Selasa, 28 Juni 2011

PERKEMBANGAN ETIKA PROFESI



1.     PENTINGNYA ETIKAPROFESI
Apakahetika, dan apakah etika profesi itu ? Kata etik (atau etika) berasal dari kataethos (bahasa Yunani) yang berartikarakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akanberkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untukmenilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salahatau benar, buruk atau baik.Menurut Martin (1993), etikadidefinisikan sebagai “the discpline which can act asthe performance index or reference forour control system”. Dengan demikian, etikaakan memberikan semacam batasan maupunstandar yang akan mengatur pergaulanmanusia di dalam kelompok sosialnya.Dalam pengertiannya yang secara khususdikaitkan dengan seni pergaulan manusia,etika ini kemudian dirupakan dalam bentukaturan (code) tertulis yang secarasistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan padasaat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segalamacam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilaimenyimpang dari kode etik. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yangdisebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkandari dan untuk kepenringan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.

Selanjutnya,karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian danberkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yangberkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dankemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam olehrekan sejawat, sesama profesi sendiri. Kehadiran organisasi profesi denganperangkat “built-in mechanism” berupa kode etik profesi dalam hal ini jelasakan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan di sisilain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupunpenyalah-gunaan kehlian (Wignjosoebroto, 1999).
Olehkarena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperolehkepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebutada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka inginmemberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. Tanpaetika profesi, apa yang semual dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormatakan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa(okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme danujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaanyang pantas diberikan kepada para elite profesional ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar