak mungkin bagi mereka melakukan ban keseluruhan website hanya karena membeli link dari site lain.
  • Mitos 7 : H1 (atau header tag yang lain) menentukan rangking tinggi. Sangat minim bukti jika kata kunci yang ditempatkan dalam H tag akan mempengaruhi rangking, tapi kemudian mitos ini menjadi berkembang. Tes yang saya lakukan sendiri mengenai hal ini sepertinya tidak begitu berpengaruh, memang agak sulit untuk memastikannya. Gunakan H tag ini jika sesuai dengan desain atau cms anda. Tapi masih diragukan apakah membuat perbedaan atau tidak.
  • Mitos 8: Kata-kata dalam meta keyword tag harus disebarkan dalam page. Saya dulu melakukan penyebaran kata-kata di halaman. Sebenarnya Meta keyword tag didesain untuk keyword bukan untuk diletakkan di dalam page atau halaman. Jadi bukan sebaliknya. Karena google tidak akan memperhatikan tag ini dan hanya digunakan untuk kata-kata tidak umum saja di Yahoo, jadi pengaruhnya akan sangat kecil sekali.
  • Mitos 9 : SEO copy harus 250 kata. Sebenarnya ini cukup menarik, karena ketentuan penulisan SEO copy sepanjang 250 kata dulu dikenalkan di akhir tahun 90an. Sebenarnya angka ini hanyalah jumlah yang paling pas untuk menuliskan kata dalam halaman sebagai marketing copy. Panjang atau pendek sebenarnya tidak mempengaruhi, yang terpenting adalah gunakan sebaik mungkin kata-kata untuk menyampaikan pesan anda.
  • Mitos 10: Anda perlu untuk mengoptimasi long tail. Ini sama sekali tidak perlu. Dengan kondisinya saat ini, long-tail keyword phrase sangat tidak kompetitif, dalam arti tidak banyak halaman yang menggunakan kata-kata itu, dan tidak banyak orang yang melakukan pencarian di search engine untuk kata-kata itu. Karena itulah, rangking untuk long-tail keywords sangat mudah, sertakan saja dalam blog post atau artikel , maka anda akan dapat terangking untuk itu. Tapi tidak terlalu teroptimasi.

Sebelum anda menyebarkan mitos ini atau info SEO lain yang menurut anda benar, cobalah untuk melakukan tes sebelumnya di banyak site. Mungkin akan ada beberapa yang berhasil, tapi ingat selalu bahwa sebenarnya tidak akan selalu berhasil, atau ada faktor lain yang mempengaruhi.

Sumber : http://www.resep.web.id/komputer-internet/10-mitos-top-ten-ranking-di-google-yahoo.html

Senin, 25 April 2011

Jagong Bar Jemahan Yok...

Jagongan adalah istilah Jonegoroan yang berarti duduk bersama sambil diskusi. Bermula dari kumpul-kumpul setelah jamaah shalat Jumat yang sering terjadi tanpa kesengajaan, tumbuh sebuah ide untuk mengakomodasinya menjadi sebuah jagongan yang lebih bermanfaat.

Jumat lalu, adalah pertemuan pertama untuk meresmikan forum jagongan itu, yang pada akhirnya teradi kesepakatan untuk memberi nama forum jagongan itu dengan "Forum Jagongan Bar Jemahan. Dari nama yang terpilih itu, sudah cukup menggambarkan format forum tersebut, yaitu sebuah forum santai yang akan membahas masalah-masalah aktual dan urgen di lingkungan YPPWH.



Selain itu forum ini juga merupakan tempat penampungan wadah ide dan kreasi pemuda-pemuda YPPWH, untuk kemudian dicarikan solusi-solusi. Forum ini tidak melibatkan orang tua karena dihawatirkan justru akan membuat dorum ini menjadi kaku, dan para pemuda tidak bebas untuk mengeluarkan uneg-unegnya. Baru kemudian setelah forum mendapatkan sebuah kesepakatan, akan disampaikan pada pembina yayasan.

Berikut ini hasil pertemuan Foru Jagongan Bar Jemahan Pertama :
Pertemuan pertama FJBJ
Di hadiri oleh :
1. Khorul Anam
2. Afifurrahman
3. Ahmad fathoni
4. Nuryanto
5. Moh. Sholeh
6. Moh. Solihin
7. Imam Sabikin
8. Musthofa zahron
9. Nur aziz
10. Julianto
11. Atho’ur rahman
12. Abdul mujib
13. Imam Kusnadi
Pokok Bahasan :
- Pertemuan rutin hari jum’at kliwon dan wage pukul 13.00 – 14.00
- Agenda
a. Ratibul Hadad
b. Acara
c. Penutup
Jum’at 22 April 2011
Koordinator,


Khoirul Anam


Sabtu, 23 April 2011

Cara Merawat Mata dari Radiasi Komputer

Merawat Mata Dari Radiasi Komputer
Akhir akhir ini saya merasa mata ini mulai terasa kabur kalo melihat jauh. Padahal dulunya kalo melihat benda jauh masih sangat jelas. Mungkin ini salah satu efek dari radiasi komputer. Tapi tidak bisa mengeluh juga, karena dalam pekerjaan sehari-hari saya menuntut harus didepan komputer selama berjam jam.Langsung saja cek it dot merawat mata.

Saya merasa anda juga pasti mengalami hal yang sama bukan? Bahkan ada anak tetangga saya umurnya masih 10 tahun tapi sudah pake kacamata memprihatinkan sekali kan makanya kali ini saya akan mencoba untuk membagikan sedikit trik kepada anda semua bagaimana cara merawat mata agar selalu dalam keadaan sehat.

merawat mata dari radiasi komputer, radiasi komputer, merawat mata, Kompilasi Pena

Berikut tipsnya sobat :
  1. Coba pasang filter pada monitor komputer anda. Filter ini berfungsi untuk menahan radiasi agar tidak sampai ke mata.
  2. Pilihlah monitor yang berbentuk LCD / plasma karena monitor ini dipercaya lebih baik daripada monitor yang model lama.Jika anda punya cukup uang, bisa membeli VGA yang bagus agar warna monitor tidak melelahkan mata.
  3. Jagalah jarak mata anda dengan monitor komputer idealnya jarak mata ke komputer adalah 30 cm.
  4. Taruhlah monitor sejajar dengan mata anda, jangan terlalu rendah dan jangan terlalu tinggi.Usahakan saat anda melihat komputer rasanya enak dan nyaman.
  5. Atur warna pada layar monitor sehingga enak dipandang mata jangan terlalu terang karena dapat menyebabkan mata anda menjadi silau juga jangan terlalu gelap, karena akan menyebabkan mata anda bekerja terlalu keras sehingga membuat mata menjadi cepat kering.
  6. Atur screen refresh rate menjadi 75 htz.. Caranya jika anda pakai windows XP klik kanan pada desktop-properties-setting-advanced-monitor-lihat kolom screen refresh rate atur menjadi 75 htz.
  7. Sesering mungkin kedipkan mata. Karena dengan kita mengedipkan mata, akan merangsang kelenjar airmata untuk mengeluarkan air mata yang berfungsi membuat mata menjadi basah dan lembab. Jika anda jarang mengedipkan mata, maka mata akan menjadi kering. Jika dipaksakan terus mata akan menjadi sakit dan akhirnya memerah.bila perlu anda bisa membeli obat tetes mata untuk membuat mata selalu dalam keadaan basah.
  8. Anda bisa membeli semacam kacamata yang bisa anda pakai pada saat menggunakan computer.
  9. Perhatikan cahaya disekitar ruangan tempat anda menggunakan komputer usahakan ruangan cukup pasokan cahaya jangan menggunakan komputer di ruangan yang gelap (tidak cukup cahaya).
  10. Setelah penggunaan komputer dalam jangka waktu yang lama, istirahatkan mata minimal 15 menit anda bisa melihat lihat keluar ruangan untuk menyegarkan mata usahakan untuk melihat objek yang berwarna hijau seperti pepohonan dan daun daunan karena menurut para peneliti, warna hijau mampu membuat mata kembali segar.
  11. Perbanyak konsumsi makanan yang menandung vitamin A seperti wortel. Juga rajinlah untuk memeriksakan mata ke dokter mata untuk mengetahui adanya gangguan pada mata.jika mata benar benar sudah terasa tidak enak, jangan malu untuk menggunakan kacamata 
     Demikian sedikit tips dari saya.semoga setelah anda menerapkan tips ini dapat membuat kesehatan mata anda lebih terjaga.

    Mulai sekarang sayangilah mata anda.Karena ini merupakan anugrah yang diberikan kepada tuhan. Bayangkan jika anda tidak bisa lagi menikmati indahnya alam.Harta bisa dicari tapi kesehatan tidak bisa dibeli.
    Demikianlah sekedar tips dari saya semoga bisa bermanfaat buat anda

    Sumber :
    http://www.oktri.co.cc/2010/11/tips-merawat-mata-dari-radiasi-komputer.html

    Minggu, 17 April 2011

    Tips Membangun dan Membina Rumah yang Islami

    Dalam membangun rumah yang baik, sering orang menggunakan Feng Shui yang berasal dari budaya Cina. Padahal tidak semuanya selaras dengan ajaran Islam. Jika keliru, mungkin bisa terjerumus dalam kemusyrikan karena mempercayai adanya kekuatan selain Allah yang bisa menyelamatkannya.
    Dalam membangun rumah yang Islami, sebetulnya dalam Islam ada beberapa petunjuk untuk itu. Di antaranya:

    Tetangga yang Baik
    Pilihlah rumah di antara tetangga yang baik (kecuali jika anda adalah da’i yang ingin melakukan perbaikan). Sebab jika tetangga anda tidak baik, maka hidup anda akan merasa kurang nyaman. Bayangkan jika tetangga anda adalah preman, pezina, atau pemabuk.

    Pilihlah tetangga (lihat calon tetangganya atau lingkungannya dulu) sebelum memilih rumah. Pilihlah kawan perjalanan sebelum memilih jalan dan siapkan bekal sebelum berangkat (bepergian).
    (HR. Al Khatib)

    Nabi Saw berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat pemukiman. Sesungguhnya tetangga-tetangga orang-orang Badui suka berpindah-pindah.”
    (HR. Ibnu ‘Asakir)

    Tiap empat puluh rumah adalah tetangga-tetangga, yang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di sebelah kiri (rumahnya).
    (HR. Ath-Thahawi).

    Usahakan agar tetangga anda cukup makannya:

    Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu.
    (HR. Al Bazzaar)

    Hendaknya rumah cukup luas (tidak terlampau luas, tapi juga tidak terlampau sempit).
    Di antara kebahagiaan seorang muslim ialah mempunyai tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan yang meriangkan.
    (HR. Ahmad dan Al Hakim)

    Rumah yang terlampau luas, misalnya 400 m2 lebih, cenderung menghasilkan ”Rumah Gedong” di mana tetangga satu tidak kenal dengan tetangga lainnya. Para penghuni masing-masing asyik di dalam ”Istana” mereka.
    Sebaliknya rumah yang terlalu sempit, misalnya kurang dari 50 m2 cenderung membuat penghuninya tidak betah di rumah sehingga akhirnya banyak menghabiskan waktunya mengobrol/gosip dengan para tetangganya.
    Luas rumah yang ideal (pertengahan) adalah sekitar 100-200 m2.


    Jangan Membangun Rumah Megah
    Dalam membangun rumah, janganlah terlalu mewah sehingga jadi bermegah-megahan. Ini tidak disukai Allah dan merupakan satu sifat dari orang-orang yang buruk di akhir zaman.
    ”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu”
    [At Takaatsur:1]

    Ketika ditanya tanda-tanda hari kiamat Nabi menjawab: ”Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung”
    [HR Muslim]

    Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah.
    (HR. Bukhari)

    Jangan membangun rumah yang terlampau tinggi (misalnya sampai 4 tingkat) sehingga akhirnya tetangga tidak mendapat sinar matahari atau angin.
    Ketika ditanya tanda-tanda hari kiamat Nabi menjawab: “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” [HR Muslim]

    Buatlah Rumah yang Baik

    “…menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…”
    [Al A’raaf:157]
    Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.”
    [Al Maa-idah:100]

    Rumah yang baik adalah rumah yang sehat. Yaitu jendelanya cukup sehingga sinar matahari bisa masuk dan tidak lembab. Ini juga bisa menghemat listrik karena siang hari tak perlu menyalakan lampu. Selain itu ventilasinya juga harus baik sehingga udara segar bisa masuk ke dalam rumah. Jarak antara lantai dan atap sebaiknya agak tinggi (minimal 2,5 meter) sehingga tidak terlalu panas.

    Rumah juga harus kuat dan aman. Misalnya dengan menggunakan beton bertulang, rumah jadi lebih aman jika misalnya terjadi gempa. Jika menggunakan kayu, pilih kayu yang kuat serta beri anti rayap sehingga tidak mudah kropos. Harus diperhatikan apakah rumah tersebut rawan dari kebakaran atau tidak.

    Sebaiknya rumah minimal terdiri dari 3 kamar. Satu untuk suami-istri, satu untuk anak laki-laki, dan satu lagi untuk anak perempuan. Banyak kasus incest terjadi karena kamarnya hanya satu sehingga pria-wanita bercampur.
    Hendaknya aurat dari lawan jenis (kecuali suami-istri) terpelihara dengan pembagian kamar yang baik.

    ”Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu”
    [An Nuur:58]

    Buatlah Rumah yang Indah

    Allah senang keindahan. Manusia pun banyak yang suka akan keindahan. Oleh karena itu buatlah rumah yang indah. Tapi ingat, keindahan tidak sama dengan kemewahan atau kemegahan
    Sesungguhnya Allah indah dan senang kepada keindahan. Bila seorang ke luar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya.
    (HR. Al-Baihaqi)

    Rumah Harus Bermanfaat atau Fungsional
    Selain indah setiap bagian rumah juga harus bermanfaat/fungsional. Jadi tidak hanya sekedar estetis tapi tidak bermanfaat.
    Dari Abu Hurairoh ra, dia berkata: “Rosululloh SAW bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.” (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)

    WC Jangan Mengarah/Membelakangi Kiblat

    Dari Abu Ayyub Al-Anshari ra.:
    Bahwa Nabi saw. bersabda: Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar, tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat.
    (Shahih Muslim No.388)

    Usahakan agar rumah anda mengarah ke kiblat. Jika tidak, sebaiknya tempat shalat anda tidak mengarah ke WC.
    Usahakan di rumah ada shower atau kran air, sehingga anda bisa mandi/wudlu dengan lebih sempurna dengan air yang mengalir.
    Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub.”
    Dikeluarkan oleh Muslim.

    Sebaiknya tempat wudlu dipisah dari WC sehingga anda leluasa membaca doa sebelum atau sesudah wudlu.

    Rumah Harus Bersih

    Rumah yang kotor tidak sehat. Karena akan mengundang berbagai penyakit. Oleh karena itu rumah harus bersih dan mudah dibersihkan.
    Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan. Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan meniru-niru orang-orang Yahudi.
    (HR. Tirmidzi)

    Penjelasan:
    Orang-orang Yahudi suka menumpuk sampah di halaman rumah.
    Jangan Menaruh Patung di dalam Rumah
    Umar berkata, “Kami tidak memasuki gereja-gerejamu karena patung-patung dan gambarnya itu.”
    [HR Bukhari]

    Ibnu Abbas shalat di dalam biara (tempat ibadah agama lain) kecuali biara yang ada patung di dalamnya.
    [HR Bukhari]

    Jangan Memelihara Anjing

    Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa memiliki anjing selain anjing penjaga ternak dan anjing pemburu maka setiap hari pahala amalnya berkurang dua qirath.
    (Shahih Muslim No.2940)

    Peliharalah Anak Yatim

    Jika anda berkelebihan, asuhlah anak yatim dan perlakukanlah dengan baik.
    Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk. (HR. Ibnu Majah)

    Tanamlah Pohon agar Teduh dan Sejuk
    Tanamlah pohon di rumah anda sehingga rumah anda teduh dan mendapat udara segar dari oksigen yang dikeluarkan pohon tersebut. Kenyamanan naungan pohon ini digambarkan Allah sebagai berikut:
    “Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.”
    [Al Insaan:14]

    Jika rumah anda luas mungkin anda bisa menanam pohon besar yang kuat seperti pohon asem. Jika sedang, bisa menanam pohon ukuran sedang seperti rambutan atau mangga. Hindari pohon besar yang rapuh dan berbahaya seperti pohon angsana. Banyak korban jiwa karena tertimpa pohon tersebut ketika terjadi badai/angin kencang.

    Sumber Pena : media-islam.or.id

    Rabu, 13 April 2011

    Do'a Rasulullah

    Doa Rasulullah
    Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam seorang yang banyak berdoa, memohon dan menunjukkan ketergantungan kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Beliau sangat menyukai kalimat-kalimat yang ringkas namun sarat makna dan juga menyukai ucapan-ucapan doa. Doa adalah ibadah yang sangat agung, yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Hakikat doa adalah menunjukkan ketergantungan kita kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan berlepas diri dari daya dan upaya makhluk. Doa merupakan tanda Ubudiyah (penghambaan diri secara totalitas kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala). Doa juga merupakan lambang kelemahan manusia. Di dalam ibadah doa terkandung pujian terhadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala.Dan doa Rasulullah lah yang terbaik


    Disamping itu terkandung juga sifat penyantun dan pemurah bagi Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Oleh sebab itu Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
    “Doa itu adalah ibadah”
    (HR: Tirmidzi)

    Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah, yang artinya:
    “Ya Alloh, tolonglah daku dalam menjalankan agama yang merupakan pelindung segala urusanku. Elokkanlah urusan duniaku yang merupakan tempat aku mencari kehidupan. Elokkanlah urusan akhiratku yang merupakan tempat aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan.”
    (HR: Muslim)

    Di antara doa Rasulullah adalah yang artinya :
    “Ya Alloh, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Ya Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala tentaranya, atau aku melakukan kejahatan terhadap diriku atau yang aku tujukan kepada seorang muslim lain.” ( HR Abu Daud)

    Demikian pula doa berikut ini:
    “Ya Alloh, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, perkayalah aku dengan karunia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu.”
    (HR: At-Tirmidzi)

    Di antara permohonan beliau kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala, yang artinya:
    “Ya Alloh, ampunilah dosaku, curahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan temukanlah aku dengan teman yang tinggi derajatnya.” (Muttafaq ‘alaih)

    Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berdoa memohon kepada Rabb Subhanahu wa Ta’ala baik pada waktu lapang maupun pada saat sempit. Pada peperangan Badar, beliau berdoa kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala hingga jatuh selendang beliau dari kedua pundaknya, memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala agar menurunkan pertolongan bagi kaum muslimin dan menjatuhkan kekalahan atas kaum musyrikin. Beliau sering berdoa untuk dirinya sendiri, untuk keluarga dan ahli bait beliau, untuk sahabat-sahabat beliau bahkan untuk segenap kaum muslimin.

    http://www.mediamuslim.info

    JUS DELIMA HAMBAT KANKER PROSTAT

    Buah delima hanya tumbuh di sejumlah daerah tertentu saja, namun ternyata menyimpan khasiat luar biasa dalam menyembuhkan kanker prostat.

    Berdasarkan hasil riset, ternyata buah delima bisa mencegah penyebaran sel kanker prostat di dalam tubuh. Para peneliti menemukan adanya zat ingredient yang aktif dalam segelas jus delima. Ingredient itu adalah phenylpropanoids, hydrobenzoic acid, flavones dan conjugated fatty acids yang mempunyai impact molekular pada adhesi dan migrasi sel pada sel kanker prostat metastatik.


    Efek jus delima berefek pada protein yang dihasilkan sumsum tulang dan menyebabkan sel-sel berpindah ke tulang dimana mereka dapat membentuk tumor baru. Jus delima diyakini bisa menghambat fungsi protein ini dan karena itu jus delima bisa mencegah metastatis sel-sel kanker prostat ke tulang.

    Dengan adanya temuan ini, maka para peneliti sekarang bisa melakukan modifikasi komponen pencegah kanker di dalam jus delima untuk meningkatkan fungsinya dan membuatnya lebih efektif dalam mencegah penyebaran kanker prostat sekaligus sebagai terapi obat yang lebih efektif.

    Jadi jika anda termasuk pria berusia di atas 40 tahun, sering-seringlah mengkonsumsi jus buah delima agar anda terhindar dari kanker prostat.

    Sumber Pena : WartaNews.com

    Minggu, 10 April 2011

    Ayah . . . Dengarkanlah ?!?

    Di antara hal yang tidak diragukan lagi karena memang terjadi adalah bahwa setiap ayah mendambakan anak sebagai buah hati bisa sukses dan berhasil dalam pendidikan dan sekolahnya serta kehidupannya. Karenanya, ayah senantiasa berdo'a kepada Allah agar memberikan kemudahan dan keteguhan bagi anak tercinta.

    Ayah menjanjikan hadiah dan mengabulkan keinginan si buah hati jika lulus dalam ujian dan memberikan ancaman serta marah jika sampai gagal dalam ujian. Perasaan seperti ini memang merupakan fitrah manusia dan memang terjadi di antara kita.

    Akan tetapi wahai Ayah yang penyayang, apakah perhatianmu kepada si buah hati berupa perhatian penuh terhadap sekolah, pendidikan, masa depan dan urusan dunianya itu -karena memang engkau sadar itu adalah kewajibanmu- sama seperti perhatianmu terhadap akhirat mereka? Apakah engkau benar-benar memikirkan dan mengkhawatirkan nasib mereka setelah mati seperti halnya perhatianmu akan kenyamanan dan kebahagiaan hidup mereka sewaktu di dunia?

    Inilah tanggung jawabmu wahai Ayah. Engkau curahkan semuanya untuk dunia yang fana sementara engkau abaikan akhirat yang kekal selamanya. Engkau sibuk memikirkan kehidupan mereka tapi engkau lupakan keadaan setelah matinya. Engkau bangun bagi mereka rumah dari tanah, batu dan bata di dunia tapi engkau haramkan mereka untuk mendapatkan rumah di akhirat yang indah bertatahkan intan permata.


    Itulah keinginanmu! Itulah angan-anganmu! Semuanya tidak lebih dari agar anak-anakmu bisa jadi dokter, insinyur, pilot ataupun tentara. Ya Allah! Semuanya itu hanya cita-cita dunia…..! Engkau berusaha, bekerja membanting tulang dan bersungguh-sungguh hanya untuk dunianya… Mana usahamu untuk akhiratnya wahai Ayah……? Fenomena ini bukanlah sesuatu yang jarang terjadi, bahkan mayoritas manusia demikian adanya. Mereka begitu serius berusaha mempersiapkan segala sesuatunya untuk pendidikan fisik anak-anaknya. Tetapi mereka menelantarkan pendidikan hatinya yang padahal dengannyalah anak-anaknya bisa hidup dan bahagia atau sebaliknya binasa dan sengsara. Inilah kenyataan!

    Ayah! Mungkin engkau mengira bahwa ini hanyalah perkataan yang tiada beralasan. Tapi jika engkau ingin bukti maka simaklah wahai Ayah yang penyayang!

    Bayangkan atau anggap anakmu terlambat mengikuti ujian di sekolahnya. Apakah yang engkau rasakan wahai Ayah? Bukankah engkau akan berlomba dengan waktu mengantarkan anakmu agar bisa mengikuti ujian meskipun terlambat? Bahkan sebelumnya, bukankah engkau akan rela untuk tidur setengah mata agar bisa membangunkan si buah hati supaya tidak terlambat? Bukankah engkau akan melakukan segalanya agar anak tercinta yang menjadi kebanggaanmu bisa ikut ujian tepat waktu? Saya yakin jawabannya adalah Ya. Bukankah engkau melakukan semua itu wahai Ayah? Akuilah!!

    Sekarang, apakah perasaanmu itu sama atau akan muncul juga ketika anakmu terlambat shalat Shubuh? Apakah engkau akan berusaha agar anakmu shalat Shubuh tepat waktu? Saya hanya berprasangka baik bahwa engkau memang shalat Shubuh tepat waktu. Karena jika tidak, bagaimana mungkin engkau akan membangunkan anak-anakmu sementara engkau sendiri terlambat untuk itu?

    Kemudian, bukankah engkau setiap hari senantiasa bertanya kepada anakmu tentang sekolahnya? Apa yang dipelajari, apa yang dilakukan, jawaban apa yang diberikan ketika ujian dan berharap jawaban itu benar? Tetapi, apakah setiap hari engkau bertanya juga tentang urusan agamanya? Apakah engkau bertanya sudahkah dia shalat? Dengan siapa dia duduk dan bergaul? Tidakkah engkau bertanya apa yang dia lakukan ketika tidak di rumah, ta'at atau maksiat?

    Ayah, bukankah dadamu terasa sesak ketika tahu bahwa si buah hati salah dalam menjawab ujian? Bukankah engkau merasa terhimpit ketika tahu bahwa nilainya jauh di bawah sempurna bahkan rata-rata? Bukankah engkau merasa terpukul ketika tahu bahwa dia gagal dalam ujiannya? Akan tetapi, apakah dadamu juga terasa sesak, dadamu juga terasa terhimpit ketika tahu bahwa anakmu sangat minim dalam menunaikan kewajiban-kewajiban agamanya terlebih sunah-sunahnya? Tidakkah ini cukup menjadi bukti bahwa engkau lebih dan hanya memperhatikan dunianya dan mengabaikan akhiratnya?

    Ayah, engkau mengira apabila anakmu tidak lulus ujian berarti kandas sudah cita-cita dan harapan yang ada. Engkau menyangka bahwa dalam hal itu tidak ada kesempata kedua terlebih ketiga. Ketahuilah wahai Ayah…, bahwa kegagalan yang hakiki…, kegagalan yang memang tidak ada lagi kesempatan kedua atau ketiga untuk memperbaiki, adalah masuknya mereka ke dalam neraka dengan api yang panas menyala-nyala.

    Tahukah engkau bahwa kegagalan yang hakiki adalah penyesalan dan kerugian yang disertai adzab yang pedih lagi menghinakan? Setelah ini akankah engkau masih beralasan bahwa kita sekarang hidup di dunia sehinga harus fokus memikirkannya? Kalau begitu kapankah engkau akan fokus memikirkan akhirat padahal di akhirat nanti tidak ada lagi amalan yang ada hanyalah pembalasan?

    Sungguh wahai Ayah jikalau demikian adanya -kita berlindung kepada Allah darinya- maka tidaklah bermanfaat kesuksesan yang diraih di dunia. Tidaklah bermanfaat ijazah, harta, istana yang megah, kedudukan dan kekuasaan kalau ternyata catatan amal perbuatan diberikan dari arah kirinya. Kemudian mereka akan berteriak:
    Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-sekali tidak memberikan manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaannku dariku.
    (Al-Haqqah: 25-29)

    Ah…sungguh tidak bermanfaat kekuasaanku, ilmu duniaku, serta ijazahku. Semuanya telah hilang, semuanya lenyap…yang ada hanyalah kerugian dan kegagalan.

    Tahukah engkau apakah kerugian itu? Tahukah engkau apakah kegagalan itu? Ya, di dunia kerugian dan kegagalan itu adalah jika anakmu tidak bisa menjadi dokter, atau insinyur atau pilot dan guru. Akan tetapi di akherat, yang ada hanyalah kebahagiaan atau kesengsaraan. Yang satu berarti surga yang lainnya berarti neraka. Akankah engkau rela membiarkan mereka mengalami kerugian dan kegagalan dalam arti kesengsaraan di dalam neraka?

    Saya tidak katakan tinggalkan anak-anakmu! Saya tidak katakan biarkan mereka jangan diajari masalah dunia! Tidak, demi Allah, saya tidak katakan demikian. Saya hanya katakan bahwa akherat lebih utama dan ditekankan untuk diperhatikan, lebih serius untuk diusahakan dan lebih bersunguh-sungguh untuk beramal meraih kebahagiaannya.

    Wahai Ayah…! Siapakah di antaramu yang begitu bersemangat bersungguh-sungguh mendatangkan seorang pendidik untuk mengajarkan kepada anaknya Al-Qur'an dan menerangkan As-Sunnah? Sungguh sedikit sekali yang telah berbuat demikian. Alangkah baik kiranya kalau mereka tidak memfasilitasi anak-anaknya dengan sarana kerusakan. Akan tetapi kita lihat justru mereka dengan jeleknya pemikiran dan kurangnya perhitungan malah mendatangkan kejelekan bagi anak-anaknya dengan memfasilitasi dengan kendaraan-kendaraan, sopir pribadi, pembantu (pelayan) serta memenuhi rumahnya dengan barang-barang dan hal-hal yang diharamkan yang melalaikan dari dzikrullah dan ta'at kepada-Nya.

    Siapakah di antara kalian wahai Ayah yang memberikan hadiah pada anaknya apabila hafal satu juz dari Al-Qur'anul Karim atau beberapa hadits dari hadits Nabi saw ? Sungguh sangat sedikit sekali yang demikian ini. Kita mohon kepada Allah agar memberkahi yang sedikit ini. Kita lihat sebagian manusia, mereka menjanjikan pada anaknya apabila lulus ujian akan diajak pesiar menyusuri pantai yang indah atau wisata ke mancanegara, apakah Eropa atau Amerika, serta mereka menjanjikan dibelikan mobil agar bebas mengukur jalan. Namun adakah di antara meraka yang menjanjikannya untuk diajak umrah atau haji dan mengunjungi masjid Nabi saw?

    Setelah semua itu, tahukah engkau wahai Ayah apakah buah dari hasil pendidikan seperti itu? Tahukah engkau apakah hasil dari pendidikan yang mengabaikan masalah akhirat tersebut? Hasilnya adalah Al-Qur'an berganti menjadi majalah, siwak berganti menjadi rokok dan lebih parah lagi mereka akan hidup tidak ubahnya binatang ternak. Tahukah engkau apa di antara yang membedakan kita dari binatang ternak?

    Kita diberikan fasilitas untuk mengerti bahwa dunia hanyalah sementara. Kita mengetahui bahwa ada kehidupan yang kekal selamanya. Maka selayaknyalah kita untuk berusaha menggapai kebahagiaan di sana. Tetapi apabila tidak demikian maka tidaklah beda dengan binatang bahkan lebih sesat karena kita diberi fasilitas sedangkan mereka tidak. Mereka seperti binatang ternak bahkan lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai.
    (Al-A'raf: 179)

    Di samping memperhatikan pekembangan fisik anak, kita juga harus memperhatikan pendidikan akal dan hati mereka. Kita harus memikirkan nasib mereka setelah matinya.

    Langkah pertama untuk itu adalah kita perbaiki terlebih dahulu diri kita, karena dengan baiknya diri kita maka mereka akan ada di atas keteguhan dan kekokohan serta ada di dalam penjagaan Allah swt. Allah berfirman:Ayah mereka berdua adalah orang yang shalih
    (Al-Kahfi: 82)

    Kedua, kita jadikan bimbingan dan pengajaran Islam sebagai tujuan. Tidak ada halangan untuk belajar dan mempelajari ilmu-ilmu dunia akan tetapi tidak sebesar perhatiannya terhadap akhirat. Allah berfirman:Dan carilah apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan nasib (bagian)mu dari (keni'matan) dunia.
    (Al-Qashash: 77)

    Wahai Ayah! Maka takutlah engkau kepada Allah pada apa yang menjadi tanggunganmu karena engkau akan diminta pertanggujawabannya di hadapan Allah. Takutlah engkau kepada Allah bahwasanya Allah telah memberikan anak sebagai amanat kepadamu tapi engkau justru membukakan pintu-pintu kejelekan bagi mereka. Allah mengamanatimu tapi engkau malah menyibukkan mereka dengan film-film, sinetron-sinetron, perangkat-perangkat kekejian, majalah-majalah porno dan semisal dengan itu. Jika demikian adanya berarti engkau telah mengkhianati amanat yang dipikulkan kepadamu dan engkau telah menipu mereka yang menjadi tanggunganmu. Nabi saw bersabda:Tidaklah seseorang diberi amanat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya (tanggungannya) kemudian dia mati dalam keadaan menipu mereka, melainkan Allah haramkan baginya surga.
    (Bukhari Muslim)

    Ayah….! Jika engkau memang sayang pada buah hatimu, tidak ingin menipu mereka dan juga tidak ingin mengkhianati amanat yang dipikulkan di pundakmu, maka kemarilah! Kemarilah untuk sama-sama menyimak wasiat Luqman kepada anaknya. Wasiat seorang ayah yang yang sangat menyayangi anaknya dan menebusnya dengan sangat mahal dan berharga. Tahukan engkau apakah dia mewasiatinya dengan dunia?

    Apakah dia mewasiatinya dengan intan permata dan segala perhiasan kemewahan lainnya? Tidak, bahkan dia mewasiati anaknya dengan apa yang akan menjadikannya ada dalam kehidupan yang baik. Kehidupan yang akan menyelamatkannya dari adzab Allah yang pedih. Sungguh Allah telah mengabadikannya dalam Al-Qur'an. Pernahkah engkau mendapatinya? Tahukah engkau apakah wasiatnya itu?

    Adalah Luqman Al-Hakim dengan kasih sayang yang begitu besar kepada anaknya, dia berwasiat agar jangan berbuat syirik, yakni menyekutukan Allah swt. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, waktu dia memberikan nasihat kepadanya: 'Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah sebesar-besar kezhaliman.
    (Luqman: 13)

    Ya… adakah kezhaliman yang lebih besar dari syirik? Itulah apa yang dikhawatirkan Luqman pada anaknya sehingga mewasiati agar jangan sampai terjatuh ke dalamnya. Adakah engkau pernah menyampaikan ini pada anakmu?

    Kemudian, beliau dengan segenap kasih sayangnya menunjukkan pada anaknya apa yang akan menyelamatkan anaknya dari adzab Allah yaitu dengan menghadap kepada-Nya melalui shalat, memerintahkan yang ma'ruf serta mencegah dari yang munkar. Adakah engkau demikian wahai ayah? Saya berharap engkau sudah memenuhi semuanya sehingga hanya tinggal menyampaikannya kepada anakmu. Karena jika tenyata engkaupun belum demikian…maka ini adalah mushibah dari sebenar-benar mushibah, dan kita berlindung darinya.

    Setelah itu, Luqman mewasiati anaknya agar berhias dengan akhlaq yang mulia yang akan mengangkat jiwanya dan akan tinggi derajatnya. Janganlah sombong dan menghina sesama. Sederhanalah dalam berjalan dan lunakkanlah suara dalam pembicaraan. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
    (Luqman: 19)

    Inilah wahai Ayah, sejumlah wasiat dari ayah yang begitu sangat menyayangi dan mendambakan kebahagian bagi si buah hati. Pernahkah engkau menyampaikannya pada anakmu, sebagiannya atau bahkan seluruhnya..?!

    Ada fenomena yang sangat kita sesali dan kita keluhkan semuanya kepada Allah, yakni sebagian ayah berusaha mematahkan semangat anaknya dan menghalangi kesungguhannya ketika melihat bahwa Allah telah memberikan hidayah kepadanya untuk mendalami dan mengamalkan ilmu agama. Bahkan di antara mereka ada yang sampai menghasut dan menakut-nakuti serta menebar was-was.

    Mereka mengatakan bahwa belajar agama hanya akan mengikat kebebasan jiwa. Mereka juga mencela dan juga memperolok-oloknya, sehingga tidak tahu lagi apakah yang dicela itu adalah orangnya atau agama yang dibawanya. Ketika didapati anaknya memanjangkan janggut maka dikatakan seperti kambing. Ketika anaknya berusaha mengenakan pakaian di atas mata kaki maka dikatakan takut cacing dan lain sebagainya. Maka apakah ini perlakuannmu terhadap apa yang menjadi amanatmu? Apakah ini yang engkau nasihatkan kepada mereka?

    Takutlah engkau kepada Allah! Takutlah bahwasanya Allah sentiasa mengawasi bagaimana engkau mendidik mereka. Ajarilah mereka apa yang bermanfaat baginya dari urusan agama dan dunianya. Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan sendau gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidaklah kamu memahaminya!
    (Al-An'am:32)

    Ayah….! Engkau telah menyiapkan anakmu untuk menghadapi ujian dunia. Maka takutlah kepada Allah dan ketahuilah olehmu serta beritahukanlah kepada anak-anakmu bahwa barang dagangan Allah (surga) jauh lebih berharga dan lebih mahal dari perhiasan dunia. Dan ajarkanlah serta beritahukanlah mereka bahwa kesuksesan yang hakiki ada pada membatasi diri pada apa yang Allah ridlai. Beritahukanlah kepada mereka dan ketahui olehmu juga bahwa kebahagiaan yang hakiki ada pada taqwa dan ta'at kepada Allah.

    Serta ketahuilah olehmu bahwa kaki seorang hamba tidak akan bergeser sejengkalpun dari posisinya pada hari kiamat dan akan diadukan kezhalimannya oleh orang yang pernah dizhaliminya. Anak akan senang bisa mendapatkan ayahnya untuk mengadukan kezhaliman yang pernah dilakukannya, demikian juga istrinya. Pada hari kiamat nanti anak-anak akan membantah dan menyalahkan ayah-ayah mereka dengan berkata: Wahai Rabb kami, ambil lah hak kami pada ayah kami yang zhalim ini. Dia telah menyebabkan kami tidak melakukan apa yang Engkau ridlai. Dialah yang telah mendidik kami tidak ubahnya binatang ternak. Dialah yang mendatangkan berbagai hal yang membinasakan dan tidaklah ada satu kerusakan melainkan didatangkannya ke hadapan kami.

    Maka apakah yang nanti akan engkau katakan untuk menjawab semuanya itu wahai Ayah yang penyayang, yang begitu sayangnya sehingga menjerumuskan anaknya pada kebinasaan? Bahkan pada akhirnya nanti sama-sama ada dalam kebinasaan.
    Yaitu pada hari dimana tidak bermanfaat lagi harta dan anak-anak. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.
    (Asy-Syu'araa': 88-89)

    Maka di manakah hartamu? Di manakah anak yang engkau banggakan itu? Mereka justru menyalahkanmu dan menyeretmu untuk ikut merasakan panas neraka karena engkaulah yang punya andil besar untuk itu.
    Kita berlindung kepada Allah dari semua itu dan memohon agar Allah menunjukkan kita kepada kebaikan dan memberikan kekuatan dan kemudahan untuk menempuhnya serta dimatikan di atasnya, serta kita memohon kepada-Nya agar menyelamatkan kita, keluarga serta anak keturunan kita dari adzab-Nya yang pedih. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Terakhir wahai Ayah! Bertaqwalah engkau kepada Allah. Takutlah Engkau kepada-Nya pada apa yang engkau lakukan untuk anakmu. Perbaikilah pendidikan mereka! Jagalah mereka dari segala kerusakan dan kealpaan dalam segala kebaikan. Lakukanlah sejak sekarang selama mereka masih ada di hadapan kalian. Selama kalian masih bisa bersungguh-sungguh mengusahakan. Lakukanlah segera sebelum kalian hanya bisa melakukan celaan dan penyesalan yaitu pada hari dimana tidak akan bermanfaat lagi celaan dan penyesalan. Dan Allah lah tempat kita meminta perlidungan dan pertolongan.

    Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); di sisi Allah lah pahala yang besar.
    (At-Thagaabun: 15)

    Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
    (At-Tahrim: 6)

    Sumber Pena : www.perpustakaan-islam.com

    Selasa, 05 April 2011

    The Guests From GENTA

    T
    erhitung Mulai 1 April 2011 kemarin, Yayasan Pondok Pesantren Wasilatul Huda (YPPWH) kehadiran tamu dari GENTA (Golden English Training Area) Tulungrejo Pare Kediri. Mereka adalah Ainun Najiyah dari Sawu Dukun Gresik, Syaifuddin dari Ng. Dedai Sintang Kalbar, Faradisa Fitiriani dari Klinte Suko Mojokerto dan Ali Dzulkifli dari Jombang.

    Dalam waktu satu bulan ini ( 1 April 2011 s.d 30 April 2011) mereka akan melaksanakan diklat Bahasa Inggris dilingkungan YPPWH. Sebelumnya, pihak YPPW telah mengirimkan surat permohonan untuk ditempati PPL kepada GENTA (Golden English Training Area).

    Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, pihak YPPWH ingin mengelola sebaik mungkin pelaksanaan PPL ini. Tak hanya di SMAI, mereka juga diagendakan untuk mengajar bahasa inggris di MTs, MI dan RA juga. Namun untuk MI dan RA, pesertanya bukanlah dari siswa-siswinya, melainkan adalah para gurunya. Hal ini dimasudkan agar materi bisa terserap lebih banyak, untuk kemudian ditransformasikan ke siswa-siswinya.

    Sekilas tentang GENTA :
    GENTA ENGLISH COURSE
    Jl. Kemuning No.36 Tulungrejo Pare Kediri Jawa Timur
    Telp: 0354-390352 Hp: 081330726735
    Email: genta_english_course@yahoo.com
    Ingin cepat menguasai bahasa inggris?
    TITIPKAN DIRI ANDA DI GENTA ENGLISH COURSE!
    Penguasaan bahasa Inggris merupakan salasatu kebutuhan pkok bagi generasi saat ini. GENTA ENGLISH COURSE dengan mottonya Practice Makes Perfect dan manajemen serta pengalamannya dalam mengelola English area siap mengantarkan anda menjadi “International People”





    Tata Cara Perkawinan dalam Islam

    Tata Cara Perkawinan dalam Islam
    Islam adalah agama yang syumul (universal). Agama yang mencakup semua sisi kehidupan. Tidak ada suatu masalah pun, dalam kehidupan ini, yang tidak dijelaskan. Dan tidak ada satu pun masalah yang tidak disentuh nilai Islam, walau masalah tersebut nampak kecil dan sepele. Termasuk tata cara perkawinan Islam yang begitu agung nan penuh nuansa. Dan Islam mengajak untuk meninggalkan tradisi-tradisi masa lalu yang penuh dengan upacara-upacara dan adat istiadat yang berkepanjangan dan melelahkan serta bertentangan dengan syariat Islam.

    tata cara perkawinan dalam islam, cara perkawinan dalam Islam,Perkawinan dalam islam,Kompilasi Pena

    Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara perkawinan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah yang Shahih. Dalam kesempatan kali ini redaksi berupaya menyajikannya secara singkat dan seperlunya. Adapun Tata Cara atau Runtutan Perkawinan Dalam Islam adalah sebagai berikut:

    I. Khitbah (Peminangan)
    Seorang muslim yang akan mengawini seorang muslimah hendaknya ia meminang terlebih dahulu, karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain, dalam hal ini Islam melarang seorang muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain (Muttafaq ‘alaihi).
    Dalam khitbah disunnahkan melihat wajah yang akan dipinang (HR: [shahih] Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi No. 1093 dan Darimi).

    II. Aqad Nikah
    Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi :
    1. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.
    2. Adanya Ijab Qabul.
    3. Adanya Mahar.
    4. Adanya Wali.
    5. Adanya Saksi-saksi.
    Dan menurut sunnah sebelum aqad nikah diadakan khutbah terlebih dahulu yang dinamakan Khutbatun Nikah atau Khutbatul Hajat.

    III. Walimah
    Walimatul ‘urusy hukumnya wajib dan diusahakan sesederhana mungkin dan dalam walimah hendaknya diundang orang-orang miskin. Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang mengundang orang-orang kaya saja berarti makanan itu sejelek-jelek makanan.

    Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya:
    “Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan, sedangkan orang-orang miskin tidak diundang. Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah, maka ia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya”.
    (HR: [shahih] Muslim 4:154 dan Baihaqi 7:262 dari Abu Hurairah).
    Sebagai catatan penting hendaknya yang diundang itu orang-orang shalih, baik kaya maupun miskin, karena ada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya:
    “Janganlah kamu bergaul melainkan dengan orang-orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang-orang yang taqwa”.
    (HR: [shahih] Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim 4:128 dan Ahmad 3:38 dari Abu Sa’id Al-Khudri).
    Sumber Rujukan: Berbagai Sumber dari Al-Qur’an dan As Sunnah serta Kitab-Kitab Hadits
    http://www.mediamuslim.info

    Jumat, 01 April 2011

    8 Cara Untuk Belajar Ikhlas

    Cara Belajar Ikhlas.
    Amal yang kita lakukan akan diterima Allah jika memenuhi dua rukun. Pertama, amal itu harus didasari oleh keikhlasan dan niat yang murni: hanya mengharap keridhaan Allah swt. Kedua, amal perbuatan yang kita lakukan itu harus sesuai dengan sunnah Nabi saw.

    Syarat pertama menyangkut masalah batin
    Niat ikhlas artinya saat melakukan amal perbuatan, batin kita harus benar-benar bersih.
    Rasulullah saw. bersabda, “Innamal a’maalu bin-niyyaat, sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya.”(Bukhari dan Muslim)

    Berdasarkan hadits itu, maka diterima atau tidaknya suatu amal perbuatan yang kita lakukan oleh Allah swt. sangat bergantung pada niat kita.

    Sedangkan syarat yang kedua, harus sesuai dengan syariat Islam.
    Syarat ini menyangkut segi lahiriah.
    Nabi saw. berkata,
    “Man ‘amala ‘amalan laisa ‘alaihi amrunaa fahuwa raddun, barangsiapa yang mengerjakan suatu perbuatan yang tidak pernah kami diperintahkan, maka perbuatan itu ditolak.” (Muslim)

    Tentang dua syarat tersebut, Allah swt. menerangkannya di sejumlah ayat dalam Alquran. Di antaranya dua ayat ini.
    “Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh….” (Luqman: 22)

    “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan….” (An-Nisa: 125)

    Yang dimaksud dengan “menyerahkan diri kepada Allah” di dua ayat di atas adalah mengikhlaskan niat dan amal perbuatan hanya karena Allah semata. Sedangkan yang yang dimaksud dengan “mengerjakan kebaikan” di dalam ayat itu ialah mengerjakan kebaikan dengan serius dan sesuai dengan sunnah Rasulullah saw.

    Fudhail bin Iyadh pernah memberi komentar tentang ayat 2 surat Al-Mulk, “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala, supaya Allah menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” Menurutnya, maksud “yang lebih baik amalnya” adalah amal yang didasari keikhlasan dan sesuai dengan sunnah Nabi saw.

    Seseorang bertanya kepadanya, “Apa yang dimaksud dengan amal yang ikhlas dan benar itu?” Fudhail menjawab, “Sesungguhnya amal yang dilandasi keikhlasan tetapi tidak benar, tidak diterima oleh Allah swt. Sebaliknya, amal yang benar tetapi tidak dilandasi keikhlasan juga tidak diterima oleh Allah swt. Amal perbuatan itu baru bisa diterima Allah jika didasari keikhlasan dan dilaksanakan dengan benar. Yang dimaksud ‘ikhlas’ adalah amal perbuatan yang dikerjakan semata-mata karena Allah, dan yang dimaksud ‘benar’ adalah amal perbuatan itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.”
    Setelah itu Fudhail bin Iyad membacakan surat Al-Kahfi ayat 110,
    “Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaknya ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”

    Jadi, niat yang ikhlas saja belum menjamin amal kita diterima oleh Allah swt., jika dilakukan tidak sesuai dengan apa yang digariskan syariat. Begitu juga dengan perbuatan mulia, tidak diterima jika dilakukan dengan tujuan tidak mencari keridhaan Allah swt.

    belajar ikhlas, tips belajar ikhlas,cara belajar ikhlas,Kompilasi Pena

    Berikut adalah cara belajar ikhlas :

    Ada delapan tanda-tanda keikhlasan yang bisa kita gunakan untuk mengecek apakah rasa ikhlas telah mengisi relung-relung hati kita. Kedelapan tanda itu adalah:

    1. Keikhlasan hadir bila Anda takut akan popularitas.
    Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata :
    “Sedikit sekali kita melihat orang yang tidak menyukai kedudukan dan jabatan. Seseorang bisa menahan diri dari makanan, minuman, dan harta, namun ia tidak sanggup menahan diri dari iming-iming kedudukan. Bahkan, ia tidak segan-segan merebutnya meskipun harus menjegal kawan atau lawan.”
    Karena itu tak heran jika para ulama salaf banyak menulis buku tentang larangan mencintai popularitas, jabatan, dan riya.

    Fudhail bin Iyadh berkata, “Jika Anda mampu untuk tidak dikenal oleh orang lain, maka laksanakanlah. Anda tidak merugi sekiranya Anda tidak terkenal. Anda juga tidak merugi sekiranya Anda tidak disanjung ornag lain. Demikian pula, janganlah gusar jika Anda menjadi orang yang tercela di mata manusia, tetapi menjadi manusia terpuji dan terhormat di sisi Allah.”

    Meski demikian, ucapan para ulama tersebut bukan menyeru agar kita mengasingkan diri dari khalayak ramai (uzlah). Ucapan itu adalah peringatan agar dalam mengarungi kehidupan kita tidak terjebak pada jerat hawa nafsu ingin mendapat pujian manusia. Apalagi, para nabi dan orang-orang saleh adalah orang-orang yang popular. Yang dilarang adalah meminta nama kita dipopulerkan, meminta jabatan, dan sikap rakus pada kedudukan. Jika tanpa ambisi dan tanpa meminta kita menjadi dikenal orang, itu tidak mengapa. Meskipun itu bisa menjadi malapetaka bagi orang yang lemah dan tidak siap menghadapinya.

    2. Ikhlas ada saat Anda mengakui bahwa diri Anda punya banyak kekurangan
    Orang yang ikhlas selalu merasa dirinya memiliki banyak kekurangan. Ia merasa belum maksimal dalam menjalankan segala kewajiban yang dibebankan Allah swt. Karena itu ia tidak pernah merasa ujub dengan setiap kebaikan yang dikerjakannya. Sebaliknya, ia cemasi apa-apa yang dilakukannya tidak diterima Allah swt. karena itu ia kerap menangis.

    Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang maksud firman Allah: “Dan orang-ornag yang mengeluarkan rezeki yang dikaruniai kepada mereka, sedang hati mereka takut bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” Apakah mereka itu orang-orang yang mencuri, orang-orang yang berzina, dan para peminum minuman keras, sedang mereka takut akan siksa dan murka Allah ‘Azza wa jalla? Rasulullah saw. menjawab, “Bukan, wahai Putri Abu Bakar. Mereka itu adalah orang-orang yang rajin shalat, berpuasa, dan sering bersedekah, sementera mereka khawatir amal mereka tidak diterima. Mereka bergegas dalam menjalankan kebaikan dan mereka orang-orang yang berlomba.”
    (Ahmad).

    3. Keikhlasan hadir ketika Anda lebih cenderung untuk menyembunyikan amal kebajikan
    Orang yang tulus adalah orang yang tidak ingin amal perbuatannya diketahui orang lain. Ibarat pohon, mereka lebih senang menjadi akar yang tertutup tanah tapi menghidupi keseluruhan pohon. Ibarat rumah, mereka pondasi yang berkalang tanah namun menopang keseluruhan bangunan.

    Suatu hari Umar bin Khaththab pergi ke Masjid Nabawi. Ia mendapati Mu’adz sedang menangis di dekat makam Rasulullah saw. Umar menegurnya, “Mengapa kau menangis?” Mu’adz menjawab, “Aku telah mendengar hadits dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda :
    ‘Riya sekalipun hanya sedikit, ia termasuk syirik. Dan barang siapa memusuhi kekasih-kekasih Allah maka ia telah menyatakan perang terhadap Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang baik, takwa, serta tidak dikenal. Sekalipun mereka tidak ada, mereka tidak hilang dan sekalipun mereka ada, mereka tidak dikenal. Hati mereka bagaikan pelita yang menerangi petunjuk. Mereka keluar dari segala tempat yang gelap gulita.”(Ibnu Majah dan Baihaqi)
    4. Ikhlas ada saat Anda tak masalah ditempatkan sebagai pemimpin atau prajurit
    Rasulullah saw. melukiskan tipe orang seperti ini dengan berkataan, “Beruntunglah seorang hamba yang memegang tali kendali kudanya di jalan Allah sementara kepala dan tumitnya berdebu. Apabila ia bertugas menjaga benteng pertahanan, ia benar-benar menjaganya. Dan jika ia bertugas sebagai pemberi minuman, ia benar-benar melaksanakannya.”

    Itulah yang terjadi pada diri Khalid bin Walid saat Khalifah Umar bin Khaththab memberhentikannya dari jabatan panglima perang. Khalid tidak kecewa apalagi sakit hati. Sebab, ia berjuang bukan untuk Umar, bukan pula untuk komandan barunya Abu Ubaidah. Khalid berjuang untuk mendapat ridha Allah swt.

    5. Keikhalasan ada ketika Anda mengutamakan keridhaan Allah daripada keridhaan manusia
    Tidak sedikit manusia hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Bila orang itu menuntun pada keridhaan Allah, sungguh kita sangat beruntung. Tapi tak jarang orang itu memakai kekuasaannya untuk memaksa kita bermaksiat kepada Allah swt. Di sinilah keikhlasan kita diuji. Memilih keridhaan Allah swt. atau keridhaan manusia yang mendominasi diri kita? Pilihan kita seharusnya seperti pilihan Masyithoh si tukang sisir anak Fir’aun. Ia lebih memilih keridhaan Allah daripada harus menyembah Fir’aun.

    6. Ikhlas ada saat Anda cinta dan marah karena Allah
    Adalah ikhlas saat Anda menyatakan cinta dan benci, memberi atau menolak, ridha dan marah kepada seseorang atau sesuatu karena kecintaan Anda kepada Allah dan keinginan membela agamaNya, bukan untuk kepentingan pribadi Anda.
    Sebaliknya, Allah swt. mencela orang yang berbuat kebalikan dari itu.
    “Dan di antara mereka ada orang yang mencela tentang (pembagian) zakat. Jika mereka diberi sebagian daripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.”(At-Taubah: 58)

    7. Keikhlasan hadir saat Anda sabar terhadap panjangnya jalan
    Keikhlasan Anda akan diuji oleh waktu. Sepanjang hidup Anda adalah ujian. Ketegaran Anda untuk menegakkan kalimatNya di muka bumi meski tahu jalannya sangat jauh, sementara hasilnya belum pasti dan kesulitan sudah di depan mata, amat sangat diuji. Hanya orang-orang yang mengharap keridhaan Allah yang bisa tegar menempuh jalan panjang itu. Seperti Nabi Nuh a.s. yang giat tanpa lelah selama 950 tahun berdakwah. Seperti Umar bin Khaththab yang berkata, “Jika ada seribu mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada seratus mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada sepuluh mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada satu mujahid berjuang di medan juang, itulah aku!”

    8. Ikhlas ada saat Anda merasa gembira jika kawan Anda memiliki kelebihan
    Yang paling sulit adalah menerima orang lain memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Apalagi orang itu junior kita. Hasad. Itulah sifat yang menutup keikhlasan hadir di relung hati kita. Hanya orang yang ada sifat ikhlas dalam dirinya yang mau memberi kesempatan kepada orang yang mempunyai kemampuan yang memadai untuk mengambil bagian dari tanggung jawab yang dipikulnya. Tanpa beban ia mempersilakan orang yang lebih baik dari dirinya untuk tampil menggantikan dirinya. Tak ada rasa iri. Tak ada rasa dendam. Jika seorang leader, orang seperti ini tidak segan-segan membagi tugas kepada siapapun yang dianggap punya kemampuan.

    Sumber : http://www.dakwatuna.com