Kehamilan berisiko tinggi adalah keadaan dimana kondisi ibu hamil bisa menyebabkan janin tidak dapat tumbuh dengan sehat, bahkan dapat menimbulkan kematian pada ibu dan janin. Beberapa faktor yang menyebabkan kehamilan seseorang termasuk dalam kehamilan berisiko tinggi adalah:
Usia
Wanita yang hamil diusia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun ketika hamil anak pertama memiliki resiko kehamilan yang cukup tinggi.
Pre Eklampsia atau Gejala Keracunan Kehamilan
Kondisi ini ditandai dengan naiknya tekanan darah ibu hamil, terdapatnya protein dalam urin, serta timbulnya pembengkakan pada tubuh (ederma), Jika anda merasakan gejala-gejala ini terjadi pada anda, segeralah berbaring dan banyak beristirahat.
Eklampsia atau Keracunan Kehamilan
Wanita hamil yang mengalami eklampsia akan menunjukan tanda-tanda yang sama dengan mereka yang mengalami Pre eklampsia. Hanya saja wanita yang mengalami eklampsia akan mengalami kejang-kejang diseluruh tubuhnya. Biasanya dokter akan memberi obat anti kejang untuk menanganinya.
Penyakit Jantung
Ibu hamil yang diketahui memiliki penyakit jantung, perlu pengawasan ekstra dari dokter. Hal ini untuk menghindari mereka melakukan aktivitas berlebihan yang dapat membahayakan jantungnya.
Diabetes Melitus
Ibu hamil yang menderita diabetes melitus atau kencing manis harus memperhatikan makanannya demi menjaga kesehatan janin dan dirinya. Selain itu seringkali para dokter mengkhawatirkan bayi yang lahir dari ibu hamil yang menderita diabetes melitus, yang biasanya akan berukuran besar sehingga membutuhkan tindakan tertentu dalam persalinan.
Anemia
Sebanyak 70% wanita pernah mengalami anemia. Ketika hamil tubuh wanita akan lebih mudah lagi mengalami anemia. Kondisi ini disebabkan karena tubuh ibu hamil memerlukan darah merah lebih banyak ketika persalinan. Anemia dapat menyebabkan kematian bagi ibu dan janin, atau janin lahir dengan berat badan rendah. Karena itu kekurangan darah merah ini harus dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan bergizi, baik untuk kesehatan dirinya maupun janinnya.
Riwayat Obstetrik Buruk
Ibu hamil yang memiliki riwayat obstetrik buruk yaitu mereka yang sebelumnya pernah mengalami keguguran atau pendarahan berulang, melahirkan dini, menjalani operasi caecar, pernah melahirkan janin yang sudah meninggal, atau mengalami pendarahan setelah melahirkan.
Waspada apabila anda memiliki kondisi diatas, bisa jadi kehamilan anda masuk kategori kehamilan beresiko tinggi. Segera konsultasi dengan dokter kandungan anda agar anda memperoleh penanganan yang tepat sebelum terlambat.
Sumber Pena : Kafebalita.Com
Jumat, 17 Juni 2011
FUNGSI IKHLAS
Bismillahirrahmanirrahiim
Lafazh lkhlas menunjukkan pengertian jernih, bersih dan suci dari campuran dan pencemaran.Sesuatu yang murni artinya bersih tanpa ada campuran, baik yang bersifat materi maupun nonmateri.
Dikatakan :"Aku memurnikan ketaatanku hanya kepada Allah", artinya hanya bertujuan kepada Allah tanpa riya'.Al-Fairuzabadi telah mengatakan : "Ikhlaskan karena Allah ", artinya meninggalkan riya' dan pamer.
Ikhlas merupakan istilah tauhid.Orang-orang yang ikhlas adalah mereka yang mengesakan Allah dan merupakan hamba-hambaNya yang terpilih.
Adapun pengertian ikhlas menurut syara' adalah seperti yang diungkapkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah berikut : " Mengesakan Allah Yang Hak dalam berniat melakukan ketaatan, bertujuan hanya kepadaNya tanpa mempersekutukanNya dengan sesuatu pun ".
" Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah memurnikan ketaatan kepadaNya dalam ( menjalankan ) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan memurnikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus ".
( QS. Al-Bayyinah (98) : 5 ).
" Ingatlah, hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih ( dari syirik )".
( QS. Az-Zumar (39) : 3 ).
Di bawah ini adalah beberapa dari Fungsi Ikhlas yaitu :
1. Jalan selamat di akhirat hanya dapat diraih dengan ikhlas.
2. Kehidupan kalbu dan kebebasannya dari kesedihan di dunia ini tidak dapat direalisasikan kecuali dengan keikhlasan, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam :
" Barangsiapa yang tujuan utamanya adalah meraih pahala akhirat, niscaya Allah akan menjadikannya kekayaannya berada di dalam kalbunya, menghimpunkan baginya semua potensi yang dimilikinya, dan dunia akan datang sendiri kepadanya seraya mengejarnya.Sebaliknya, barangsiapa yang tujuan utamanya adalah meraih dunia, niscaya Allah akan menjadikannya kemiskinan berada di depan matanya, membuyarkan semua potansi yang dimilikinya, dan dunia tidak mau datang sendiri kepadanya, kecuali menurut apa yang telah ditakdirkan kepadanya "
( HR. Tirmidzi ).
3. Sumber rejeki pahala yang besar dan meraih kebaikan adalah dari keikhlasan pelakunya.
Sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang menyebutkan :
" Sesungguhnya engkau, tidak sekali-kali mengeluarkan suatu nafkah karena mengharapkan ridha Allah, melainkan pasti engkau akan diberi pahala karenanya, meskipun berupa makanan yang engkau suapkan ke dalam mulut isterimu ".
( HR. Bukhari ).
4. Ikhlas dapat menyelamatkan pelakunya dari adzab yang besar pada hari pembalasan, karena sesungguhnya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah memberitakan kepada kita tentang mula-mula makhluk Allah yang dibakar oleh api neraka pada hari kiamat nanti, bahwa mereka adalah orang yang rajin berifaq, mengeluarkan shadaqahnya agar dikatakan dermawan, orang yang tekun mempelajari ilmu, kemudian mengajarkannya agar dikatakan sebagai orang 'alim, dan orang yang giat berjihad di medan peperangan agar dikatakan sebagai pemberani.
Abu Hurairah r.a yang menceritakan hadist ini, setiap kali hendak menceritakan hadist ini jatuh pingsan karena ketakutan, lalu dia mengusap wajahnya dengan air agar mampu menceritakannya.
Sehubungan dengan ketiadaan ikhlas dalam menuntut ilmu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah bersabda : " Barangsiapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya untuk meraih ridha Allah, lalu dia tidak mempelajarinya kecuali hanya untuk meraih sesuatu dari harta benda duniawi, niscaya dia akan menemukan wewangian surga pada hari kiamat nanti ".
( HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad ).
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah bersabda dalam hadist Qudsi yang beliau riwayatkan dari Tuhannya : " Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan sekutu.Barangsiapa yang beramal, sedang Aku dipersekutukan di dalamnya dengan selainKu, niscaya Kutinggalkan dia bersama sekutunya ".
( HR. Muslim ).
Ikhlas merupakan dasar dari amalan hati, sedangkan pekerjaan anggota tubuh lainnya mengikut padanya dan menjadi pelengkap baginya.Ikhlas dapat membesarkan amal yang kecil hingga menjadi seperti gunung.Sebaliknya, riya' akan mengecilkan amal yang besar hingga tidak punya timbangan di sisi Allah, melainkan lenyap bagitu saja bagaikan debu yang beterbangan.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : " Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu ( bagaikan ) debu yang beterbangan ". ( QS. Al-Furqaan (25) : 23 ).
Ibnul Mubarak mengatakan : : Adakalanya amal sedikit menjadi banyak pahalanya karena ketulusan niatnya, dan adakalanya amal besar menjadi kecil pahalanya karena kurang tulus dalam niatnya.
Ibnu Abu Hamzah, salah seorang ulama besar telah mengatakan : "Sungguh aku menginginkan seandainya di kalangan ulama fiqih terdapat orang yang tidak punya kesibukan lain, kecuali hanya mengajari mereka tentang niat yang harus mereka bulatkan dalam amal mereka dan menekuni pengajaran tentang amal niat semata, karena sesungguhnya tiada musibah yang menimpa kebanyakan orang dalam beramal, kecuali karena menyi-nyiakan niat mereka dalam amalnya ".
Ikhlas menurut terminologi ulama fiqih adalah membedakan ibadah dari tradisi dan membedakan antara satu jenis ibadah dari jenis ibadah yang lain dengan tujuan meraih ridha Allah.
Ikhlas membersihkan kalbu dari rasa dengaki, iri hati, dan menjadi sarana yang dapat menyebabkan amal perbuatan diterima di sisi Allah.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : " Sesungguhnya Allah tidak menerima amal perbuatan, kecuali amal perbuatan yang diniatkan dengan ikhlas demi meraih ridhaNya ".
( HR. Nasa'i ).
Semoga bermanfaat...Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan bagi sesama.
Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Semoga Allah melimpahkan shalawat, salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarga, shahabat , serta seluruh pengikut beliau.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...
Wassalam...
Sumber Pena : Menebar Kebaikan
Lafazh lkhlas menunjukkan pengertian jernih, bersih dan suci dari campuran dan pencemaran.Sesuatu yang murni artinya bersih tanpa ada campuran, baik yang bersifat materi maupun nonmateri.
Dikatakan :"Aku memurnikan ketaatanku hanya kepada Allah", artinya hanya bertujuan kepada Allah tanpa riya'.Al-Fairuzabadi telah mengatakan : "Ikhlaskan karena Allah ", artinya meninggalkan riya' dan pamer.
Ikhlas merupakan istilah tauhid.Orang-orang yang ikhlas adalah mereka yang mengesakan Allah dan merupakan hamba-hambaNya yang terpilih.
Adapun pengertian ikhlas menurut syara' adalah seperti yang diungkapkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah berikut : " Mengesakan Allah Yang Hak dalam berniat melakukan ketaatan, bertujuan hanya kepadaNya tanpa mempersekutukanNya dengan sesuatu pun ".
" Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah memurnikan ketaatan kepadaNya dalam ( menjalankan ) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan memurnikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus ".
( QS. Al-Bayyinah (98) : 5 ).
" Ingatlah, hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih ( dari syirik )".
( QS. Az-Zumar (39) : 3 ).
Di bawah ini adalah beberapa dari Fungsi Ikhlas yaitu :
1. Jalan selamat di akhirat hanya dapat diraih dengan ikhlas.
2. Kehidupan kalbu dan kebebasannya dari kesedihan di dunia ini tidak dapat direalisasikan kecuali dengan keikhlasan, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam :
" Barangsiapa yang tujuan utamanya adalah meraih pahala akhirat, niscaya Allah akan menjadikannya kekayaannya berada di dalam kalbunya, menghimpunkan baginya semua potensi yang dimilikinya, dan dunia akan datang sendiri kepadanya seraya mengejarnya.Sebaliknya, barangsiapa yang tujuan utamanya adalah meraih dunia, niscaya Allah akan menjadikannya kemiskinan berada di depan matanya, membuyarkan semua potansi yang dimilikinya, dan dunia tidak mau datang sendiri kepadanya, kecuali menurut apa yang telah ditakdirkan kepadanya "
( HR. Tirmidzi ).
3. Sumber rejeki pahala yang besar dan meraih kebaikan adalah dari keikhlasan pelakunya.
Sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang menyebutkan :
" Sesungguhnya engkau, tidak sekali-kali mengeluarkan suatu nafkah karena mengharapkan ridha Allah, melainkan pasti engkau akan diberi pahala karenanya, meskipun berupa makanan yang engkau suapkan ke dalam mulut isterimu ".
( HR. Bukhari ).
4. Ikhlas dapat menyelamatkan pelakunya dari adzab yang besar pada hari pembalasan, karena sesungguhnya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah memberitakan kepada kita tentang mula-mula makhluk Allah yang dibakar oleh api neraka pada hari kiamat nanti, bahwa mereka adalah orang yang rajin berifaq, mengeluarkan shadaqahnya agar dikatakan dermawan, orang yang tekun mempelajari ilmu, kemudian mengajarkannya agar dikatakan sebagai orang 'alim, dan orang yang giat berjihad di medan peperangan agar dikatakan sebagai pemberani.
Abu Hurairah r.a yang menceritakan hadist ini, setiap kali hendak menceritakan hadist ini jatuh pingsan karena ketakutan, lalu dia mengusap wajahnya dengan air agar mampu menceritakannya.
Sehubungan dengan ketiadaan ikhlas dalam menuntut ilmu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah bersabda : " Barangsiapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya untuk meraih ridha Allah, lalu dia tidak mempelajarinya kecuali hanya untuk meraih sesuatu dari harta benda duniawi, niscaya dia akan menemukan wewangian surga pada hari kiamat nanti ".
( HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad ).
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah bersabda dalam hadist Qudsi yang beliau riwayatkan dari Tuhannya : " Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan sekutu.Barangsiapa yang beramal, sedang Aku dipersekutukan di dalamnya dengan selainKu, niscaya Kutinggalkan dia bersama sekutunya ".
( HR. Muslim ).
Ikhlas merupakan dasar dari amalan hati, sedangkan pekerjaan anggota tubuh lainnya mengikut padanya dan menjadi pelengkap baginya.Ikhlas dapat membesarkan amal yang kecil hingga menjadi seperti gunung.Sebaliknya, riya' akan mengecilkan amal yang besar hingga tidak punya timbangan di sisi Allah, melainkan lenyap bagitu saja bagaikan debu yang beterbangan.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : " Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu ( bagaikan ) debu yang beterbangan ". ( QS. Al-Furqaan (25) : 23 ).
Ibnul Mubarak mengatakan : : Adakalanya amal sedikit menjadi banyak pahalanya karena ketulusan niatnya, dan adakalanya amal besar menjadi kecil pahalanya karena kurang tulus dalam niatnya.
Ibnu Abu Hamzah, salah seorang ulama besar telah mengatakan : "Sungguh aku menginginkan seandainya di kalangan ulama fiqih terdapat orang yang tidak punya kesibukan lain, kecuali hanya mengajari mereka tentang niat yang harus mereka bulatkan dalam amal mereka dan menekuni pengajaran tentang amal niat semata, karena sesungguhnya tiada musibah yang menimpa kebanyakan orang dalam beramal, kecuali karena menyi-nyiakan niat mereka dalam amalnya ".
Ikhlas menurut terminologi ulama fiqih adalah membedakan ibadah dari tradisi dan membedakan antara satu jenis ibadah dari jenis ibadah yang lain dengan tujuan meraih ridha Allah.
Ikhlas membersihkan kalbu dari rasa dengaki, iri hati, dan menjadi sarana yang dapat menyebabkan amal perbuatan diterima di sisi Allah.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : " Sesungguhnya Allah tidak menerima amal perbuatan, kecuali amal perbuatan yang diniatkan dengan ikhlas demi meraih ridhaNya ".
( HR. Nasa'i ).
Semoga bermanfaat...Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan bagi sesama.
Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Semoga Allah melimpahkan shalawat, salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarga, shahabat , serta seluruh pengikut beliau.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...
Wassalam...
Sumber Pena : Menebar Kebaikan
Sabtu, 11 Juni 2011
Silahkan Kirim Iklan Apa Pun Di Sini
Jumat, 10 Juni 2011
Museum Unik di Dunia
BIASANYA, museum sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda peninggalan sejarah dan artefak yang bernilai tinggi. Namun, ada beberapa museum juga yang mengoleksi benda-benda yang tak umum, unik, dan aneh.
1. Museum Shinyokohama Raumen, Yokohama, Jepang
Mie raumen atau ramen telah menjadi makanan pokok di Jepang. Versi instan mi ramen diperkenalkan pada tahun 1958. Sejak saat itu, popularitasnya meledak dan kini memiliki 200 ribu restoran ramen.
Jika Anda penggemar mi ramen, silakan berkunjung ke Jepang. Di negeri sakura itu, akan menyaksikan berbagai macam variasi hidangan mi ramen. Museum berlantai tiga ini dibuka Senin hingga Jumat pada pukul 11.00 sampai dengan 23.00 waktu setempat. Dan juga hari Sabtu hingga Minggu pukul 10.30 sampai 23.00. Tiket masuknya sekitar 3 dolar Amerika Serikat atau Rp27 ribu untuk dewasa dan 1 dolar Amerika serikat untuk anak-anak di bawah usia 13 tahun.
2. Museum Toliet, New Delhi, India
Apakah Anda tahu artefak toilet dari tahun 2500 sebelum masehi? Jika belum, berkunjunglah ke museum Toilet di New Delhi, India. Museum ini dicetuskan Dr Bindershwar Pathak.
Ada berbagai peninggalan primitif dari evolusi toilet di seluruh dunia. Satu di antaranya replika kloset milik Raja Louis XVIII dari Perancis. Museum buka pada Senin hingga Sabtu pada pukul 10.00 sampai 17.00 waktu setempat. Anda berminat? Silakan berkunjung tanpa biaya masuk.
3. Museum of Bad Art, Dedham, Massachusets
Karya-karya seni berupa lukisan yang ada di setiap museum identik dengan keindahan. Tapi bagaimana bila yang dipajang di museum ialah karya yang gagal atau buruk. Ketika Anda berkunjung ke museum ini, banyak lusinan karya lukis yang gagal.
Hampir 400 buah lukisan yang dikoleksi di museum ini. Jika Anda ingin penasaran, silakan berkunjung ke Massachusets, Amerika Serikat.
4. Museum Sewer, Paris
Paris mengembangkan sistem pembuangan pertamanya sekitar tahun 1200 Masehi. Saat itu, Raja Philippe Auguste menyatakan bahwa semua jalan harus diaspal dengan saluran di sepanjang bagian tengah untuk limbah. Kini, beberapa bagian dari sistem pembuangan sepanjang 1.300 mil ini terorganisir dengan baik dan Anda dapat berjalan kaki untuk menjelajahi terowongannya.
Museum Sewer buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 17.00 waktu setempat, kecuali Kamis dan Jumat. Tiket masuknya sekitar 5 dolar Amerika Serikat atau Rp46 ribu.
5. Museum Rambut Leila, Missouri, Amerika Serikat
Museum rambut Leila mempunyai banyak koleksi hiasan rambur dari tahun 1800-an. Museum Leila memiliki 159 rangkaian bunga dan lebih dari 2.000 buah perhiasan dengan rambut menghiasi di dalamnya. Mantan penata rambut Leila Cohoon-lah yang mulai mencetuskan museum ini.
Cohoon menghabiskan separuh hidupnya bekerja dengan rambut. Ia menemukan gairah ketika membeli berbagai hiasan rambut di sebuah toko antik. Cohoon mulai mengumpulkan seni rambut pada tahun 1949 sebagai hobi. Ia kemudian membuka museum rambut pada tahun 1990 di Missouri, Amerika Serikat.
Museum Leila buka dari Selasa hingga Sabtu mulai pukul 09.00 sampai 17.00 waktu setempat. Harga tiket untuk dewasa 5 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp46 ribu dan anak-anak di bawah usia 12 tahun sebesar 2,5 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp. 23 ribu.
6. Museum of Torture, Amsterdam, Belanda
Torture artinya penyiksaan. Museum of Tourture di Amsterdam, Belanda, ini menunjukkan instrumen penyiksaan. Selain itu, museum juga menyediakan tutorial tentang sejarah penyiksaan dan penggunaannya dalam masyarakat.
Di museum ini, Anda akan diingatkan kembali ke masa beratus tahun silam. Anda seolah kembali pada metode ekstrim yang menimbulkan rasa sakit atau kematian bagi pelanggar hukum. Dengan pencahayaan redup, alat-alat penyiksaan itu akan membuat bulu kuduk Anda berdiri. Satu di antaranya alat pemenggal kepala yang terkenal, Guillotine.
Museum Torture buka setiap hari mulai pukul 10.00-23.00 waktu setempat dengan harga tiket 7 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp64 ribu untuk dewasa dan 3,5 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp32 ribu untuk anak-anak.
Sumber Pena : www.metrotvnews.com
1. Museum Shinyokohama Raumen, Yokohama, Jepang
Mie raumen atau ramen telah menjadi makanan pokok di Jepang. Versi instan mi ramen diperkenalkan pada tahun 1958. Sejak saat itu, popularitasnya meledak dan kini memiliki 200 ribu restoran ramen.
Jika Anda penggemar mi ramen, silakan berkunjung ke Jepang. Di negeri sakura itu, akan menyaksikan berbagai macam variasi hidangan mi ramen. Museum berlantai tiga ini dibuka Senin hingga Jumat pada pukul 11.00 sampai dengan 23.00 waktu setempat. Dan juga hari Sabtu hingga Minggu pukul 10.30 sampai 23.00. Tiket masuknya sekitar 3 dolar Amerika Serikat atau Rp27 ribu untuk dewasa dan 1 dolar Amerika serikat untuk anak-anak di bawah usia 13 tahun.
2. Museum Toliet, New Delhi, India
Apakah Anda tahu artefak toilet dari tahun 2500 sebelum masehi? Jika belum, berkunjunglah ke museum Toilet di New Delhi, India. Museum ini dicetuskan Dr Bindershwar Pathak.
Ada berbagai peninggalan primitif dari evolusi toilet di seluruh dunia. Satu di antaranya replika kloset milik Raja Louis XVIII dari Perancis. Museum buka pada Senin hingga Sabtu pada pukul 10.00 sampai 17.00 waktu setempat. Anda berminat? Silakan berkunjung tanpa biaya masuk.
3. Museum of Bad Art, Dedham, Massachusets
Karya-karya seni berupa lukisan yang ada di setiap museum identik dengan keindahan. Tapi bagaimana bila yang dipajang di museum ialah karya yang gagal atau buruk. Ketika Anda berkunjung ke museum ini, banyak lusinan karya lukis yang gagal.
Hampir 400 buah lukisan yang dikoleksi di museum ini. Jika Anda ingin penasaran, silakan berkunjung ke Massachusets, Amerika Serikat.
4. Museum Sewer, Paris
Paris mengembangkan sistem pembuangan pertamanya sekitar tahun 1200 Masehi. Saat itu, Raja Philippe Auguste menyatakan bahwa semua jalan harus diaspal dengan saluran di sepanjang bagian tengah untuk limbah. Kini, beberapa bagian dari sistem pembuangan sepanjang 1.300 mil ini terorganisir dengan baik dan Anda dapat berjalan kaki untuk menjelajahi terowongannya.
Museum Sewer buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 17.00 waktu setempat, kecuali Kamis dan Jumat. Tiket masuknya sekitar 5 dolar Amerika Serikat atau Rp46 ribu.
5. Museum Rambut Leila, Missouri, Amerika Serikat
Museum rambut Leila mempunyai banyak koleksi hiasan rambur dari tahun 1800-an. Museum Leila memiliki 159 rangkaian bunga dan lebih dari 2.000 buah perhiasan dengan rambut menghiasi di dalamnya. Mantan penata rambut Leila Cohoon-lah yang mulai mencetuskan museum ini.
Cohoon menghabiskan separuh hidupnya bekerja dengan rambut. Ia menemukan gairah ketika membeli berbagai hiasan rambut di sebuah toko antik. Cohoon mulai mengumpulkan seni rambut pada tahun 1949 sebagai hobi. Ia kemudian membuka museum rambut pada tahun 1990 di Missouri, Amerika Serikat.
Museum Leila buka dari Selasa hingga Sabtu mulai pukul 09.00 sampai 17.00 waktu setempat. Harga tiket untuk dewasa 5 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp46 ribu dan anak-anak di bawah usia 12 tahun sebesar 2,5 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp. 23 ribu.
6. Museum of Torture, Amsterdam, Belanda
Torture artinya penyiksaan. Museum of Tourture di Amsterdam, Belanda, ini menunjukkan instrumen penyiksaan. Selain itu, museum juga menyediakan tutorial tentang sejarah penyiksaan dan penggunaannya dalam masyarakat.
Di museum ini, Anda akan diingatkan kembali ke masa beratus tahun silam. Anda seolah kembali pada metode ekstrim yang menimbulkan rasa sakit atau kematian bagi pelanggar hukum. Dengan pencahayaan redup, alat-alat penyiksaan itu akan membuat bulu kuduk Anda berdiri. Satu di antaranya alat pemenggal kepala yang terkenal, Guillotine.
Museum Torture buka setiap hari mulai pukul 10.00-23.00 waktu setempat dengan harga tiket 7 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp64 ribu untuk dewasa dan 3,5 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp32 ribu untuk anak-anak.
Sumber Pena : www.metrotvnews.com
Senin, 06 Juni 2011
Wanita Penghuni Surga Itu..
Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”
Aku menjawab, “Ya”
Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’
Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’
Maka Nabi pun mendoakannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.
Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”
Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”
Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?
Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?
Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.
Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.
Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.
Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.
Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.
Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.
Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”
Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.
Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.
Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???
Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”
Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.
Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.”
(HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)
Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.
Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.
Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?
Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni surga tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam.
Marji’:
Syarah Riyadhush Shalihin (terj). Jilid 1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin. Cetakan ke-3. Penerbit Darul Falah. 2007 M.
Penulis: Ummu Rumman Siti Fatimah
Muraja’ah: ustadz Abu Salman
Sumber Pena : Muslimah.or.id
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”
Aku menjawab, “Ya”
Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’
Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’
Maka Nabi pun mendoakannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.
Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”
Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”
Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?
Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?
Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.
Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.
Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.
Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.
Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.
Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.
Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”
Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.
Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.
Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???
Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”
Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.
Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.”
(HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)
Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.
Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.
Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?
Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni surga tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam.
Marji’:
Syarah Riyadhush Shalihin (terj). Jilid 1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin. Cetakan ke-3. Penerbit Darul Falah. 2007 M.
Penulis: Ummu Rumman Siti Fatimah
Muraja’ah: ustadz Abu Salman
Sumber Pena : Muslimah.or.id
Minggu, 05 Juni 2011
Ibu Ceritakan Aku Tentang Ikhwan Sejati...
Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…
Sang Ibu tersenyum dan menjawab…
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya ….
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran… ..
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya. ..
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…
….setelah itu, ia kembali bertanya…
” Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?”
Sang Ibupun memberikan bukunya sambil berkata…. “Pelajari tentang dia…”
ia pun mengambil buku itu
“MUHAMMAD”, judul buku yang tertulis di buku itu…..
Sumber PenaPendiari.blogspot.com
Sang Ibu tersenyum dan menjawab…
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya ….
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran… ..
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya. ..
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…
….setelah itu, ia kembali bertanya…
” Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?”
Sang Ibupun memberikan bukunya sambil berkata…. “Pelajari tentang dia…”
ia pun mengambil buku itu
“MUHAMMAD”, judul buku yang tertulis di buku itu…..
Sumber PenaPendiari.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)



