Rabu, 29 April 2009

Membuat yang sederhana menjadi rumit itu biasa, tetapi membuat yang rumit menjadi sederhana, itulah kreativitas.
Charles Mingus.

Sering kali perbedaan antara orang sukses dan orang gagal bukan pada kemampuan atau ide seseorang, tetapi keberanian untuk meluncurkan ide ini dengan risiko yang terkendali, dan keberanian untuk bertindak.
Maxwell Maltz.

Semua orang yang telah berhasil meraih sesuatu yang besar memulai semuanya dengan memiliki cita-cita besar, memfokuskan semua tenaga dan pikiran untuk meraihnya, walaupun pada awalnya terlihat seperti mustahil.
Orison Swett Marden.

Semua keberhasilan dan semua kekayaan diawali dengan sebuah ide.
Napoleon Hill.

Sebuah keputusan diukur dari fakta bahwa Anda telah mengambil sebuah tindakan baru. Tanpa tindakan tak akan ada keputusan.
Tony Robbins.

Kita akan tumbuh seperti apa atau ke arah yang kita kagumi.
Bernard of Clairvaux.

rangga warsita

jaman édan,
éwuhaya ing pambudi,
mélu ngédan nora tahan,
yén tan mélu anglakoni,
boya keduman mélik,
kaliren wekasanipun,
ndilalah kersa Allah,
begja-begjaning kang lali,
luwih begja kang éling klawan waspada.

sesalku_blackcrow

romantiskah kita?


Romantiskah hubungan kita?
26 mei 2009

Alloh menciptakan kita dengan dua peran. Yakni sebagai hambanya dan sebagai khalifahnya di muka bumi. Keduanya hendaknya dilaksanakan secara seimbang. Kita sebagai hambanya berkewajiban untuk melakukan ubudiyah ilahiah, atau ibadah yang langsung berhubungan dengan Allah. Seperti shalat dan haji. Sedangkan sebagai khalifahnya kita berkewajiban untuk mengejawantahkan sifat-sifat demi untuk meraih rahmatan lil alamin.
Seperti yang kita ketahui, islam datang tidak hanya mengatur hubungan hambanya dengan Dia. Malainkan juga adalah hubungan antar sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam. Jadi manusia memiliki tiga hubungan sosial yang harus bejalan dengan harmonis, 1, hablun min Alloh, 2, hamblun minannas dan 3 hablun minal alam. Jika ketiga hubungan tersebut berjalan romantis, maka kemungkinan barulah kita bisa merasakan rahmatan lil alamin. Rahmat lil alamin dengan kata lain haruslah kita perjuangkan bersama-sama.
Nah, sekarang masilah kita muhasabah/mencoba dengan jujur mengintropeksi diri kita sendiri bagaimanakah kita menjalin ketiga hubungan di atas.
Pertama, sebagai hambanya apakah kita sudah melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya?
Ke dua, sebagai khalifahnya di muka bumi ini, sejauh manakah kepedulian kita terhadap saudara dekat kita, terhadap tetangga kita, terhadap teman kita, terhadap masyarakat kita dan terhadap negara kita. Ataukah selama ini kita hanya sibuk untuk memikirkan tentang kebahagiaan kita sendiri. Ketika kita makan dengan enaknya, apakah pernah kita teringat terhadap mereka yang sudah tiga hari tidak hidup dengan perut kosong. Ketika kita tidur di atas ranjang yang empuk, pernahkah kita sekedar memikirkan tentang mereka yang tidur dengan alas kardus, di depan-depan toko, di bawah kolong jembatan, dan di pinggiran rel kereta api. Ketika kita berbangga dengan title yang kita sandang, apakah itu Prof, Dr, M.pd, dan lain sebagainya, pernahkah kita terbersit untuk membagi ilmu kita dengan mereka yang yang masih bergelimang kebodohan.
Betapa oh betapa tidak berharganya ilmu yang kita miliki, ketika kita tidak bisa berbagi ilmu dengan yang lain. Betapa tidak berharganya harta yang kita miliki, ketika di kanan kiri kita mereka masih bergelimang dengan pilu dan perih. Betapa tidak berharganya hati yang kita miliki, ketika kita tidak bisa peduli dengan sesama.
Ke tiga, sejauh mana kepedulian kita terhadap kelestarian alam. Dimana alam sekarang ini sudah demikian rusaknya. Hutan-hutan yang gundul, kota yang selalu tergenang air dan bumi selalu retak. Apa yang sudah kita lakukan untuk melestarikan kehidupan alam kita ini. Sedangkan kita tahu, bahwa alam memiliki peran penting dalam melanjutkan kehidupan manusia. Bencana-bencana yang silih berganti seharusnya sudah lebih dari cukup untuk menjadi peringatan bagi kita untuk segera merubah dan memperbaiki ketiga hubungan di atas. Semoga kita termasuk hambanya yang bisa menjadi pemimpin sejati, bukan pemimpin yang berkedudukan, tapi pemimpin yang sebenarnya. Amin.

kejujuran


Masih adakah kejujuran itu?
26 mei 2009
Seiring dengan bertambah kompleksnya kehidupan di sekitar kita, diakui atau tidak pasti berpengaruh terhadap pola pergaulan dan tatanan nilai sosial. Termasuk di dalamnya adalah memudarnya nilai kejujuran.
Bahkan sekarang, untuk membendung hal tersebut Bupati Bojonegoro Sekarang, Kang Yoto menekankan masalah pakta kejujuran terhadap semua jajaran pejabat di bawahnya. Pertanyaannya adalah apakah mungkin kejujuran masih dapat berdiri tegak lagi. Sedangkan hati masyarakatnya seperti tanah yang telah mengeras seperti batu karena jarang mendapatkan air hujan. Manakah mungkin kita menancapkan tiang di atasnya.
Bahkan kini kejujuran mengalami dikonotasikan dengan ke”lugu”an. Orang-orang yang masih memegang prinsip kejujuran dianggap sebagai orang yang masih lugu atau polos, yang sama sekali mudah untuk ditipu dan diperdayai.
Keadaan sekarang ini seperti memaksakan kita untuk memendam kejujuran, hingga kalimat “Jujur bakale Ajur” seperti sebuah pepatah yang sembilanpuluhpersen benar. Jika pandangan setiap orang seperti itu, maka apakah masih mungkin kujujuran itu bisa tumbuh. Kejujuran personal satu-dua orang mungkin masih ada, namun tak mampu membangun kejujuran kolektif. Padahal sebuah tatanan nilai haruslah didukung oleh kesamaan perspektif halayak masyarakat. Jika tidak maka akan terjadi kepincangan, ketika kejujuran dibalas dengan perdaya.
Persoalan dalam kehidupan kita kian kompleks. Dan salah satu pendukung utamanya adalah tiadanya kejujuran. Para pejabat melakukan korupsi karena tak mempunyai kejujuran itu. Dan telah nyata, seorang bendahara kebanyakan mempunyai dua pembukuan. Pertama adalah buku pintar, dan yang ke dua adalah buku bento. Buku pintar adalah buku yang berisikan tentang pembukuan keuangan yang sebenarnya. Sedangkan buku bento adalah sebuah pembukuan keuangan yang menipu dan hanya berusaha menyesuaikan dengan alokasi bajet seharusnya.
Para pedagang juga sudah banyak yang tidak jujur. Seperti penjual abon sapi yang ternyata isinya adalah daging babi. Bahkan ada yang menjual daging bangkai yang diakui sebagai daging segar. Padahal daging tersebut sudah lama, dan memang bisa bertahan lama karena diberikan formalin. Bahkan penjualan formalin yang sekarang sudah diperketat pun masih bisa saja dicurangi. Katidakjujuran seperti sebuah keharusan yang tiap orang sekarang erat sekali dengannya.
Oleh karena itu, kita harus mengawali dari diri kita sendiri. Ibda’ binafsik. Biarkan orang lain mencoba menipu, kita harus bulatkan tekad untuk tetap jujur. Karena pasti becik ketitik ala ketara. Siapa yang berbuat kebaikan seberat biji zarrah, maka dia akan melihatnya, dan siapa yang berbuat kejahatan seberat biji zarrah pun, dia juga akan melihatnya kelak di akhirat. Kecuali mereka yang bertaubat dan kembali pada jalan Allah. Semoga kita termasuk dari golongan hambanya yang saleh dan kelak kembali dalam pelukan kasih sayangnya. Amin.

secangkir kopi


Secangkir Kopi
Seperti hari biasanya setiap malam habis maghrib, aku berangkat ke warung untuk ngopi. Namun ada yang lain pada malam hari ini, karena tanpa ku duga secangkir kopi yang ada di depanku berbicara padaku dan memberikanku satu pelajaran.
Setelah ku tuangkan ke lepek, mulailah ia berbicara.
“Hai rahman, apa yang kamu peroleh dari aku, hingga setiap malam kau selalu datang menemui aku di sini? Pasti seperti kebanyakan orang yang hanya menemuaiku karena candu. Tapi tahukah kamu apa sebenarnya yang ada di dalam diriku?.
Lihatlah, aku terbentuk dari kopi dan gula. Kopi yang hitam dan pahit, dengan gula yang putih dan manis. Keduanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok/kontras. Lalu mereka disatukan dalam satu wadah, dan setelah itu dilebur dengan air dan kemudian dimasak dengan suhu yang sangat panas.
Sama halnya dengan manusia, yang berkumpul dalam sebuah organisasi(cangkir), tak hanya berkumpul, mereka juga dileburkan dalam satu ideologi (dilebur dengan air) dan diproses (dimasak dengan air panas) secara alamiyah. Tak perlu dirisaukan apakah mereka saling bergesekan atau tidak. Karena hal itu sama sekali bukanlah masalah penting. Semakin mereka bergesekan satu sama lain, maka penyatuan yang akan dihasilkan akan semakin baik.
Dan setelah semua terjadi datanglah secangkir kopi dengan aroma gula dan kopi yang menyatu, memberikan nuansa rasa yang berbeda dengan yang lainnya. Pun begitu, mereka yang berproses dalam satu organisasi, haruslah mempunyai kesamaan visi dan misi agar ketika melakukan action keluar, akan membawa sesuatu yang benar-benar positif dan mempunya kesan lain.

Minggu, 26 April 2009

Isaac Newton Biography

Certainly one of the greatest scientists who ever lived, Isaac Newton (1642-1727) had a profound impact on astronomy, physics, and mathematics. Among his many achievements were the invention of the reflecting telescope, the basic design behind all large telescopes used today the invention of a branch of mathematics known as calculus, a critical tool throughout science the elucidation of the three

Jumat, 24 April 2009

hak dan kewajiban santri

HAK DAN KEWAJIBAN
SANTRIWAN DAN SANTRIWATI PON-PES WASILATUL HUDA
DUKUHKIDUL NGASEM BOJONEGORO WASILATUL HUDA

A.HAK-HAK SANTRI
- Santri berhak menerima pelajaran selama dipondok
- Santri berhak menyampaikan kritik dan saran
- Santri berhak mendapatkan rasa aman dan nyaman
- Santri berhak mendapatkan bimbingan
- Santri berhak menggunakan fasilitas pondok
- Santri berhak mendapatkan perlakuan yang layak dan manusiawi


B. KEWAJIBAN SANTRI
- Santri berkewajiban menjaga nama baik almamater pondok
- Santri berkewajiban melaksanakan semua jadwal yang berlaku
- Santri berkewajiban mematuhi peraturan tatatertib pondok
- Santri berkewajiban menjaga keamanan,kenyamanan dan ketentraman lingkungan pondok
- Santri berkewajiban menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan pondok
- Santri berkewajiban ikut serta memajukan perkembangan opondok
- Santri berkewajiban menerapkan tatakrama yang baik


TATATERTIB PONDOK PESANTREN
W A S I L A T U L H U D A
DUKUHKIDUL NGASEM BOJONEGORO

KEGIATAN

- Mengikuti sholat berjama’ah

- Mengikutio pengajian sesuai jadwal

- Mengikuti kegiatan LES/kursus

- Mengikuti ritinan tahll dimakom

- Melaksanakan kegiatan belajar/takror

- Mengikuti ekstrakurikuler pondok

- Melaksanakan dan mengikuti jadwal kegiatan yang berlaku

KEAMANAN

- Izin kepada pengasuh/pengurus sebelum/sesudah pulang
- Dilarang mengmbil / mencuri barang orang lain
- Apabila menemukan sesuatu yang berharga segera melaporkan kepada pengurus
- Dilarang melakukan sesuatu yang sekiranya menimbulkan fitnah
- Segera melaporkan apabila adanya tindakan krininal
- Dilarang melakukan tuindakan yang sekiranya menimbulkan kegaduhan dilingkungan pondok
KEBERSIHAN
- Menjaga kebersihan,kerapian dan ketertiban lingkungan pondok
- Menghindari tindakan-tindakan sekiranya yang merusak dan kotor
- Melaksanakan jadwal piket sesuai yang berlaku
- Peduli pada limgkungan bersih
- Mengikuti kegiatan Ro’an

Ketua pondok



M.Ato’urrohman

contoh proposal leadership

LEADERSHIP

A.PENDAHULUAN

Seperti kita ketahui,bahwa manusia diciptakan oleh Allah adalah sebagai pemimpin dan pemimpin yang sanggup melaksanakan tugas dengan baik,dialah orang yang mulia.Oleh karena itu siapapun yang menempati diri untuk menjadi pemimpin yang baik,dialah yang mengerti dan terpuji.
Kepemimpinan adalah segala tindakan yang dilakukan untuk mempengaruhi dan menggiatkan orang lain dalam upaya mencapai tujuan.sedangkan penerapan upaya itu harus dimulai dari pribadi baik sebagai kader maupun leader untuk menuju terwujudnya kader yang potensial dan proporsional.
Masalah kepemimpinan tentu sangat cenderung kepada pembentukan personality.Pembina,pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam penerapan kepemimpinan yang baik.
Dalam peradaban modern ini,dikenal beberapa sumber daya yang merupakan potensi penggerak jalanya peradaban itu :

1. Sumber daya manusia
2. Sumberdaya alam
3. Sumber daya science dan tehnologi

Meskipun manusia dikaruniai potensi yang demikian besar namun kualitasnya sebagai sumber daya manusia tidak sama antara satu dengan yang lain.
Untuk pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia diperlukan penemuan 2 (dua) pertanyaan pokok :

1. Bagaimana tingkat keinginanya.
2. bagaimana tingkat upayanya

Pertanyaan pertama akan menemukan kemungkinan jawaban :
a. Tidak mempunyai keinginan
b. Keinginannya lemah/sangat sederhana
c. Upayanya kuat?usaha keras.

Pertanyaan dan jawaban tersebut, memberi gambaran adanya 3 tipe manusia disekeliling kita yaitu manusia yang sumberd dayanya lemah, sedang dan kuat.sehingga untuk membina kader dan leader yang baik perlu diperhatikan :

1. Bagaimana upaya menimbulkan keinginan dan semangat berprestasi bagi warganya (KEMAUAN)
2. Bagaimana dapat memberikan kemampuan dan ketrampilan kepada mereka untyuk mencapai keinginan tersebut. (KEMAMPUAN)
3. Bagaimana memberi kesempatan kepada mereka untuk membuktikan kemampuanya. (KESEMPATAN)

Mempelajari uraian diatas,dapat diketahui bahwa faktor tersebut pulalah yang menjadi tugas dan fungsi dari seorang pemimpin yakni menumbuhkan kemauan, memberikan kemampuan dan membagikan kesempatan pada warganya. Perlu diingat bahwa dalam organisasi, tingkat kemauan dan kemampuan anggota itu tidak sama sehingga seorang leader akan menghadapi seorang anggota yang :

- Mau tetapi tidak mampu
- Tidak mau tetapi mampu
- Tidak mau juga tidak mampu
- Mau dan mampu

Disamping itu seorang leader juga harus mampu mengadakan penilaian.Ukuran umum untuk menilai kwalitas potensi manusia dapat dilihat dari tiga diminsi :

1. Tingkat kreatifitasnya : Sejauh mana kemampuan menciptakan gagasan/ide bagi kelompoknya.
2. Tingkat produktifitasnya : Apa saja hasil dan prestasi yang diwujudkan dan bagaimana bobotnya.
3. Tingkat kepribadian : Bagaimana pandangan dan sikap hidupnya karakter dan moralnya dalam menghapi berbagai situasi dan kondisi.



Leader adalah orang terdepan dengan berbagai aneka anggota dan situasi dan kondisi yang beraneka ragam yang semuanya harus mampu dihadapi.Sehingga disamping mampu membina juga harus menilai dan menata diri dan warganya. Leader adalah perencana program,pelaksana program dan mengevaluasi program.

B. CIRI IDEAL SEORANG PEMIMPIN

1. Pemimpin ideologis : Kaya visi yang tinggi, merumuskan gagasan secara tepat dan mampu menyajikan secara menarik dan mengikat
2. pemimpin organisatoris : pandai menggerakkan orang melalui kecakapan organisatoris, menyusun rencana kerja yang tepat dan mengatur kerja sam yang efesien.
3. Pemimpin kharismatis : Mampu menggerakkan orang lain atas kekuatan pribadinya, artinys ia memiliki cara hidup yang menjadi sumber pengaruh dan penggerak orang lain.

Pemimpin yang ulung adalah yang mampu memperhatikan dan mempersatukan keempat jenis cirri kepemimpinan diatas dalam dirinya.Yang terpenting adalah seorang pemimpin harus mengetahui kelemahan sendiri diantara empat cirri diatas, dengan menyadari kekuranganya dia harus berusaha melengkapi dan menghindarkan akibat-akibat buruk dari kelemahan-kelemahanya.

C. TIPE-TIPE PEMIMPIN

Tipe pemimpin sangat beragam, Muhammad shodiq membagi tipe seorang pemipin sebagai berikut :

1. Diktator : Melakukan segala sesuatu berdasarkan paksaan atau kekuasaan mutlak
2. demokratis : Melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak bersama
3. Bebas : Memberikan kebebasan yang tak terbatas pada anggota atau masyarakat pemilihnya
4. pelopor : Menjadi pelopor untuk menjadi contoh atau suri tauladan bagi anggota atau masyarakat yang dpimoinya
5. Manipulasi : Melakukan tipuan dan rayuan
6. Transaksi : melakukan transaksi (imbalan) dengan anggota atau masyarakat yang dipimpinya
7. Biar lambat asal selamat : Melakukan segala sesuatu sangat berhat-hati
8. Alang-alang : Mudah goyang dan tidak mempunyai pendirian
9. Gabungan : Melakukan kebijakanya dengan menggabungkan gaya dan cara-cara kepemimpinan yang ada.

D. JENIS-JENIS KEPEMIMPINAN

Jenis kepemimpinan terbagi menjadi 4 (empat) :

1. supra struktur : Pemimpin yang terdapat di lembaga pemerintah, TNI/kepolisian
2. Infra struktur : Pemimpin yang berada ditengah-tengah masyrakat
3. Formal : Pemimpin yang jabatanya secara formal
4. Non Formal : Pemimpin yang ditokohkan atau dituakan disatu daerah (lingkungan)tertentu.

E. FAKTOR-FAKTOR MUNCULNYA SEORANG PEMIMPIN

Evendy M.Siregar menjelaskan munculnya seorang pemimpin sebagai beikut :

1. Faktor bakat
2. faktor keturunan
3. faktor karena dipilih
4. Faktor situasi dan kehendak sejarah
5. Faktor agama
6. Faktor kekuatan
7. Faktor uang
8. Faktor keluarga
9. Faktoe ABS
10. Faktor menggunakan jalan pintas
11. Faktor prestasi

F. TUGAS DAN FUNGSI PEMIMPIN

Pemimpin harus memperhatikan 4 (empat) hal :

1. Membuat rencana kerja
2. melaksankan keputusan-keputusan
3. managemen kesetiaan
4. menilai rencana kerja yang telah dilaksanakan
Fungsi kepemimpinan :

1. Pengembangan imajinasi
2. Pengembangan kesetiaan atau intregritas
3. pemrakarsa kegiatan
4. pelaksanaan keputusan
5. pengawasan
6. memberi penghargaan

G. KEWAJIBAN DAN SIKAP PEMIMPIN

Pemimpin adalah cermin dari kelompoknya dank arena kedudukanya dalam puncak piramida organisasi, maka pemimpin berkewajiban antara lain :

1 Menjadi teladan yang baik
2. Menjadi pengayom dan pembibing
3. Sanggup menjadi pelopor dimana diperlukan
4. Mampu memberikan bimbingan dan pimpinan
5. bersedia berkorban dan ikhlas

Dalam upaya menata diri dan anggotanya,seorang pemimpin perlu memiliki sikap antara lain :

1. Semangat membaca
2. Semangat inquery (ingin tahu dan menganalisa)
3. keterbukaan dalam masalah/pengalaman baru
4. Kecendrungan menangani hal-hal baru yamg penuh tantangan
5. Bergairah dan kreatif serta berdedikasi dalam melakukan tugas
6. bergairah untuk mewujudkan prestasi baru
7. berfikir fleksibel dengan berbagai alternative
8. Mampu bergaul dan mengemukakan ide-ide terpuji
9. mampu menyerap informasi, membuat analisa dan abstraksi (kesimpulan )serta mengkomunikasikan pendapatnya
10. Mampu memecahkan masalah

Sikap ini harus dimiliki seorang leader dan hal ini tentu saja dapat tumbuh apabila ada rasa memiliki terhadap apa yang dipimpinnya.

Upaya leader hendaknya ditunjukkan pada 3 (tiga) hal :

- Head : hepala : ilmu pengetahuan
- Heart : hati : berhati bersih
- Hend : tangan : trampil

Sehingga akan terwulud manusia yang berkepala cerdas, berhati bersih dan berperasaan halus serta bertangan cekatan didasari taqwa kepada Allah SWT.

Upaya inipun tidak akan berhasil tanpa adanya system dan lingkungan kerja yang dapat memberikan pengembangan idealis yang sehat, pengembangan profesionalisme dan pengembangan management, yakni adanya ide-ide yang bagus, penanganan masalah sesuai keahlian, pengelolaan kerje sesuai dengan aturan yang benar dan jelas.

Semoga kita diberi kekuatan untuk bisa mengembangkan, memanfakan daya diri kita untuk kemaslakatan umat, menuju kesejahteraan dunia akhirat baik sebagai leader atau kader.


SEMOGA BERMANFAAF………...

M A K A L A H
EVALUASI BELAJAR
LEADERSHIP ( KEPEMIMPINAN )

DISUSUN OLEH : SUWARDI
NO INDUK : 07111375

IKIP PGRI BOJONEGORO
FBSI

Kamis, 23 April 2009

Abraham Lincoln

Abraham Lincoln was born in a one room log cabin in Kentucky. He was born on February 12, 1809. His parents were Thomas and Nancy Lincoln. They had settled on the Sinking Spring Farm in December of 1808. Abraham’s older sister Sarah was two years old when he was born. She died during childbirth at age 21. Her child died at the same time. In 1810 the Lincolns moved to a farm at Knob Creek. Abraham

Adolf Hitler