Jumat, 01 Juli 2011

Pengertian / Arti Akhlak


2.1.1.     Akhlak
Akhlak merupakan nilai dari syariat Islam dan dapat diartikan sebagai tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatukeinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Tingkah lakuitu harus dilakukan secara berulang-ulang, tidak cukup hanya sekali ataupunhanya sewaktu-waktu saja. Seseorang dapat dikatakan berakhlak jika perbuatanyang dia lakukan dapat dibedakan apakah baik ataupun buruk. Manusia mempunyaikemampuan untuk melakukan perbuatan, mempunyai kesadaran akan perbuatan itu dankondisi jiwa yang membuatnya cenderung melakukan perbuatan baik (akhlakulkarimah) atau buruk (akhlakul mazmumah). Orang yang memiliki akhlak baikcenderung terus melakukan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan untung rugi.
Kualitas agama sangat ditentukan oleh nilai akhlak. Syariatberbicara tentang syarat rukun, sah atau tidak sah,sedangkan akhlak menekankanpada kualitas dari perbuatan tersebut, misalnya beramal dilihat darikeikhlasannya, shalat dilihat dari kekhusyu`annya, berjuang dilihat darikesabaran nya, dan sebagainya.

Akhlak yang merupakan bagian darisistem ajaran Islam, dibagi menjadi beberapa bidang. Pembagian tersebut yaitu,akhlak manusia kepada Allah SWT, kepada sesama manusia, kepada diri sendiri dankepada alam sekitar.

Aqidah, syariah dan akhlak pada dasarnya merupakan satu kesatuandalam ajaran islam. Ketiga unsur tersebut dapat dibedakan namun tidak bisadipisahkan. Aqidah sebagai sistem kepercayaan yang bermuatan elemen-elemendasar keyakinan, menggambarkan sumber dan hakikat keberadaan agama. Sementarasyari`ah sebagai sistem nilai berisi peraturan yang menggambarkan fungsi agama.Sedangkan akhlak secara sistematis menggambarkan arah dan tujuan yg hendakdicapai agama Islam yaitu kesejahteraan dan kedamaian di bumi.
Muslim yang baik harus memiliki keyakinan aqidah yang lurus dan kuatsehingga dapat mendorongnya untuk melaksanakan syari`ah Islam. Hal ini tentunyaakan membuatnya menjadi manusia dengan  akhlak yang terpuji.
 Atas dasar hubungan tersebut,seseorang yang melakukan suatu perbuatan baik, tetapi tidak dilandasi olehaqidah atau keimanan, maka orang itu termasuk ke dalam kategori kafir.Seseorang yg mengaku memiliki aqidah atau beriman, tetapi tidak maumelaksanakan syariah, maka orang itu disebut fasik. Sedangkan orang yang mengakuberiman dan melaksanakan syariah tetapi dengan landasan aqidah yang tidak lurusbisa disebut munafik.
Aqidah, syariah dan akhlak dalam Al-Qur’an disebut iman dan amalsaleh. Iman menunjukkan makna aqidah, sedangkan amal saleh menunjukkanpengertian syariah dan akhlak. Seseorang yang melakukan perbuatan baik tetapitidak dilandasi aqidah, maka perbuatannya hanya dikategorikan sebagai perbuatanbaik. Perbuatan baik adalah perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilaikemanusiaan  tetapi belum tentu dipandangbenar menurut Allah. Sedangkan perbuatan baik yang didorong oleh keimananterhadap Allah sebagai wujud pelaksanaan syari`ah disebut amal saleh. Kerenaitu di dalam Al-Qur’an kata amal saleh selalu diawali dengan kata iman. Antaralain firman Allah dalam (An-Nur, 24:55) “Allahmenjanjikan bagi orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amalsaleh menjadi pemimpin di bumi sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang darisebelum mereka(kaum muslimin dahulu) sebagai pemimpin; dan mengokohkan bagimereka agama mereka yg Ia Ridhai bagi mereka; dan menggantikan mereka dari rasatakut mereka (dengan rasa) tenang. Mereka menyembah (hanya) kepada-Ku, merekatidak menserikatkan Aku dengan sesuatupun. Dan barang siapa ingkar setelah itu,maka mereka itu adalah orang-orang yg fasik”.
Sebagai sistem, struktur Islam dapat dimisalkan sebagai buah kelapa dimana Islam adalah kulitnya, Iman adalah daging buah, sedangkan ihsan adalah minyaknya. Ketiganya saling berhubungan. Kulit kelapa yang besar biasanya dagingnya besar dan minyaknya banyak. Daging kelapa bertahan lama jika ia tetap terbungkus kulitnya, jika dipisahkan maka kelapa menjadi cepat membusuk. Iman akan mudah luntur jika tidak dilindungi oleh amaliah ibadah. Tetapi ada juga kelapa yang kulitnya besar ternyata tidak ada dagingnya, dan apalagi minyaknya. Demikian juga ada orang yang demontrasi Islamnya sangat menonjol, tetapi kualitas imannya lemah, apalagi moralitasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar