Senin, 04 Juli 2011

Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib


Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuansupranatural. Yaitu:
1.         MenjalankanTirakat. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untukmemperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Tirakattersebut bisa berupa bacaan doa, mantra, pantangan, puasa atau gabungan darikelima unsur tersebut. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya,karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu,tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Dalam hal ini guru hanya memberibimbingan.
2.         Pengisian.Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuansupranatural, yaitu dengan cara pengisian. Pengisian adalah pemindahan energisupranatural dari Guru kepada Murid. Dengan begitu murid langsung memilikikemampuan sama seperti gurunya. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukanoleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi.
3.         WarisanKeturunan. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atauilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpasepengetahuannya. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datangtanpa disangka-sangka.


Mitos Tentang Efek Samping

Beberapa orang masihmenyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati,susah dapat rezeki, bisa sakit jiwa (gila), menderita saat akan mati dll. Sayamembantah mentah-mentah argument tersebut. Bukankah masalah rizqi dan nasibadalah Allah SWT yang menentukan. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punyauang alias miskin, tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya, melainkankarena dia malas bekerja dan bodoh. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaibmenjadi sombong dan malas bekerja, hanya mengharapkan orang datang memintapertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Jadibukan karena Ilmunya. Sebetulnya baik buruk efekIlmu Gaib tergantung pemiliknya. Bisa saja Allah menghukum dengan caramenyulitkan rezeki, menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orangtersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya, bukankah kitaselalu dalam kekuasaan Allah.
Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyakdisebut masyarakat Jawa. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh danberkembangnya Islam di Pulau Jawa. Sayangnya, namanya sering dikaitkan denganmistisme Jawa alias Kejawen. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiranSunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal?Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini.Ada beragam versitenta ng nama asli Kalijaga. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli SunanKalijaga ialah ‘Lokajaya’. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘RadenJoko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Pendapat yang terakhir merupakan riwayatyang paling mashyur. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turun-temurunoleh para penduduk Tuban hingga masa kini.
Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Ayahnyaadalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban. Arya Wilatikta ini adalah keturunan daripemberontak legendaris Majapahit, Ronggolawe. Riwayat masyhur mengatakan bahwaAdipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Namun sebagai Muslim, ia dikenal kejam dansangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Iamenetapkan pajak tinggi kepada rakyat. Joko Said muda yang tidak setuju padasegala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang padakebijakan-kebijakan ayahnya. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapaipuncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi daridalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibatkemarau panjang. Karena tindakannya itu, Ayahnya kemudian ‘menggelar sidang’untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Kesempatan itutidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa, karenaalasan ajaran agama, ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpukmakanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dankelaparan. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap JokoSaid ingin mengguruinya dalam masalah agama. Karena itu, Ayahnya kemudianmengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru bolehpulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suciAl Qur’an. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana iasudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya.
Riwayat masyhur kemudianmenceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten, Joko Said berubahmenjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur.Sebagai Perampok, Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. Ia hanyamerampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. Dari hasilrampokannya itu, sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. Kisah ini mungkin mirip dengan ceritaRobin Hood di Inggris. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau.Diperkirakan saat menjadi perampok inilah, ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinyakurang lebih ‘Perampok Budiman’.
Semuanya berubah saat Lokajayaalias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken, Syekh Maulana MakhdumIbrahim alias Sunan Bonang. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannyabahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haqtak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil- sehingga Joko Said aliasLokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Joko Said kemudian bergurukepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘SunanKalijaga’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar