Kamis, 30 Juni 2011

Metodologi Pancasila



                  Metodologiadalah upaya seseorang untuk mencari jalan atau cara yang tepat dalam suatukegiatan. Dengan analogi terhadap hal itu, maka kita pun dapat memiliki caraatau pendekatan yang dianggap tepat dan benar dalam memahami Pancasilakhususnya yang berkaitan dengan nilai yang muncul dari Pancasila itu.

                   Metode itu antara lain, observasi, verstenhen (pemahaman),interpretasi, teori kritis, dialog, pembaruan multikultural, integrasi,adapatasi, sosialisasi dan seni budaya.

                  Metodeobservasi digunakan untuk mengamati berbagai gejala yang dialami manusia,khususnya dalam melakukan berbagai tindakan dalam kapasitas dia sebagai makhlukindividu, sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Metode verstenhen atau metode pemahaman adalahmetode yang lazim digunakan dalam bidang humaniora dan ilmu sosial. Tujuannyaadalah untuk mencari makna tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidanghumaniora, sosial, seperti perilaku manusia, peristiwa sejarah, interaksimasyarakat dengan lembaga, interaksi individu dengan individu lainnya, bendaartefak yang masih ada, ritual masyarakat, kehidupan beragama, dan sebagainya.

                  Metodeinterpretasi adalah metode untuk melakukan penafsiran atau tafsir terhadappemahaman suatu fenomena tertentu. Fenomena tersebut dapat berupa kehidupanmasyarakat Indonesia dalam konteks bernegara dan berbangsa.

                  Teorikritis yang dimaksudkan ini adalah upaya metodologis atau metode yang mencobamenggabungkan antara pemahaman filsafat dengan kehidupan sosial.Metode teorikritis ini berusaha malihat bahwa realitas sosial sebagai fakta sosiologisdapat dipahami sebagai kegiatan yang sifatnya konseptual.

                  Metodedialog adalah metode yang menekan komunikasi atau alih informasi melalui sifatyang dinamis dan dua arah. Hal ini diperlukan agar pesan dapat diterima denganbaik dan tak terjadi salah paham antara yang satu dengan yang lain.

                  Metodelogiyang tepat juga akan mengarahkan bagaimana Pancasila itu terintegrasi denganbaik. Artinya melalui masyarakat yang plural dan heterogen, juga generasimudanya Pancasila dapat diterima, diadaptasi, disesuaikan dengan kebutuhan yangada.

Metodologi Pancasila



                  Metodologiadalah upaya seseorang untuk mencari jalan atau cara yang tepat dalam suatukegiatan. Dengan analogi terhadap hal itu, maka kita pun dapat memiliki caraatau pendekatan yang dianggap tepat dan benar dalam memahami Pancasilakhususnya yang berkaitan dengan nilai yang muncul dari Pancasila itu.

                   Metode itu antara lain, observasi, verstenhen (pemahaman),interpretasi, teori kritis, dialog, pembaruan multikultural, integrasi,adapatasi, sosialisasi dan seni budaya.

                  Metodeobservasi digunakan untuk mengamati berbagai gejala yang dialami manusia,khususnya dalam melakukan berbagai tindakan dalam kapasitas dia sebagai makhlukindividu, sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Metode verstenhen atau metode pemahaman adalahmetode yang lazim digunakan dalam bidang humaniora dan ilmu sosial. Tujuannyaadalah untuk mencari makna tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidanghumaniora, sosial, seperti perilaku manusia, peristiwa sejarah, interaksimasyarakat dengan lembaga, interaksi individu dengan individu lainnya, bendaartefak yang masih ada, ritual masyarakat, kehidupan beragama, dan sebagainya.

                  Metodeinterpretasi adalah metode untuk melakukan penafsiran atau tafsir terhadappemahaman suatu fenomena tertentu. Fenomena tersebut dapat berupa kehidupanmasyarakat Indonesia dalam konteks bernegara dan berbangsa.

                  Teorikritis yang dimaksudkan ini adalah upaya metodologis atau metode yang mencobamenggabungkan antara pemahaman filsafat dengan kehidupan sosial.Metode teorikritis ini berusaha malihat bahwa realitas sosial sebagai fakta sosiologisdapat dipahami sebagai kegiatan yang sifatnya konseptual.

                  Metodedialog adalah metode yang menekan komunikasi atau alih informasi melalui sifatyang dinamis dan dua arah. Hal ini diperlukan agar pesan dapat diterima denganbaik dan tak terjadi salah paham antara yang satu dengan yang lain.

                  Metodelogiyang tepat juga akan mengarahkan bagaimana Pancasila itu terintegrasi denganbaik. Artinya melalui masyarakat yang plural dan heterogen, juga generasimudanya Pancasila dapat diterima, diadaptasi, disesuaikan dengan kebutuhan yangada.

Pengertian Asal Mula Pancasila



                  Pancasila mamiliki duapengertian yang pokok, yaitu Pancasila sebagai
 Dasar Negara Republik Indonesia dan Pancasilasebagai Pandangan Hidup
 Bangsa.

Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
                  Dalamhal ini Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk kehidupan sehari-hari(Pancasila diamalkan dalam kehidupan sehari-hari). Dengan kata lain, Pancasiladigunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dankehidupan didalam segala bidang. Pancasila sebagai norma fundamental, berfungsisebagai suatu cita-cita atau ide yang harus diwujudkan menjadi suatu kenyataan.Adapun wujud Pancasila secara konkret merupakan perwujudan Pancasila itu dalamsetiap perbuatan. Dilihat dari kedudukannya, Pancasila mempunyai kedudukan yangtinggi, yakni sebagai cita-cita dan pandangan hidup bangsa dan negara republikIndonesia.


Pancasilasebagai Dasar Negara Republik Indonesia
                  Pancasiladalam pengertian ini sering disebut Dasar Falsafat Negara. Dengan kata lain,Pancasila digunakan sebagai dasar negara untuk mengatur penyelenggaraan Negara.Fungsi pokok daripada Pancasila adalah sebagai dasar negara sesuai denganpembukaan UUD 1945, dan yang pada hakikatnya adalah sebagai sumber dari segalsumber hukum atau sumber dari tertib hukum. Pengertian tersebut adalahpengertian Pancasila yang bersifat yudiris kenegaraan. 

Pengertian Asal Mula Pancasila



                  Pancasila mamiliki duapengertian yang pokok, yaitu Pancasila sebagai
 Dasar Negara Republik Indonesia dan Pancasilasebagai Pandangan Hidup
 Bangsa.

Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
                  Dalamhal ini Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk kehidupan sehari-hari(Pancasila diamalkan dalam kehidupan sehari-hari). Dengan kata lain, Pancasiladigunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dankehidupan didalam segala bidang. Pancasila sebagai norma fundamental, berfungsisebagai suatu cita-cita atau ide yang harus diwujudkan menjadi suatu kenyataan.Adapun wujud Pancasila secara konkret merupakan perwujudan Pancasila itu dalamsetiap perbuatan. Dilihat dari kedudukannya, Pancasila mempunyai kedudukan yangtinggi, yakni sebagai cita-cita dan pandangan hidup bangsa dan negara republikIndonesia.


Pancasilasebagai Dasar Negara Republik Indonesia
                  Pancasiladalam pengertian ini sering disebut Dasar Falsafat Negara. Dengan kata lain,Pancasila digunakan sebagai dasar negara untuk mengatur penyelenggaraan Negara.Fungsi pokok daripada Pancasila adalah sebagai dasar negara sesuai denganpembukaan UUD 1945, dan yang pada hakikatnya adalah sebagai sumber dari segalsumber hukum atau sumber dari tertib hukum. Pengertian tersebut adalahpengertian Pancasila yang bersifat yudiris kenegaraan. 

makalah Ideologi


Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas karunia-Nya lah kami dapatmenyelesaikan penyusunan makalah ini.

Sepuluh tahun sudah reformasiberlalu, namun reformasi belum dapat membawa perubahan yang substansional padakehidupan rakyat Indonesia. Pada makalah ini akan dibahas mengenai suatupermasalahan dasar yang sangat penting untuk dianalisis, yakni Pancasila yangmerupakan ideologi bangsa seharusnya dapat ditegakkan agar proses pembangunannasional yang sesuai dengan reformasi dapat berjalan dengan baik.

Di kesempatan kali ini pulapenulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantupenyusunan makalah ini.

Harapan penulis, kiranyamakalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk dijadikan sebagai bahanreferensi dalam mempelajari bahasan ini.

Akhir kata, tak ada gadingyang tak retak. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh darikesempurnaan. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati akan menerima kritik,saran dan masukan yang membangun



Depok, 13 Oktober 2008
                                                                  
                                                                            Timpenyusun                                             



Daftar Isi

Halamanjudul…………………………………………………...       1
Kata Pengantar…………………………………………………..       2
Daftar Isi………………………………………………………...        3

BAB I Ideologi
Pengertian Ideologi……………………………………………...        4
Ideologi-Ideologi di Asia………………………………………..        4                
Hind Swaraj……………………………………………………..        5
Pancasila………………………………………………………...        6
Pengertian Asal Mula Pancasila...................................................     9       
Metodologi Pancasila…………………………………………....       10     
Nilai Pancasila…………………………………………………..        11
Pancasila  Sebagai Paradigma Pembangunan Nasional................     13
Hambatan dan Tantangan dalamBerideologi Pancasila..............     14

BAB II UUD 1945
Pengertian UUD 1945…………………………………………...       16
Fungsi dan Kedudukan UUD 1945……………………………...      16
Sejarah Terbentuknya UUD 1945……………………………… 18
AmandemenUndang-Undang Dasar 1945……………………..       23

Daftar Pustaka……………………………………………….......      27

makalah Ideologi


Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas karunia-Nya lah kami dapatmenyelesaikan penyusunan makalah ini.

Sepuluh tahun sudah reformasiberlalu, namun reformasi belum dapat membawa perubahan yang substansional padakehidupan rakyat Indonesia. Pada makalah ini akan dibahas mengenai suatupermasalahan dasar yang sangat penting untuk dianalisis, yakni Pancasila yangmerupakan ideologi bangsa seharusnya dapat ditegakkan agar proses pembangunannasional yang sesuai dengan reformasi dapat berjalan dengan baik.

Di kesempatan kali ini pulapenulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantupenyusunan makalah ini.

Harapan penulis, kiranyamakalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk dijadikan sebagai bahanreferensi dalam mempelajari bahasan ini.

Akhir kata, tak ada gadingyang tak retak. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh darikesempurnaan. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati akan menerima kritik,saran dan masukan yang membangun



Depok, 13 Oktober 2008
                                                                  
                                                                            Timpenyusun                                             



Daftar Isi

Halamanjudul…………………………………………………...       1
Kata Pengantar…………………………………………………..       2
Daftar Isi………………………………………………………...        3

BAB I Ideologi
Pengertian Ideologi……………………………………………...        4
Ideologi-Ideologi di Asia………………………………………..        4                
Hind Swaraj……………………………………………………..        5
Pancasila………………………………………………………...        6
Pengertian Asal Mula Pancasila...................................................     9       
Metodologi Pancasila…………………………………………....       10     
Nilai Pancasila…………………………………………………..        11
Pancasila  Sebagai Paradigma Pembangunan Nasional................     13
Hambatan dan Tantangan dalamBerideologi Pancasila..............     14

BAB II UUD 1945
Pengertian UUD 1945…………………………………………...       16
Fungsi dan Kedudukan UUD 1945……………………………...      16
Sejarah Terbentuknya UUD 1945……………………………… 18
AmandemenUndang-Undang Dasar 1945……………………..       23

Daftar Pustaka……………………………………………….......      27

Ideologi-Ideologi di Asia



Terbentuknyaideologi-ideologi politik di kawasan Asia merupakan reaksi kritis terhadapideologi kapitalisme, kolonialisme, dan imperialisme barat, sehinggaunsur-unsur dalam ideologi-ideologi bangsa Asia ini sarat dengan ide-idenasionalisme, antikolonialisme dan sangat menekankan ide keadilan social. Untukmengenal dan memahami ideologi dari kawasan Asia, akan ditampilkan dua ideologidari Asia untuk mewakili yakni HindSwaraj (Indian Home Rule) yangdigagas oleh Mahatma Gandhi dan Pancasiladari Indonesia.
1.2.1 Hind Swaraj
Hind Swaraj(berasal dari kata Hind yang berartibangsa India dan Swaraj yang berartipemerintahan sendiri), adalah ideologi yang digagas oleh Mohandas KaramchandGandhi (1869-1948). Ia dikenal sebagai Bapak dan Guru bangsa India yang wafatkarena ditembak pada tahun 1948.


Sebagai sebuah ideologi,Hind Swaraj terdiri dari beberapa idedasar yaitu nasionalisme humanitis, sarvodaya(kesejahteraan social), ekonomi khadiserta pemerintahan yang demokratis.

Nasionalisme humanitisGandhi bertumpu pada ajaran ahimsa (prinsipmenghormati kehidupan, dalam arti khusus adalah tidak melakukan tindakankekerasan apalagi pembunuhan) dan satyagraha(prinsip kekuatan jiwa, cinta akan kebenaran). Dalam bahasa Inggris seringdipadankan dengan passive resistance,non-violence atau perlawanan tanpakekerasan/pasif). Dengan kedua prinsip tersebut, gerakan kemerdekaan India dibawah Gandhi memiliki ciri-ciri seperti tidak melakukan tindak kekerasan tapilebih memilih aksi-aksi semacam boikot dan mengedepankan peralihan kekuasaansecara damai melalui negosiasi dan gentlemenagreement.

Sarvodaya(kesejahteraan milik semua). Hind Swarajjuga meliputi ide tentang tatanan sosial-ekonomi yang ideal yakni kesejahteraandan kesetaraan nasional bagi bangsa India. Ide tentang kesejahteraan diangkatmengingat India masih menganut sistem kasta, di mana kaum Pariah atau kaum Harijan(kelompok yang terpinggirkan) perlu diangkat, baik secara sosial maupun ekonomiagar di dalam India yang merdeka, kelompok ini juga memiliki tempat dankekuatan.

Khadi adalahkain tenun yang ditenun dengan charka (alattenun yang dijalankan dengan tenaga manusia). Bagi Gandhi, kedua alat inimerupakan simbol sekaligus sarana untuk mendukung sarvodaya, keduanya merupakan alat sederhana namun dapat menjaditumpuan jutaan rakyat miskin untuk memproduksi kain sendiri, hingga lepas dariketergantungan kain impor dari Inggris. Ekonomi khadi merupakan simbol kemandirian ekonomi dan simbol kebebasandari eksploitasi sistem industri pabrik yang diyakini Gandhi dapat menimbulkanpengangguran di desa-desa.

Ide Ramrajya (negarayang demokratis) dan Gram Swaraj (pemerintahan lokal berbasis desa), merupakandua ide Gandhi tentang negara dan kedaulatan negara yang dicirikan olehdesentralisasi kekuasaan. Bentuk-bentuk pemerintahan semacam ini diyakiniGandhi dapat mewujudkan kedaulatan rakyat yang sesungguhnya,serta dapat memberiruang bagi semua bentuk aliran atau pemikiran individu (Poerbasari,2007:183-189).