Kamis, 30 Juni 2011

Ideologi-Ideologi di Asia



Terbentuknyaideologi-ideologi politik di kawasan Asia merupakan reaksi kritis terhadapideologi kapitalisme, kolonialisme, dan imperialisme barat, sehinggaunsur-unsur dalam ideologi-ideologi bangsa Asia ini sarat dengan ide-idenasionalisme, antikolonialisme dan sangat menekankan ide keadilan social. Untukmengenal dan memahami ideologi dari kawasan Asia, akan ditampilkan dua ideologidari Asia untuk mewakili yakni HindSwaraj (Indian Home Rule) yangdigagas oleh Mahatma Gandhi dan Pancasiladari Indonesia.
1.2.1 Hind Swaraj
Hind Swaraj(berasal dari kata Hind yang berartibangsa India dan Swaraj yang berartipemerintahan sendiri), adalah ideologi yang digagas oleh Mohandas KaramchandGandhi (1869-1948). Ia dikenal sebagai Bapak dan Guru bangsa India yang wafatkarena ditembak pada tahun 1948.


Sebagai sebuah ideologi,Hind Swaraj terdiri dari beberapa idedasar yaitu nasionalisme humanitis, sarvodaya(kesejahteraan social), ekonomi khadiserta pemerintahan yang demokratis.

Nasionalisme humanitisGandhi bertumpu pada ajaran ahimsa (prinsipmenghormati kehidupan, dalam arti khusus adalah tidak melakukan tindakankekerasan apalagi pembunuhan) dan satyagraha(prinsip kekuatan jiwa, cinta akan kebenaran). Dalam bahasa Inggris seringdipadankan dengan passive resistance,non-violence atau perlawanan tanpakekerasan/pasif). Dengan kedua prinsip tersebut, gerakan kemerdekaan India dibawah Gandhi memiliki ciri-ciri seperti tidak melakukan tindak kekerasan tapilebih memilih aksi-aksi semacam boikot dan mengedepankan peralihan kekuasaansecara damai melalui negosiasi dan gentlemenagreement.

Sarvodaya(kesejahteraan milik semua). Hind Swarajjuga meliputi ide tentang tatanan sosial-ekonomi yang ideal yakni kesejahteraandan kesetaraan nasional bagi bangsa India. Ide tentang kesejahteraan diangkatmengingat India masih menganut sistem kasta, di mana kaum Pariah atau kaum Harijan(kelompok yang terpinggirkan) perlu diangkat, baik secara sosial maupun ekonomiagar di dalam India yang merdeka, kelompok ini juga memiliki tempat dankekuatan.

Khadi adalahkain tenun yang ditenun dengan charka (alattenun yang dijalankan dengan tenaga manusia). Bagi Gandhi, kedua alat inimerupakan simbol sekaligus sarana untuk mendukung sarvodaya, keduanya merupakan alat sederhana namun dapat menjaditumpuan jutaan rakyat miskin untuk memproduksi kain sendiri, hingga lepas dariketergantungan kain impor dari Inggris. Ekonomi khadi merupakan simbol kemandirian ekonomi dan simbol kebebasandari eksploitasi sistem industri pabrik yang diyakini Gandhi dapat menimbulkanpengangguran di desa-desa.

Ide Ramrajya (negarayang demokratis) dan Gram Swaraj (pemerintahan lokal berbasis desa), merupakandua ide Gandhi tentang negara dan kedaulatan negara yang dicirikan olehdesentralisasi kekuasaan. Bentuk-bentuk pemerintahan semacam ini diyakiniGandhi dapat mewujudkan kedaulatan rakyat yang sesungguhnya,serta dapat memberiruang bagi semua bentuk aliran atau pemikiran individu (Poerbasari,2007:183-189).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar