Senin, 04 Juli 2011

Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme)


.       
Teori animisme(roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. Seperti soal kebebasankemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupanini, bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh, yaitu tempatyang terdapat antara dunia dan akhirat, dan pertalian-pertalian roh-roh orangyang telah meninggalkan kehidupan di dunia. Kesemuanya itu kita dapati dalamAl-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut :
1.     Tuhanlahyang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam, dan dia mengetahui apa yangengkau perbuat pada siang hari. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu(kiamat) , agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. 6 : 60).
2.     Tuhanmematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya, dan bagi yang belum matiyaitu diwaktu tidurnya (Q. 39 : 42).
3.     Janganlahengkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati, melainkankarena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki, gembira atas apasaja  yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah, dan optimislah(mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada dibelakangnya (Q. 3 : 169 - 170).
Di samping ituAl-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia, tetapimereka berhubungan dengan kehidupannya, kadang-kadang untuk menolong manusiadan kadang-kadang tidak. Roh-roh tersebut adalah Malaikat-malaikat.

  
Bagi orang yangmengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan,maka teori kejiwaandipakai juga oleh Al-Qur’an, ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapaisegala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang MahaTinggi, serta keharusan menyerah kepada-Nya, sebagai yang tercantum dalam ayatberikut ini, yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya?Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q. 53 : 24 - 25)
Kalau animismedimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif, yaitu agama dalamsegala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayaisegala Tuhan. Jadi kalau demikian artinya, maka animisme berarti mempunyaiTuhan banyak.
Bahkan Al-Qur’anmenambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan, yaitumembelokkan kemauan dari tujuan, ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasapermusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alamterhadap perpindahan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar