Selasa, 28 Juni 2011

Dampak Perkembangan dan Pertumbuhan BMT bagi perekonomian Indonesia



Pembiayaan kepada pengusaha mikro selama ini selalu terkendalapermasalahan outstanding pembiayaan yang kecil yang karena itu biayaoperasional pembiayaan menjadi tinggi membuat pihak perbankan enggan memberikanpembiayaan. Kendala lainnya persyaratan perbankan, bankable atau yang secarateknis mengharuskan adanya jaminan liquid dll yang tidak dimiliki oleh sectorUMK. Adanya keinginan yang kuat untuk mengatasi kendala-kendala diatas itulahyang menginspirasi kehadiran BMT.
Bila dibandingkan dengan kekuatan lembaga keuangan mikro lain dalamhal besaran pembiayaan atau kredit, kekuatan BMT memang belum seberapa, daritotal pembiayaan yang disalurkan kepda UMK.
Namun jika ditinjau dari segi jumlah penerimamanfaat, maka kita dapat melihat jumlah yang dilayani oleh BMT jauh lebihbanyak, dan yang lebih menarik lagi jumlah pembiayaan tiap unit usahapun lebihkecil, sehingga dapatlah disimpulkan bahwa pembiayaan pada BMT lebih mampuuntuk menyentuh pengusaha mikro sebagai unit usaha terkecil, akan tetapimemiliki jumlah unit usaha paling besar di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar