Sabtu, 02 Juli 2011

Demokrasi dalam Pandangan Barat



Istilah‘demokrasi’ berasal dari kata bahasa Yunani ‘demos’ yang berarti rakyat(people) dan kata ‘kratia’ yang berarti ‘aturan’ (rule) atau ‘pemerintahan’.Jadi, demokrasi merupakan aturan tentang orang, yaitu bagaimana hubunganseseorang dengan orang lain terutama dalam kehidupan komunal.

           Secaraterminologis, pada lazimnya demokrasi diartikan sebagai bentuk pemerintahanyang melibatkan seluruh anggota masyarakat dalam pengambilan keputusan yangmenyangkut masalah kenegaraan dan kepentingan bersama. Kedaulatan di suatunegara berada di tangan rakyat. Dengan pengakuan hak-hak rakyat, pemerintahandemokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.

            Pemerintahansemacam ini membedakan dengan pemerintahan yang hanya diatur oleh sekelompokorang tertentu (dalam bentuk aristokrasi atau oligarki) atau oleh seorangindividu kuat (dalam bentuk diktator atau monarki). Kepentingan individu ataukelompok tertentu tidak mendapatkan tempat di dalam demokrasi.

            Demokrasiyang selama ini dikenal berasal dari Barat. Pada mulanya demokrasi dikenal olehbangsa Yunani pada abad VI Sebelum Masehi. Pada saat itu di Yunani dibentuknegara-negara kota (the Greek City States) yang masing-masing mempunyai pemimpinyang disepakati dan didukung rakyat (legitimated leaders). Di salah satu negarakota, Athena misalnya, seluruh warga – besar, kecil, pria, wanita, kaya,miskin, majikan, buruh, dan bahkan orang asing di sana, berpartisipasi penuhdalam mengatur negara dan kepentingan bersama.

            Demokrasiala Barat memang mengedepankan suara orang banyak (rakyat). Kedaulatan ada ditangan rakyat. Bahkan ada ungkapan bombastis “suara rakyat adalah suara tuhan”.Apakah demokrasi ala Barat diadopsi begitu saja tanpa kritik?

            Demokrasiala Barat kurang memperhatikan nilai kebenaran tetapi lebih menekankan nilaikebersamaan. Demokrasi model ini merupakan demokrasi sekuler yang tidak dekat


dengan nilai-nilai religi. Padahal,apakah orang banyak (rakyat bersama) selalu benar? Apakah orang yang bersamaitu mesti benar? Apakah rakyat itu steril dari kesalahan?; Bagaimana menghadapiperbedaan kepentingan? Dan apakah rakyat itu tuhan?

              Dalamkenyataannya (misalnya di Indonesia), penerapan demokrasi ala Baratmenghasilkan banyak penyimpangan, seperti korupsi, manipulasi data, sifatmaterialis berlebihan, perpecahan, perselisihan tajam, dan segala bentukkemaksiatan. Demokrasi macam apa yang harus diberikan kepada anak bangsaIndonesia sebagai alternatif? Jawabannya adalah demokrasi propetik, yaitudemokrasi yang didasarkan pada ajaran Allah - Tuhan Sang Pencipta Manusia dalamagama (ad-diin) yang diberikan kepada manusia melalui para Nabi (prophet).

              Kitahendaknya kritis terhadap demokrasi Barat. Kita harus selektif dan harusmenyesuaikannya dengan kepribadian bangsa Indonesia yang beragama. Demokrasi diIndonesia seharusnya disesuaikan dengan ajaran Islam sebagai agama mayoritas dinegeri ini, sehingga tidak sekuler. Nilai-nilai Islam harus dimasukkan padaajaran demokrasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar