Sabtu, 02 Juli 2011

Termodinamika


Termodinamika merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari hokum –hokum dasar yang di patuhi oleh kalor dan usaha. Dalam termodinamika gas dipelajaritentang perubahan energi dalam suatu gas dan factor – factor yang mempengaruhienergi dalam. Temodinamika juga melibatkan usaha yang di lakukan dan kalor yangdisuplai atau hilang dari suatu gas.

  1. Hokum Pertama Termodinamika adalah bentuk lain dari hokum kekekalan energi yag diaplikasikan pada perubahan energi dalam yang dialami oleh suatu system menurut hokum pertama, energi dalam suatu zat dapat ditingkatkan dengan menambahkan kalor ke zat atau dengan melakukan usaha pada zat.

Energi dalam suatu system perubahan dari nilai awal U1 ke nilaiakhir U2 berhubungan dengan kalor Q dan usaha W:
U = V2 – V1= Q – W
Catatan            : Q positifjika system memperolaeh (menerima) kalor, Q negative jika system kehilanganatau memberi kalor.
W positif jika usaha dilakukan oleh system dan negative jika usahadi lakukan pada system.


2. Hokum Kedua Temodinmika mengatakan bahwa memiliki arah atau tidak semua proses di alamadalah reversible (arahna dapat dibalik). Dengan demikian hokum kedua termodinamikadinyatakan        :
  1. Formula Kelvin – Planck: “Tak mungkin untuk membuat mesin kalor yang bekerja dalam suatu siklus yang semata – mata mengubah energi panas yang di peroleh dari suatu sumber pada suhu tertentu seluruhnya menjadi mekanik”.
  2. Formula Claucius: “Tidak mungkin untuk membuat sebuah mesin kalor yang bekerja dalm suatu siklus yang semata – mat amemindahkan energi panas dari suatu benda dingin ke benda panas”.

3.     Usaha
Usaha W dapat dihitung dengan persamaan
W = F. s
F = P. A
V = A. s
Ket :
F = Besar gaya
P = Tekanan
A = Luas permukaan
V = Volume
s = Besar perpindahan
W = Usaha
Rumus – rumus usaha gas
W =  dV

4.     Energi
Energi dalam merupakan jumlah energi kinetik dan energi potensialyang berhubungan dengan atom – atom atau molekul – molekul zat. Untuk gas idealgaya anatarmolekul dapat diabaikan sehingga energi potensial molekul – molekul adalah nol.Dengan demikian, energi dalam hanyalah total energi kinetic dari seluruhmolekul.

Perubahan energi dalam
U = U2 – U1

Formulasi energi dalam :
Gas monoatomik: U = 3/2 NkT = 3/2 nRT
U = 3/2 nRT = 3/2 nR( T2 – T1 )

Diatomic
a)Suhu mendidih 100 K.
U = 3/2 NkT = 3/2 nRT
b) Suhu Sedang 500 K
U = 5/2 NkT = 5/2 nRT
c) Suhu Tertinggi 1000 K
U = 7/2 NkT = 7/2 nRT

5.     Kalor
Q = m.c. T atau Q = c. T
Tetapan Laplace
Y = c.P/c.V                 kapasitaskalor molar: c.m = c/n
Kalor pada tekanan tetap Q.P = c.P. T atau Q.P = n.C.P.m. T
Kalor pada volume tetap Q.V = C.v. T atau Q.V = n.C.V.m. T

6.     Proses – Proses Termodinamika Gas
è Proses Isobarik adalah proses prubahan keadaan gas pada tekanantetap.
Usaha W = P  V = P (V2 – V1)
Persamaan keadaan Isobarik
V/T = C atau V1/T1 = V2 / T2 atau V – T = n.R/P
è Proses Isokhorik adalah proses perubahan gas pada volume tetap.
Usaha W = 0 dan U = Q
Persamaan keadaan Isokhorik
P/T = C atau P1 / T1 = P2 / T2 atau P/ T = n.R/V
è Proses Isotermal adalah proses perubahan keadaan gas pada suhutetap.
U = 0 dan W = Q
Persamaan keadaan Isotermal
P.V  = C atau P1.V1 = P2. V2atau P.V = n.RT
è Proses adiabatic adalah perubahan gas dimana tidak ada aliran kaloryang masuk kedalam system atau keluar dari system.
Q = 0 dan U = - W
Persamaan keadaan adiabatic
P1.V1=P2.V2 atau P.V = nRT
Persamaan keadaan adiabatic untuk gas ideal
T1.V1 = T2.V2

7.     Mesin Kalor
Adalah suatu alat yang mengubah energi panas menjadi energi mekanik.
Efisiensi mesin kalor
 =

  1. Siklus Karnot






Diagram P – V untuk Siklus Karnot
W = Q1 – Q2
Setiap mesin tidak memungkinkan kalor yang diserap diubah semuamenjadi usaha maka timbul efisiensi :
 =

Atau
 = 1 -
Atau
 = 1 -

Keterangan      :
 = efisiensi (%)
W = usaha
Q1 = kalor yang diserap (kalori )
Q2 = kalor yang dilepas (kalori)
T1 = suhu reservoit tinggi (K)
T2 = suhu reservoit rendah (K)

  1. Mesin Pendingin
Koefisien performansi mesin pendingin karnot:
C.P = Q2/W

Tidak ada komentar:

Posting Komentar