Rabu, 29 Juni 2011

Hubungan Filsafat Dengan Ilmu


1.      
Meskipun secara historisantara ilmu dan filsafat pernah merupakan suatu kesatuan, namun dalamperkembangannya mengalami divergensi, dimana dominasi ilmu lebih kuatmempengaruhi pemikiran manusia, kondisi ini mendorong pada upaya untukmemposisikan ke duanya secara tepat sesuai dengan batas wilayahnyamasing-masing, bukan untuk mengisolasinya melainkan untuk lebih jernih melihathubungan keduanya dalam konteks lebih memahami khazanah intelektuan manusia
Harold H. Titus mengakui kesulitan untuk menyatakan secara tegas dan ringkas mengenaihubungan antara ilmu dan filsafat, karena terdapat persamaan sekaligusperbedaan antara ilmu dan filsafat, disamping dikalangan ilmuwan sendiriterdapat perbedaan pandangan dalam hal sifat dan keterbatasan ilmu, dimikianjuga dikalangan filsuf terdapat perbedaan pandangan dalam memberikan makna dantugas filsafat.

Adapaun persamaan (lebih tepatnya persesuaian) antara ilmu dan filsafatadalah bahwa keduanya menggunakan berfikir reflektif dalam upayamenghadapi/memahami fakta-fakta dunia dan kehidupan, terhadap hal-hal tersebutbaik filsafat maupun ilmu bersikap kritis, berfikiran terbuka serta sangatkonsern pada kebenaran, disamping perhatiannya pada pengetahuan yangterorganisisr dan sistematis.
Sementara itu perbedaan filsafat dengan ilmu lebih berkaitan dengantitik tekan, dimana ilmu mengkaji bidang yang terbatas, ilmu lebih bersifatanalitis dan deskriptif dalam pendekatannya, ilmu menggunakan observasi,eksperimen dan klasifikasi data pengalaman indra serta berupaya untuk menemukanhukum-hukum atas gejala-gejala tersebut, sedangkan filsafat berupaya mengkajipengalaman secara menyeluruh sehingga lebih bersifat inklusif dan mencakuphal-hal umum dalam berbagai bidang pengalaman manusia, filsafat lebih bersifatsintetis dan sinoptis dan kalaupun analitis maka analisanya memasuki dimensikehidupan secara menyeluruh dan utuh, filsafat lebih tertarik  pada pertanyaan kenapa dan bagaimana dalam mempertanyakanmasalah hubungan antara fakta khusus dengan skema masalah yang lebih luas,filsafat juga mengkaji  hubungan antaratemuan-temuan ilmu  dengan klaim agama,moral serta seni.
Dengan memperhatikan ungkapan di atas nampak bahwa filsafat mempunyaibatasan yang lebih luas dan menyeluruh ketimbang ilmu, ini berarti bahwa apayang sudah tidak bisa dijawab oleh ilmu, maka filsafat berupaya mencarijawabannya, bahkan ilmu itu sendiri bisa dipertanyakan atau dijadikan objekkajian filsafat (Filsafat Ilmu), namun demikian filsafat dan ilmu mempunyaikesamaan dalam menghadapi objek kajiannya yakni berfikir reflektif dansistematis, meski dengan titik tekan pendekatan yang berbeda.
Dengan demikian, Ilmu mengkajihal-hal yang bersifat empiris dan dapat dibuktikan, filsafat mencobamencari jawaban terhadap masalah-masalah yang tidak bisa dijawab oleh Ilmu danjawabannya bersifat spekulatif, sedangkan Agama merupakan jawabanterhadap masalah-masalah yang tidak bisa dijawab oleh filsafat dan jawabannyabersifat mutlak/dogmatis. Menurut Sidi Gazlba (1976), Pengetahuan ilmulapangannya segala sesuatu yang dapat diteliti (riset dan/atau eksperimen) ;batasnya sampai kepada yang tidak atau belum dapat dilakukan penelitian.Pengetahuan filsafat : segala sesuatu yang dapat dipikirkan oleh budi (rasio)manusia yang alami (bersifat alam) dan nisbi; batasnya ialah batas alam namundemikian ia juga mencoba memikirkan sesuatu yang diluar alam, yang disebut olehagama “Tuhan”. Sementara itu Oemar Amin Hoesin (1964) mengatakanbahwa ilmu memberikan kepada kita pengetahuan, dan filsafat memberikan hikmat.Dari sini nampak jelas bahwa ilmu dan filsafat mempunyai wilayah kajiannyasendiri-sendiri
Meskipun filsafat ilmumempunyai substansinya yang khas, namun dia merupakan bidang pengetahuancampuran yang perkembangannya tergantung pada hubungan timbal balik dan salingpengaruh antara filsafat dan ilmu, oleh karena itu pemahaman bidang filsafatdan pemahaman ilmu menjadi sangat penting, terutama hubungannya yang bersifattimbal balik, meski dalam perkembangannya filsafat ilmu itu telah menjadidisiplin yang tersendiri dan otonom dilihat dari objek kajian dantelaahannya  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar